RAKOR PKT: REPOSISI PERAN PKT DALAM KONTEKS SISTEM INOVASI NASIONAL

Dalam rangka memperbarui semangat serta meningkatkan kinerja SDM, Kedeputian Pengkajian Kebijakan Teknologi (PKT) mengadakan rapat koordinasi (rakor) paripurna yang menurut rencana akan berlangsung selama dua hari (7-8/07). Mengambil tema Reposisi Peran PKT dalam Konteks Sistem Inovasi Nasional, rakor yang berlangsung di Ruang Komisi 1-3 Gedung II BPPT tersebut merupakan raker pertama Kedeputian PKT dibawah kepemimpinan Tatang A Taufik.

Dalam laporannya, Ketua penyelenggara rakor, Gani Soehadi menyampaikan bahwa rakor paripurna PKT diadakan dengan tujuan untuk menyamakan persepsi seluruh pegawai PKT tentang Sistem Inovasi Nasional (SIN) dan membangun serta meningkatkan rasa percaya diri staf kedeputian PKT agar dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Deputi Kepala BPPT Bidang PKT, Tatang A Taufik bahwa dalam kontribusinya menghasilkan kebijakan, PKT perlu melakukan penyamaan persepsi dari seluruh unit dibawah Kedeputian PKT. ‚Hal tersebut diperlukan agar rekomendasi yang kita berikan dapat benar-benar dipercaya. Saya menginginkan agar PKT mampu menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang baik dan membawa manfaat bagi BPPT dan Indonesia‚.

‚Semangat diadakannya rakor adalah karena perubahan, khususnya di PKT merupakan suatu keniscayaan. Melalui rakor ini, kita ingin bersepakat untuk meluruskan niat dan memperkuat tekad untuk secara sungguh-sungguh menjalankan tugas mewujudkan visi BPPT pada tahun 2025. selain itu juga kita bersepakat untuk konsisten dalam melaksanakan Reformasi Birokrasi di lingkungan PKT sehingga semakin bermanfaat dalam penguatan SIN di Indonesia‚, kata Tatang lebih lanjut.

Kepala BPPT, Marzan A Iskandar dalam arahannya menekankan pentingnya peran Kedeputian PKT dalam membawa BPPT berkiprah dalam pembangunan nasional. ‚Sebagai lembaga pemerintah yang bertugas untuk mengkaji dan menerapkan teknologi, BPPT mempunyai visi untuk menjadi pusat unggulan teknologi dengan mengutamakan kemitraan dan pemanfaatan hasil rekayasa teknologi secara maksimum‚.

‚Kemitraan diperlukan karena dalam kegiatan teknologi, kita tidak bisa melakukannya sendirian. Hal ini juga sudah terimplementasikan dalam komponen SIN yang terdiri dari tiga pilar yaitu Pemerintah, Industri dan Pendidikan atau Litbangyasa. Kemitraan ini juga merupakan konsekuensi dari kegiatan BPPT yang berorientasi pada teknologi. Diharapkan melalui kemitraan, peran teknologi akan semakin meningkat dalam pembangunan nasional‚, jelas Marzan.

Secara tegas Marzan mengatakan bahwa PKT merupakan ujung tombak BPPT dalam penerapan dan pemanfaatan teknologi. ‚Untuk itu mari kita fokus pada isu-isu nasional besar seperti revitalisasi pupuk, pangan, kelapa sawit dan pertahanan keamanan. Hal itu sesuai juga dengan apa yang disampaikan Presiden SBY dalam 10 direktif dan top of the top program nasional‚.

Rakor yang berlangsung selama dua hari tersebut dihadiri oleh seluruh staf PKT yang berjumlah 197 orang dari empat unit dan satu balai di bawah Kedeputian PKT. (YRA/humas)