Print

Kepala BPPT: Program Kegiatan BPPT Harus Ikut Arahan Presiden, Signifikan dan Bermanfaat

bppt.go.id-Bandung, 24/2 -  Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) adakan Rapat Kerja 2016 (Raker 2016). Kepala BPPT, Unggul Priyanto menyebut bahwa Program dan Kegiatan BPPT harus mengikuti arahan Presiden. "Money follow program. Jangan ada dusta di antara kita," tegas Unggul saat membuka Raker BPPT, di Hotel Savoy Homann, Bandung




Terkait hal tersebut, Unggul menuturkan bahwa Presiden meminta agar seluruh instansi pemerintah menggunakan anggarannya untuk mendukung program prioritas nasional.


Untuk mendukung kebijakan Presiden itu, salah satu materi Raker BPPT kali ini adalah Refokusing program dan kegiatan. "Terkait refokusing program dan kegiatan kita harus lihat apa pentingnya, apa perlu dilaksanakan sekarang, kalau tidak sesuai dengan kebijakan nasional ya nanti saja dilaksanakannya," ungkap Unggul.

 


Misal dalam teknologi untuk bidang farmasi, lanjut Unggul, kita analisa apa permasalahan di Indonesia serta apa kebutuhan industri farmasi nasional. "Kita lihat masalah nasional, kasih solusi teknologi. Lihat kebutuhannya dan kita sesuaikan. Refokusing 2017 harus ikut arahan Presiden. Hasil harus lebih jelas dan lebih signifikan," paparnya

 


Selain itu, Kepala BPPT menyoroti kurangnya kegiatan BPPT yang dikabarkan di media nasional. Untuk itu Unggul meminta semua unit kerja agar berkegiatan dengan membawa nama besar BPPT.



"Mungkin kegiatan yang kita lakukan dianggap tidak penting oleh yang lain, jarang masuk koran, televisi, dan kurang diketahui orang. Kalau BPPT tidak dikenal dan tidak dianggap penting ya jangan terlalu berkegiatan secara individu. Saya minta unit kerja harus lebih membawa nama BPPT. Biar orang tahu eksistensi BPPT,"  pungkas Unggul. (Humas/HMP)