Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

BPPT Dorong Peningkatan Kecepatan Kereta Api Semi Cepat Koridor Jakarta Surabaya

 

 

Yogyakarta -- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama dengan Kementerian Perhubungan menggelar Seminar Peningkatan Kecepatan Kereta Api Koridor Jakarta-Surabaya, di Kompleks Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, Kamis, (07/12/2017).

 

Diutarakan Kepala BPPT Unggul Priyanto, Kereta Api semi cepat Jakarta Surabaya ini kedepannya diharap mampu menjadi moda transportasi pilihan masyarakat.

 

"Dengan kajian ini, diharapkan mampu menjadi solusi agar kereta jakarta surabaya ini mampu mengurangi beban transportasi darat dan udara," terangnya.

 

Dituturkan Kepala BPPT juga, untuk menjadi negara maju, selain infrastruktur, Indonesia harus membangun sektor perindustrian. Dalam hal ini sebutnya terkait peningkatan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN), seperti amanat Presiden Joko Widodo. 

 

"Infrastruktur dan perindustrian adalah sakaguru pembangunan nasional Indonesia. Kami dari BPPT siap mendukung terhadap pembangunan infrastruktur yang dilakukan Kementerian Perhubungan saat ini," tegasnya.

 

Lebih lanjut Unggul menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur kedepan harus mampu menciptakan konektivitas yang baik, apalagi terkait transportasi barang antar pulau di Indonesia. 

 

"Pembangunan infrastruktur saat ini, semoga dapat merancang arus barang dari Sabang sampai Merauke. Sehingga tercipta harga barang yang sama, baik di Pulau Jawa dan di tempat lainnya," rincinya. 

 

Menyambut pernyataan Kepala BPPT, Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi, menyebut bahwa acara hari ini merupakan upaya untuk mencari opsi terbaik, yang akan dibawa menjasi usulan pada Sidang Kabinet.

 

"Hari ini kita ingin menshare pilihan teknologi dan cara yang paling cerdas terkait Kereta Api Koridor Jakarta Surabaya ini. Hasil diskusi ini akan dibawa ke sidang kabinet untuk diputuskan," jelas Menteri Budi Karya.


 

Menteri Budi Karya juga meminta agar kereta api Jakarta Surabaya ini, dapat ditempuh dalam waktu 5 jam 30 menit saja, atau bahkan lebih cepat lagi.

 

"Jakarta Surabaya selama ini dilayani Argo Bromo 9 jam. Kita ingin sekali menjadi 5.30 jam.  Ini suatu pemikiran dan keharusan bagi tim kajian, untuk mewujudkan itu. Ini juga visi dan misi bapak Presiden untuk meningkatkan daya saing nasional," lugasnya.

 

Bicara daya saing nasional, Menhub juga mengungkap bahwa selain pembangunan infrastruktur, penting untu memerhatikan aspek sosial, serta dukungan dan kesiapan teknologi dalam negeri.

 

"Terimakasih kepada BPPT sudah menjadi lab untuk belajar, bagaimana suatu cara untuk meningkatkan daya saing Indonesia meningkat melalui teknologi. Diharapkan juga bahwa Kereta api Jakarta Surabaya ini dapat menjadi satu legacy bangsa yang tangguh," pungkasnya.

 

Sebagai informasi, seminar ini adalah bagian dari pra studi kelayakan yang mendukung proyek strategis nasional, sesuai peraturan presiden Republik Indonesia nomor 58 tahun 2017 terkait pembangunan prasarana dan sarana kereta api antar kota Jakarta sampai Surabaya.

 

Selanjutnya BPPT sebagai mitra Kementerian Perhubungan telah berkerja sesuai tupoksi-nya sebagai lembaga pengkajian bidang teknologi yang akan diterapkan khusus-nya dalam Pra-FS Peningkatan Kecepatan Kereta Api Koridor Jakarta - Surabaya mencakup antara lain kajian perencanaan transportasi, struktur jalan kereta api, struktur jembatan, sarana kereta-api, Transit Oriented Development (TOD), elektrifikasi, persinyalan telekomunikasi, depot kereta api, lingkungan & sosial, analisa kelayakan & rencana implementasi proyek, survai foto udara tergeoreferensi LIDAR, survai geolistrik, survai kepemilikan lahan dan potensi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). (Humas/HMP)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id