Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

17-19 Juli 2018, BPPT Siap Gelar Kongres Teknologi Nasional

 

Kepala BPPT Unggul Priyanto mengungkapkan topik KTN 2018 difokuskan pada bidang Teknologi Industri Pertahanan, Teknologi Kebencanaan dan Teknologi Material. 22-06-2018

 

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan selenggarakan Kongres Teknologi Nasional (KTN) 2018. Penyelenggaraan KTN kali ketiga ini mengambil tema "Strategi Implementasi Kebijakan Nasional untuk mendukung Kemandirian Teknologi", akan berlangsung pada 17 sampai 19 Juli 2018, di Auditorium Gedung II BPPT Lantai 3, Jl. M. H. Thamrin No 8, Jakarta. 

 

Dikatakan Kepala BPPT Unggul Priyanto, topik KTN 2018 ini difokuskan pada bidang Teknologi Industri Pertahanan, Teknologi Kebencanaan dan Teknologi Material. Hal ini diungkapnya agar sesuai dengan permasalahan yang dihadapi dan guna mendukung akselerasi program prioritas pembangunan pemerintah.

 

Perkembangan dunia dijelaskan Kepala BPPT, dipengaruhi oleh 4 (empat) penggerak: populasi, teknologi, globalisasi, dan perubahan-iklim yang semakin memicu tingkat kerentanan daya dukung kelestarian pembangunan. Kondisi perekonomian dunia saat ini harus menghadapi berbagai ketidakpastian. Selain adanya berbagai isu geopolitik, perkembangan teknologi juga turut memberikan dampak pada perubahan sosial dan ekonomi.

 

“Untuk menjawab tantangan tersebut dan dalam rangka mendukung misi pemerintahan memperkuat kemampuan, kapasitas dan kemandirian industri dalam negeri, mewujudkan kemandirian dan daya saing bangsa, maka perlu dipersiapkan berbagai terobosan inovasi teknologi antara lain di bidang teknologi industri pertahanan–keamanan, kebencanaan dan material,” tegasnya.

 

Gelaran KTN 2018 ini imbuhnya, bertujuan untuk memberikan Rekomendasi Teknologi yang diperlukan, untuk memperkuat peran dan eksistensi teknologi dalam mendukung pengembangan industri nasional, peningkatan daya saing dan kemandirian bangsa, sesuai dengan program pemerintah yang tertuang dalam Program Nawacita dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahap II 2020 -2024.

 

“BPPT mengajak berbagai pihak, para pemangku kepentingan dari dalam dan luar negeri seperti kementerian atau lembaga terkait, pejabat pemerintah, perwakilan lembaga legislatif, badan usaha, industriawan, akademisi, para pakar dan praktisi serta  stakeholder lainnya untuk dapat berpartisipasi dalam kongres teknologi tahun ini,” pungkasnya.

 

 

 

Teknologi Industri Pertahanan

Kebutuhan akan dukungan dan penguasaan teknologi merupakan keniscayaan, khususnya teknologi tinggi karena teknologi pertahanan dan keamanan (Hankam) bersifat termutakhir (state of the art) atau high technology. Karena itu, strategi penguasaan teknologi pertahanan dan keamanan perlu diupayakan untuk mencapai cita-cita kemandirian yang diharapkan. Penguasaan teknologi pertahanan memiliki ruang lingkup yang cukup luas meliputi penguasaan teknologi dalam aspek-aspek Produksi, Operasi, Maintenance Repair Overhaul (MRO), maupun Upgrading. Untuk mencapai kemandirian nasional yang paripurna diperlukan penguasaan dari tahap Rancang Bangun dan Rekayasa sebelum tahap Produksi hingga Pengoperasian. Dengan sumberdaya pemerintah yang terbatas maka perlu pengelolaan penguasaan teknologi yang efektif dan se-efisien mungkin, dengan mengedepankan prioritas terhadap jenis teknologi yang perlu dikuasai dalam rangka penguasaan secara menyeluruh dan mengurangi ketergantungan dari pihak lain.

 

Kongres Teknologi Nasional 2018 Bidang Teknologi Industri Hankam bertema Strategi Implementasi Kebijakan untuk Mendukung Kemandirian Industri Pertahanan, bekerjasama dengan Tim Pelaksana Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) selaku Co-Host penyelenggaraan KTN 2018 Bidang Teknologi Industri Hankam. Tujuan penyelenggaraan KTN 2018 Bidang Teknologi industri Hankam untuk memberikan rekomendasi tentang strategi implementasi kebijakan nasional yang ada untuk memperkuat industri pertahanan, melalui upaya penguasaan teknologi. Rekomendasi tersebut diharapkan melingkupi sudut pandang yang komprehensif yaitu dari sisi perencanaan dan pengelolaan kebutuhan pengguna (TNI), aspek pengelolaan Litbangyasa dan pembinaan Industri dengan bermuara pada kemandirian industri pertahanan dalam memenuhi kebutuhan pengadaan, operasi, perbaikan dan overhaul selama masa pakai alat peralatan pertahanan keamanan (Alpalhankam). 

 

KTN 2018 juga membahas teknologi keamanan yang erat kaitannya dengan ancaman keamanan, sebagai tantangan ke depan. Diharapkan pembahasan ini dapat memberi rekomendasi kepada pemangku kepentingan untuk merumuskan roadmap penguasaan teknologi kemananan yang perlu dipersiapkan oleh institusi yang berwenang untuk mengantisipasi potensi ancaman terhadap keamanan negara. 

 

Teknologi Kebencanaan

KTN-2018 bidang teknologi kebencanaan menjadi ajang pemangku kepentingan untuk memetakan status perkembangan, mengkaji dan menyikapi kemajuan, kesiapan, serta niat untuk meningkatkan ketahanan bangsa, terhadap ancaman potensi serba-bencana (baik slow-onset maupun fast-onset disasters), melalui penerapan teknologi anak bangsa. Kongres ini juga menjadi wahana retrospeksi, membangun peta jalan ke depan, mendorong kemampuan anak bangsa bekiprah dan berkontribusi menghadapi potensi bencana yang semakin banyak terjadi dan skala intensitasnya pun semakin meningkat di bumi super-market bencana Indonesia.

 

Tema Bidang Teknologi Kebencanaan adalah  Inovasi Teknologi Pengurangan Risiko Bencana Untuk Menyelamatkan Investasi Dan Pembangunan Berkelanjutan. Tema ini mencakup bahasan kebijakan dalam rangka mendorong dan meningkatkan inovasi teknologi dan pembangunan berbasis migasi bencana untuk mendukung penyelamatan investasi dan melestarikan upaya pembangunan berkelanjutan. Topik yang akan dibahas adalah: 

1. Kebijakan nasional teknologi pengurangan risiko bencana dalam kerangka global, 

2. Sistem peringatan dini dan teknologi migasi bencana, 

3. Teknologi pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat, dan

4. Manajemen Data dan Informasi dalam Pengurangan Risiko Bencana. 

 

Dalam KTN-2018 Bidang Kebencanaan ini akan diluncurkan Outlook Teknologi Kebencanaan dan Rekomendasi KTN Bidang Kebencanaan.

 

Teknologi Material

Tantangan inovasi bidang Teknologi Material adalah bagaimana mengelola sumber daya alam yang dimiliki Indonesia agar dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi pembangunan dan kesejahteraan rakyat ditinjau dari aspek ketergantungan impor bahan baku industri yang setiap tahun menyedot 1500-an triliun rupiah. Aspek pengelolaan sumber daya lokal sebagai bahan baku industri di 6 sektor industri prioritas, dan aspek minimnya inovasi karena tidak didukung oleh kebijakan yang kuat dan pendanaan yang memadai. Dalam rangka meningkatkan daya saing untuk mewujudkan kemandirian bangsa, terobosan dan rekomendasi dalam teknologi material dirasa perlu untuk dikaitkan dengan pertumbuhan ekonomi. 

 

Topik yang akan dibahas dalam Kongres Teknologi tahun 2018 ini adalah Teknologi Material Untuk Substitusi Impor Bahan Baku Industri dan Komponen, Teknologi Material Untuk Peningkatan Nilai Tambah SDA, dan Inovasi Teknologi Material Untuk Meningkatkan Daya Saing Produk Menuju Kemandirian.

 

Kehadiran negara sangat dibutuhkan guna mengatasi rendahnya kepercayaan mitra industri pada produk teknologi lokal, persaingan usaha yang saling membunuh, regulasi yang tidak mendukung, perijinan yang menyulitkan, dan sebagainya. Hal ini menjadi ancaman bagi keberlangsungan hidup usaha-usaha ekonomi baru berbasis inovasi dalam negeri. Guna mengantarkan industri domestik yang kuat, minimal 3 (tiga) aspek yang harus diselesaikan yaitu :

- meminimalisasi ketergantungan impor bahan baku dan komponen, 

- memperkuat kemampuan pengolahan sumber daya alam dan 

- mengembangkan inovasi-inovasi tepat sasaran sesuai kebutuhan industri prioritas. 

 

Inovasi-inovasi ini tidak bisa terbangun begitu saja, tetap ada proses awal, dimulai dari riset dasar di lembaga penelitian dan universitas hingga dikembangkan menjadi produk teknologi melalui prinsip-prinsip kerekayasaan. Scientific Linkage ini menjadi sangat penting guna membangun basis kekuatan industri berdasarkan penguatan iptek. Semakin banyak hasil-hasil riset dasar yang disitasi dalam sebuah paten yang menjadi karya cipta produk industri, akan semakin menentukan kekuatan dan daya saing produk tersebut di market.  

 

Dengan latar belakang di atas, rekomendasi kebijakan nasional untuk penelitian, pengembangan, pengkajian serta penerapan teknologi material pada industri akan diuraikan pada Outlook Teknologi Material Edisi 2018: Inovasi Teknologi Material untuk mendukung Industri Andalan. Outlook ini disusun dengan tujuan untuk memberikan gambaran, pandangan dan arah riset serta pengembangan teknologi yang diperlukan guna mendukung pemanfaatan dan pengembangan industri prioritas dan Roadmap Industri 4.0.

 

Untuk informasi selengkapnya terkait penyelenggaraan KTN 2018 ini, sila kunjungi tautan ktn.bppt.go.id. (Humas/HMP)

 

 

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id