Tel: (021) 316 9534   Email: humas@bppt.go.id

BPPT: 95% Kantong Plastik di Pasar Retail Modern Dapat Terurai Selama Dua Tahun

 

 

Jakarta – Adanya rencana pemunculan kebijakan tentang Kantong Belanja Plastik Berbayar di gerai retail pasar modern menimbulkan pro dan kontra di berbagai kalangan.

 

Menanggapinya, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi melalui Direktur Pusat Teknologi Agroindustri (PTA BPPT), Hardaning Pranamuda mengungkapkan bahwa 95% kantong plastik yang digunakan di pasar retail modern dapat diuraikan oleh mikroorganisme.

 

"Sebenarnya, 95% plastik yang digunakan di pasar modern itu dapat terurai selama dua tahun. Jadi, kalau tujuannya untuk mengurangi sampah plastik, gak perlu ada kebijakan ini karena kita biarkan saja plastik itu sudah terurai," kata Hardaning dalam diskusi 'Kontroversi dan Motif Ekonomi di Balik Kebijakan Kantong Plastik Berbayar' di Gedung BPPT, Jakarta, (11/2).

 

Hardaning melanjutkan, kondisi berbeda justru terjadi di pasar tradisional yang belum sampai 10% menggunakan plastik yang dapat terurai. “Kalau plastik di pasar tradisional umumnya susah terurai. Butuh 500-1.000 tahun untuk bisa terurai,” jelasnya.

 

Hal ini juga ditegaskan Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Eddy Ganefo. Dia menyebut jika kebijakan plastik berbayar tujuannya untuk mengurangi sampah plastik tidak relevan. "Saya kira ini tidak akan berhasil karena ibu-ibu yang belanja di pasar modern kan sebagian besar punya uang. Buat mereka gak masalah membayar kantong plastik,” kata Eddy.

 

Terlebih lagi, kata Eddy, 95% plastik yag digunakan di pasar retail modern bisa terurai dalam dua tahun. “Jadi buat apa kebijakan plastik berbayar ini, orang plastiknya juga bisa terurai sendiri, kok. Ini kan malah menguntungkan perusahaan ritel. Lebih baik kebijakan ini untuk pasar tradisional yang memang belum menggunakan plastik yang dapat terurai,” tegas Eddy lagi.

 

Lebih lanjut Hardaning kemudian menjelaskan, di alam, plastik degradable (dapat terurai) tidak merusak lingkungan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan BPPT pada tahun 2014, tanaman, cacing tanah, dan bibit udang yang ditanam di media yang mengandung plastik degradable, tidak mengalami dampak negatif secara signifkan.

 

“Ini artinya, plastik degradable yang digunakan retail modern itu, tidak merusak lingkungan,” pungkasnya. (Humas/HMP)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 9534

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id