Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

BPPT Gelar Press Tour, Kenalkan Inovasi dan Layanan Teknologi ke Awak Media

Awak media antusias saat mengikuti uji ketahan kapal laut di Fasilitas Towing Tank Balai Teknologi Hidrodinamika BPPT, Surabaya. 17-10-2017. (HumasBPPT - SAS)

Biro Hukum Kerjasama dan Humas BPPT gelar acara Press Tour 2017. Acara yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Utama BPPT Soni Solistia Wirawan ini bertujuan untuk mengenalkan fasilitas Balai Teknologi Hidrodinamika (BTH) kepada awak media, ,Surabaya (17/10).

 

Dalam sambutannya Sekretaris Utama menyebut bahwa BPPT tengah bergiat menunjukkan eksistensi dan peran-nya dalam pembangunan nasional.

 

 

"Balai Teknologi Hidrodinamika ini ditujukan untuk mendukung agenda Nawacita pemerintah, yakni menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia," paparnya.

 

BTH BPPT ini diuraikan Soni, merupakan balai yang memiliki fasilitas terbesar se-Asia Tenggara. Untuk itu dirinya berpesan kepada 10 jurnalis yang mengikuti Press Tour ini, dapat menceritakan juga ke publik terkait kompetensi yang dimiliki BTH demi menunjang pembangunan infrastruktur kemaritimam di negeri ini.

 

"BTH ini mempunya kompetensi mulai dari membuat desain hingga pengujian terhadap sarana dan prasarana kemaritiman, baik dalam hal Hankam, Energi dan Niaga. Desain kapal bisa, desain bangunan apung, hingga pengujiannya, mampu dilaksanakan oleh balai ini," ujarnya.

 

Revitalisasi tingkatkan layanan

 

Lebih lanjut Soni juga menceritakan kepada awak media bahwa pihaknya tengah berupaya melakukan revitalisasi terhadap BTH. Dituturkannya, BPPT menggunakan anggaran Rp110 miliar dari Rp260 miliar tambahan dana yang diperoleh dari APBN-P 2016 untuk merevitalisasi fasilitas laboratorium uji di BTH Surabaya.

 

"Besarnya dana untuk revitalisasi BTH ini tentu akan meningkatkan layanan BPPT. Kami harap perusahaan galangan kapal hingga migas dapat menggunakan layanan laboratorium ini," ujarnya.

 

Di tempat yang sama,, Kepala Balai Teknologi Hidrodinamika BPPT Taufiq Arif Setyanto menjelaskan bahwa  revitalisasi dilakukan pada kolam manuevering (Manuevering Ocean Basin/MOB) khususnya untuk sitem pembangkit gelombang di kolam manuever 35 X 100 meter.

 

"Revitalisasi ini memang dibutuhkan selain untuk menghindari biaya yang semakin besar jika perbaikan ditunda. Selebihnya revitalisasi dilakukan untuk mesin membuat baling-baling, desain untuk torsi dan alat mengukur torsi untuk propeller," katanya.

 

Diungkap oleh Taufik bahwa dalam lima hingga enam tahun terakhir ini, pihaknya terpaksa tidak bisa melayani uji hidrodinamika perusahaan-perusahaan migas karena memang dibutuhkan presisi untuk uji manuevernya.

 

"Ini karena pembangkit gelombang yang  berfungsi hanya 20 hingga 30 persen, padahal untuk presisi harus 100 persen berfungsi," pungkasnya.

 

Sebagai informasi pada kegiatan press tour tersebut, awak media diajkan untuk melihat sejumlah fasilitas uji laboratorium hidrodinamika yang termasuk terbesar di Asia Tenggara seperti kolam uji tarik (towing tank), kanal kavitasi (cavitation tunnel), serta kolam manuevering. (Humas/HMP)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id