Print

PIDATO TAHUNAN KEPALA BPPT

{rokbox}images/stories/pidatotahunan.jpg{/rokbox}{rokbox}images/stories/img_7250.jpg{/rokbox}

‚BPPT sekarang tidak bisa kembali seperti BPPT di era pimpinan BJ Habibie,‚ demikian dikatakan Kepala BPPT Marzan A Iskandar saat menyampaikan pidato tahunan di depan seluruh pejabat dan pegawai BPPT yang berlangsung di Auditorium BPPT (20/0809). Lebih lanjut dikatakan ‚Kita harus meyadari permasalahan yang dihadapi masyarakat dan kita harus bisa menjawab berbagai permasalahan tersebut,‚ lanjutnya.

Dalam pidatonya yang diberi judul ‚Melalui Reformasi Birokrasi BPPT Kita Raih Gemilang Bangsa‚ dengan sub judul ‚Kita Pererat Kemitraan Dengan Industri Untuk Meningkatkan Daya Saing dan Kemandirian Bangsa‚, Kepala BPPT Marzan A Iskandar menjelaskan tentang (1) Kilas balik 31 tahun BPPT dari mulai didirikannya tahun 1978, BPPT didirikan bersama dengan Puspiptek dan Industri strategis sebagai pilar utama program transformasi teknologi untuk mendukung daya saing dan kemandirian bangsa, serta perjalanan BPPT dari 1978 hingga sekarang. Masa depan harus direncanakan untuk menghadapi kondisi dan tantangan masa depan yang berbeda dengan masa lalu; (2) Positioning BPPT dan visi BPPT yaitu beberapa perubahan paradigma sistem pemerintahan antara lain eksistensi, remunerasi dan program. BPPT harus menjadi peran aktual disamping peran konstitusional. Kedepan BPPT secara aktif melibatkan diri dalam setiap kegiatan teknologi nasional dengan peran aktual dan peran konstitusional; (3) Peran dan jenis pelayanan BPPT, peran tersebut antara lain sebagai intermediasi, technology clearing house, sebagai pengkaji, sebagai audit teknologi, dan pemberi solusi. Adapun jenis pelayanan meliputi rekomendasi, advokasi, alih teknologi, konsultasi, pengujian, jasa operasional, pilot project, pilot plant, prototype dan survey; (4) Reformasi birokrasi BPPT, keberhasilan reformasi birokrasi tidak diukur dari output tetapi dari capaian sasaran, sasaran reformasi birokrasi adalah mengubah pola pikir, budaya kerja, attitude, behaviour, work specialization, chain of command, span of control dan job re-design; (5) Program percepatan perubahan, untuk dapat melaksanakan tupoksi dan peran BPPT dengan baik dan mendapatkan persetujuan dari tim penilai reformasi birokrasi nasional, maka proses implementasi reformasi birokrasi BPPT perlu dipercepat melalui operasionalisasi intruksi harian Kepala BPPT; (6) Operasional perintah harian Kepala BPPT antara lain; jaga integritas dan disiplin sebagai PNS, tingkatkan profesionalitas dalam bekerja, fokus pada pengkajian dan penerapan teknologi yang mempunyai dampak nasional yang besar, bangun dan manfaatkan network untuk kepentingan BPPT, persiapkan dan jaga momentum reformasi birokrasi BPPT, tingkatkan kepekaan dan tanggapan terhadap permasalahan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi, jaga prinsip BPPT First.

Acara diakhiri dengan penganugerahan tanda jasa bagi pegawai yang telah menunjukan dedikasinya kepada BPPT sekaligus juga pelepasan pegawai yang telah memasuki masa purna bhakti. (AS/YK/humas)