BPPT dan Science Energy Chile Jalin Kerja Sama dalam Bidang Pengembangan Bahan Bakar

 

 

Krisis energi dan lingkungan merupakan isu penting yang menjadi perhatian khusus Pemerintah Indonesia. Hal inipun termaktub dalam Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2013

 

 

 

“Dalam bidang Transportasi darat, Pemerintah Indonesia Melalui Peraturan Pemerintah Nomor 41 telah mendorong penggunaan pemakaian kendaraan dengan teknologi yang ramah lingkungan yang memiliki konsumsi bahan bakar yang hemat seperti green diesel, gas vehicle, hybrid maupun kendaraan listrik,” ungkap Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan (BPPT) Unggul Priyanto, sesaat sebelum penandatangan Disclosure Agreement (NDA) antara BPPT dan Science Energy di Universidad Federico Santa, Chile (27/04).

 

 

 

 

Pada penandatanganan ini Kepala BPPT lalu menekankan bahwa kerja sama inovasi bahan bakar ramah lingkungan dengan Science Energy merupakan salah satu program yang dapat mendukung kerja sama pengembangan Aditif dari Scienc Energy untuk bahan bakar di Indonesia.

 

 

 

“Kerjasama ini berpotensi besar memberikan peningkatan dalam kualitas bahan bakar, sehingga dapat menghasilkan power yang lebih baik, emisi lebih rendah dan konsumsi bahan bakar yang relatif lebih rendah,” paparnya.

 

 

 

Hal ini tambahnya, merupakan langkah penting untuk menghadirkan inovasi teknologi bahan bakar yang ramah lingkungan, yakni sebagai solusi terhadap isu energi dan lingkungan di Indonesia.

 

 

 

“BPPT dalam kerjasama ini merupakan pengejawantahan fungsi BPPT yaitu technology clearing house,” pungkasnya. 

 

 

 

Sebagai informasi, Science Energy adalah perusahaan berpusat di Chile dan memiliki cabang di Jakarta yang bergerak di bidang pengembangan bahan bakar. Hadir menyaksikan penandatanganan tersebut wakil dari Kedutaan Besar untuk Chile, serta akedemisi Universidad Federico Santa, Chile. (Humas/HMP)