Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Gelar Raker 2018, BPPT Terus Menyokong Pencapaian Agenda Nawacita

 

Jakarta31/1 -- Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Unggul Priyanto secara resmi membuka gelaran Rapat Kerja BPPT Tahun 2018 di Auditorium Gedung II BPPT, Jakarta.

 

Dalam sambutannya Kepala BPPT mengatakan bahwa Rapat Kerja kali ini merupakan suatu hal yang penting dalam menentukan kebijakan, terutama dalam upaya meningkatkan peran dan kontribusi BPPT dalam pembangunan nasional guna peningkatan daya saing nasional dan kemandirian bangsa.

 

 

Saat ini pembangunan nasional sedang memasuki tahun ke 3 dari RPJMN tahun 2015-2019 dan pemerintah sedang bekerja keras dalam mewujudkan target target Nawa Cita yang telah ditetapkan .

 

“Dalam Nawa Cita yang menjadi acuan dalam pembangunan nasional, BPPT setidaknya berkontribusi dan dibebani target dalam pencapaia pada  butir ke 1, 6 dan 7  dari 9 butir Nawa Cita.  Itulah mengapa tema Raker BPPT2018 ini mengambil tema Pencapaian Nawa Cita melalui Inovasi dan Layanan Teknologi,” ungkap Kepala BPPT.

 

Pada Nawacita ke-1 yaitu “Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara”, BPPT dapat berperan dan berkontribusi dalam pengembangan industri pertahanan nasional dengan inovasi-inovasi yang dihasilkan seperti drone atau PUNA Wulung yang sudah diproduksi PTDI dan dimanfaatkan TNI AU, serta inovasi bidang Hankam lainnya.

 

Pada Nawa Cita ke-6 yaitu ”meningkatkan produktfitas rakyat dan daya saing di pasar internasional”, BPPT dapat berperan dan berkontribusi dalam mendorong industri dalam negeri untuk memproduksi produk yang berdaya saing seperti garam farmasi, material biocompatible untuk implan tulang serta pembangunan techno park seperti di Cimahi, Bantaeng, dan NSTP.

 

Pada Nawa Cita ke-7 yaitu “mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan  sektor ekonomi strategis domestik”, BPPT dapat  berperan dan berkontribusi dalam ketahan pangan dan ketahanan energi, kesehatan, konektvitas, kemaritiman dan penanggulangan bencana dan lainnya.

 

“Sejalan meningkatnya peran dan kemampuan BPPT, penugasan dan tanggung jawab kepada BPPT dari Pemerintah juga makin banyak seperti; penugasan FS Kereta Cepat Jakarta-Surabaya, peningkatan TKDN, pilot project garam industri, pengolahan emas bebas merkuri, dan pembangunan  pembangkit listrik tenaga PLTSampah,” urai Kepala BPPT.

Teknologi untuk Peningkatan Daya Saing

 

Menteri Kooordinator Bidang Kemaritiman RI, Luhut Binsar Pandjaitan, saat memberikan arahan dalam Raker BPPT 2018 ini  menyampaikan bahwa teknologi sangat berperan besar dalam peningkatan daya saing Indonesia 
 
"Tidak ada negara yang maju tanpa dukungan teknologi," lugasnya.

 

Untuk itu Menko Maritim juga meminta agar BPPT fokus dalam bidang teknologi untuk mendukung pembangunan bangsa.
 
"Kita harus mensikapi kemajuan teknologi dengan baik. Untuk itu BPPT harus fokus dalam bidang teknologi, supaya Indonesia jangan jadi market dari negara lain. BPPT  misal dalam program mobil listrik nasional dan program swasembada garam,  memegang peranan penting. BPPT harus berkarya," tegasnya.
 

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi pada raker ini juga menyebut bahwa pemerintah terus menggenjot pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional. Untuk itu BPPT harus lebih kritis dalam pembangunan nasional. 

 
"Presiden RI telah melakukan berbagai deregulasi kebijakan dalam rangka peningkatan daya saing dan pembangunan nasional. Kita harus optimis dengan situasi yang ada. Kami siap menerima kritik dan masukan demi peningkatan dan kemajuan Kemenhub," pungkasnya. (Humas/HMP)
FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id