• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

SIMPOSIUM INTERNASIONAL KOMUNIKASI PUBLIK

Di tengah era globalisasi saat ini, Iptek memegang peranan penting dalam meningkatkan pembangunan. Oleh karenanya sangatlah penting untuk membangun lingkungan yang kondusif guna menumbuhkan pemahaman publik akan pentingnya Iptek, tentunya dimulai juga dari sikap keterbukaan peneliti dan perekayasa untuk mau berbicara ke publik akan apa yang tengah diteliti maupun direkayasa olehnya. “Iptek merupakan instrument untuk meningkatkan kualitas kehidupan kita. Untuk itu perlu ditumbuhkan kesadaran masyarakat akan hal ini, dimana perlu juga peran aktif dari peneliti dan perekayasa dalam memberikan edukasi Iptek ke masyarakat,” ungkap  Dirjen Aptel Kominfo, Ashwin Sasongko dalam Simposium Internasional Komunikasi Publik tentang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 2013 di Auditorium BPPT, Selasa (27/8).

Simposium internasional ini sendiri selain memiliki tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan Iptek, juga ingin menumbuhkan ketertarikan generasi muda akan Iptek. Oleh karenanya melalui pengkomunikasian Iptek yang aktif dan efektiflah tujuan tersebut dapat terwujud. Acara yang berlangsung selama dua hari ini (27-28/8) dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional dan juga HUT BPPT ke 35. Adapun banyak pakar dari berbagai negara yang turut hadir menjadi narasumber dalam kegiatan ini.

Salah satunya adalah Presiden Jaringan Komunikasi Publik tentang IPTEK, yang berasal dari Australia, Toss Gascoigne menekankan bahwa jika Iptek ingin mendapat perhatian masyarakat, maka masyarakat harus terlebih dulu mengerti apa itu Iptek. "Masyarakat masih menganggap Iptek layaknya sebuah misteri, hal itu menjadikan mereka tidak mengerti akan sebuah teknologi. Mengatasinya tentu dibutuhkan edukasi Iptek ke masyarakat yang ditunjang dengan proses komunikasi yang tepat. Disinilah peran media massa penting untuk menjembatani Iptek, mulai dari peneliti sampai ke masyarakat," jelas Toss.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Presiden Asosiasi Pusat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Asia Pasifik Pichai Sonchaeng mengatakan bahwa memperkenalkan IPTEK harus dimulai sedini mungkin. "Komunikasi iptek melalui metode pemberian pengalaman kepada anak-anak akan lebih menyenangkan dan lebih mudah diterima. Mengajak anak-anak untuk melihat langsung penemuan dan hasil produksi dari IPTEK akan menarik minat mereka secara tidak langsung," ujar Pichai.

Dengan metode tersebut, lanjut Pichai, anak-anak akan melihat langsung produk hasil IPTEK dan tanpa disadari seorang anak juga dapat menjadi media komunikasi Iptek, dimana nantinya mereka akan menceritakan impresi mereka akan teknologi yang diketahuinya, baik kepada temannya, orangtua, dan masyarakat umum.

"Di beberapa tempat bahkan mereka bisa mencoba sendiri alat-alat penemuan tersebut," ujar Pichai. " Dengan demikian, anak-anak mendapatkan pengetahuan sekaligus pengalaman tentang IPTEK, sehingga mereka dapat melihat dan merasakan langsung manfaat dari IPTEK itu sendiri," tukas Pichai. (SYRA/Humas)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT