Tel: (021) 316 9534   Email: humas@bppt.go.id

BPPT Bentuk Konsorsium Pengembangan Inovasi Berbasis Sumberdaya Hayati

BPPT bersama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Institut Teknologi Bandung (ITB), akan mengembangkan klaster-klaster berbasis inovasi teknologi sumberdaya hayati untuk mendorong berkembangnya industri nasional dan global dalam memanfaatkan sumberdaya hayati tropis dan riset-riset yang dihasilkan oleh institusi riset pemerintah dan universitas dalam negeri.  Klaster-klaster inti tersebut akan dibangun di kawasan Puspiptek Serpong (BPPT - New Academic Research Cluster), di Bekasi (ITB - New Academic Research Cluster), dan di Darmaga, Bogor (IPB - New Academic Research Cluster).

 


Kepala BPPT, Marzan A Iskandar, mengatakan kerjasama ini merupakan tindak lanjut dari rencana untuk membangun dan mengembangkan apa yang disebut New Academic Bioresources Cluster. Itu merupakan proyek yang menjadi prioritas antara pemerintah Indonesia dan Jepang dalam mengimplementasikan kerjasama ekonomi Indonesia-Jepang.

"Ini merupakan proyek baru yang di dalamnya dibangun fasilitas riset yang langsung terhubung dengan industri. Jadi, didalamnya bukan hanya laboratorium saja, nanti di dalamnya akan terjadi sebuah bisnis di bidang teknologi, pengetahuan, dan sebagainya," kata Marzan, di acara "Penandatangan MoU Antara BPPT, IPB, dan IPB, Tentang Pemanfaatan Bioresources," di BPPT, Jakarta, (24/2).

Marzan menambahkan, karena bioresources adalah sesuatu yang baru di Indonesia, maka kita masih harus mempelajarinya lagi, baik itu secara ilmiah dan legalitasnya. Saat ini, hasil studinya sudah dipaparkan dan bagaimana rencana kedepannya sedang disusun dan diharapkan tahun 2018 sudah selesai dilakukan.

"Saya yakin proyek New Academic Bioresources Cluster ini bisa terus maju dan mudah-mudahan kedepannya akan menghasilkan inovasi-inovasi baru. Selain itu, proyek ini merupakan bentuk nyata dari bagaimana kita membangun dan mengembangkan Sistem Inovasi Nasional," ujar Marzan.

Senada dengan Marzan, Rektor IPB Herry Suhardiyanto, mengungkapkan proyek ini adalah kesempatan yang baik untuk mengantarkan inovasi yang dihasilkan oleh kegiatan-kegiatan riset ke tahap kustomisasi dan komersialisasi yang nantinya akan berguna bagi masyarakat dan perekonomian nasional. Ini penting dilakukan, sebab jika hasil penelitian hanya berhenti ditahap publikasi dan laporan saja, maka manfaat dari penelitian tidak akan maksimal. 

"BPPT, IPB, dan ITB, akan bergandengan tangan untuk menghadapi persoalan yang ada dan menyampaikan kepada berbagai pihak untuk mendukung langkah besar bangsa Indonesia untuk mempunyai sistem inovasi nasional yang produktif dan berguna untuk masyarakat luas," kata Herry.

Sementara, menurut Puti Farida Marzuki, Wakil Rektor Bidang Keuangan, Perencanaan dan Pengembangan ITB, bagi ITB kerjasama ini merupakan suatu kesempatan yang sudah dinantikan sejak lama untuk bisa mengantarkan hasil riset ITB terutama yang berfokus pada bioenergi kepada suatu hal yang nyata di dunia industri. 

"Untuk diketahui, saat ini sumber daya alam untuk energi sudah sangat terbatas dan harus dicarikan berbagai sumber energi lainnya.  Sebagai solusi, untuk bisa mendapatkan energi, salah satu upaya adalah melalui pengembangan bioenergi. Ini adalah suatu hal yang baru bagi Indonesia, sehingga kami sangat berharap kerjasama ini bisa menjadi cikal bakal pengembangan industri bio di Indonesia, khususnya yang dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia," kata Puti. (tw/jp/SYRA/humas)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 9534

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id