Tel: (021) 316 9534   Email: humas@bppt.go.id

Peran Teknologi Dalam Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

“Kajian Total Faktor Productivity (TFP) di BPPT sudah dirintis sejak 2008, dengan melihat pada saat itu terutama bagaimana perkembangan secara nasional. Kita melihat dimensi-dimensi regional kerena kita melihat ekomomi wilayah sangat penting, kita sadar ekonomi Indonesia belum sehat 80% perekonomian masih ada di Jawa dan Sumatera sisanya itu sebagai pelengkap. Dengan melihat perkembangan ekonomi wilayah yang belum berkembang, kita berharap bisa menurunkan indeks kesenjangan ekonomi wilayah, dikatakan Deputi Kepala Bidang Kebijakan Teknologi Tatang A Taufik Pada Bedah Buku Peran Teknologi Dalam Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dan Peran Teknologi Dalam Pertumbuhan Koridor-Koridor Ekonomi Indonesia: Dengan Pendekatan  Total Factor Productivity (TFP), (17/12) di Jakarta.

 

Tatang berharap di Indonesia itu bisa dikembangkan  semacam strategic knowledgeassessment group, jadi kelompok-kelompok yang menelaah bagaimana perkembangan pengetahuan di Indonesia, kerena ini sangat penting dengan meminjam berbagai kacamata untuk memberi masukan kepada stakeholder baik itu pemangku kebijakan, pelaku bisnis dan masyarakat. Ini merupakan early warning sytem apa yang perlu kita lakukan ke depan, apalagi saat ini kita akan memasuki tata pergaulan ekoknomi baru yaitu Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), tambahnya.

 

Sebagai pembahas dalam bedah buku ini, Freddy Danny, Dosen Universitas Padjadjaran, menegaskan  perlunya campur tangan pemimpin bangsa.  “Terutama pemimpin tertinggi negara ini mempunyai visi iptek yang dapat menggerakkan bangsa ini menjadi bangsa yang cinta terhadap iptek,” katanya.

 

Disatu sisi, pentingnya kebijakan pemerintah di bidang iptek, disisi lainnya, yang jauh lebih penting lagi dipahami bahwa kompetensi anak bangsa pada dasarnya hanya dapat dibangun melalui pembangunan budaya keilmuan masyarakat, yaitu menciptakan masyarakat terbiasa berfikir independen dan  berfikir logis, kreatif, dan inovatif, tambah Freddy.

 

Pembahas lain Leonard  Tampubolon, Direktur Perencanaan Makro Bappenas mengatakan, kedua buku ini memperkaya literature di Indonesia yang akan bermanfaat untuk digunakan sebagai acuan dalam penelitian maupun perencanaan. Namun Lenoard menambahkan ini perlu dilakukan pemutakhiran data dan perlu dilakukan kajian lanjutan untuk mempeoleh peran teknologi dalam TFP sehingga dapat ditetapkan peran teknologi dalam pertumbuhan ekonomi.

 

“TFP Indonesia rendah disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia didasari oleh pola konsumsi, tidak  berorientasi kepada ekspor, terjadi kegagalan pasar teknologi, hak paten masih kecil dan lain sebagainya. Oleh karena itu perlu peningkatan value innovation dan creation melalui pendidikan dan pelatihan, perbaikan struktur kapital, restrukturisasi ekonomi dan peningkatan teknologi progress dan management agar Indonesia dapat bersaing dalam dunia Internasional,” pungkasnya. (jp/SYRA/Humas)

 

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 9534

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id