Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Deputi Kepala BPPT Bidang TPSA: Baterai Black Box Hanya Bertahan Sebulan, Maksimalkan Pembagian Peran Antar Kapal

Kapal Riset Baruna Jaya I (BJ 1) tengah berfokus mencari badan pesawat dan kotak hitam AirAsia QZ8501 di area temuan ekor pesawat.  “Hasil laporan terakhir, Baruna Jaya I menemukan dua dugaan objek, Kapal Negara Trisula juga dilaporkan menemukan objek,” ungkap Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam BPPT, Ridwan Djamaluddin di Puskodal Operasi BJ1, Kamis (8/1).

BJ 1 disebutkannya, melaporkan temuan dugaan objek pada jarak sekitar 2 km dan 2,8 km dari lokasi ekor pesawat yang ditemukan Kapal Geosurvey  Sebelumnya, BPPT berbagi wilayah pemindaian dengan kapal survey lainnya yang dikoordinasikan oleh Basarnas.

 

 

“Hal yang penting saat ini adalah pembagian peran di antara kapal-kapal survei, yang saat ini cenderung belum efektif. Waktu yang terbatas saat ini harus benar-benar dimanfaatkan, apalagi baterai black box hanya bisa bertahan 30 hari. “

 

Dugaan Objek Temuan

 

Koordinator Puskodal Operasi BJ 1, Handoko Manoto menambahkan, Baruna Jaya I sesungguhnya sudah mencoba memastikan objek temuan Rabu malam tadi. Namun, karena banyaknya kapal di sekitar lokasi ekor pesawat, Baruna Jaya kesulitan mendekati objek. Padahal, ROV harus sedekat mungkin dengan objek agar citra video benar-benar jelas. “Panjang kabel ROV dari kapal pun hanya sekitar 100 meter,” ucapnya.

Handoko berharap, hari ini Baruna Jaya bisa mengajak sejumlah penyelam untuk memastikan objek. Dengan adanya penyelam, jangkauan bisa lebih luas, tidak seperti ROV yang terkendala panjang kabel.

Hal serupa juga disampaikan oleh Penanggung Jawab Harian Puskodal Operasi BJ1, Imam Mudita. “Kami tidak boleh memasuki area dengan radius 2 mil laut (3,7 kilometer) dari titik penemuan ekor,” ujar Imam. Alasannya, terdapat operasi penyelaman di area tersebut. Pada sisi lain, terdapat sejumlah kapal yang mengamankan lokasi, sehingga jika remotely operated vehicle (ROV) dioperasikan, kabel kemungkinan bisa terlilit pada tali jangkar.

Baruna Jaya I, tambahnya telah memetakan objek–objek yang diduga badan pesawat AirAsia, setelah menggunakan magnetometer untuk memastikan objek tersebut adalah logam. Namun, kapal ini kesulitan mendekati objek karena adanya pembatasan operasi pada area penemuan ekor pesawat. (SYRA/Humas)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id