Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Literasi Media: Enam Peran BPPT, Simbol Penguasaan Teknologi

 

 

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus bergiat dalam upaya meningkatkan daya saing dan kemandirian Bangsa Indonesia. Hal ini tentu dengan adanya penerapan teknologi anak bangsa, sebagai penunjang utama pembangunan nasional.

 

Disampaikan Kepala Biro Hukum Kerjasama dan Humas BPPT, Ardi Matutu kepada awak media, bahwa pihaknya tengah fokus dalam enam (6) peran BPPT.

 

"Hal ini untuk menunjukkan peran BPPT dalam hal inovasi dan layanan teknologi, sebagai jawaban untuk peningkatan daya saing Indonesia. Makin tinggi eksistensi BPPT, juga makin diiringi oleh tanggung jawab yang besar," ujarnya dalam acara Jumpa Pers Ketahanan Pangan dan Enam Peran BPPT, yang dihelat di Kantor BPPT, Jakarta (07/06).

 

Enam Peran BPPT ini telah diatur dalam Keputusan Kepala BPPT No. 84 Tahun 2017. Lebih lanjut dirinci olehnya bahwa Keputusan Tentang Penetapan Enam Peran BPPT sebagai berikut;  Kerekayasaan, adalah kegiatan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam bentuk desain / rancang bangun untuk menghasilkan nilai, produk, dan / atau proses produksi yang lebih baik dan / atau efisien dengan mempertimbangankan keterpaduan sudut pandang dan atau konteks teknikal, fungsional, bisnis, sosial budaya, dan estetika.

 

Peran kedua, Kliring Teknologi, adalah proses penyaringan kelayakan atau suatu Teknologi melalui kegiatan Pengkajian untuk menilai atau mengetahui dampak dari penerapannya pada suatu kondisi tertentu.

 

Audit Teknologi yang menjadi peran ketiga, diurai Ardi yaitu proses yang sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara obyektif terhadap asset teknologi dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara teknologi dengan kriteria dan / atau standar yang telah ditetapkan serta penyampaian hasil kepada pengguna yang bersangkutan.

 

Keempat, Difusi dan Komersialisasi yaitu kegiatan penyebarluasan informasi dan / atau promosi tentang suatu Ilmu Pengetahuan dan Teknologi secara proaktif dan ekstensif oleh penemuannya dan / atau pihak- pihak lain dengan tujuan agar dimanfaatkan untuk meningkatkan daya gunanya.

 

Peran penting kelima lanjut Ardi Alih Teknologi, yakni pengalihan kemampuan menguasai dan memanfaatkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi atar lembaga, atau orang, baik yang sama-sama berada didalam negeri, maupun yang berasal dari luar negeri kedalam negeri dan sebaliknya.

 

"Terakhir adalah Intermediasi, yang merupakan upaya untuk menjembatani proses terjadinya Inovasi antara Investor dengan calon pengguna teknologi atau alih teknologi antara pihak kepada pengguna. Melalui enam peran BPPT dan RUU Sisnas Iptek ini diharapkan peran inovasi teknologi semakin strategis, serta dibutuhkan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pembangunan Indonesia,” pungkasnya.  (Humas/HMP)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id