Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Inovator Fuel Cell Raih BJ Habibie Technology Award 2018 (II)

 

Jakarta, (10/7/2018) – BPPT memberikan Penghargaan Teknologi BJ Habibie atau BJ Habibie Technology Award (BJHTA) 2018 kepada Prof. Dr.-Eng. Eniya Listiani Dewi. Penghargaan ini diberikan langsung oleh Presiden RI ke-3, Bapak BJ. Habibie dan Kepala BPPT, Dr. Unggul Priyanto.

 Kepada awak media Kepala BPPT mengatakan, BJHTA adalah penghargaan tertinggi kepada insan pelaku teknologi yang berjasa pada bangsa dan negara, melahirkan karya nyata teknologi dan inovasi. 

“BJHTA menjadi salah satu upaya BPPT untuk  mendorong  penciptaan inovasi teknologi di Indonesia,” ujarnya.

 

Usai didaulat menerima penghargaan pada gelaran ke-11 Anugerah BJHTA ini, Prof. Eniya mengaku bahwa dirinya sejak tahun 2004, telah mengembangkan teknologi fuel cell dengan metode electron transfer, menggunakan bahan baku lokal dan dipasang pada motor, juga back up power untuk berbagai peralatan.

Selain itu, sosok Eniya juga memegang hak Paten ThamriON, bioreaktor hidrogen, fuel cell Omaf, dan dua hak merek. Dirinya pun telah menerbitkan buku "Mengerti Teknologi Fuel Cell dan Hidrogen" pada 2010, serta telah menghasilkan makalah internasional dan nasional, yang jumlahnya mencapai 200 judul.

Profil Peraih BJHTA 2018

Prof. Dr-Eng. Eniya Listiani Dewi, B.Eng., M.Eng. lahir di Magelang tahun 1974, setelah lulus SMA 1 Magelang, melanjutkan program S1 di Waseda University dengan beasiswa STAID hingga memperoleh gelar B.Eng pada tahun 1998. Meneruskan S2 di universitas yang sama dengan beasiswa IWAKI Foundation hingga mendapatkan gelar M.Eng pada tahun 2000. Program doktoralnya diselesaikan sebagai spesial researcher JSPS hingga bergelar Dr-Eng pada 2003.

Sebagai Peneliti Utama, dirinya mendapatkan gelar sebagai Profesor Riset di Bidang Teknologi Proses Elektrokimia pada tanggal 9 Juni 2016.  Jabatan struktural dimulainya dari Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Energi Baru dan Terbarukan, Pusat Teknologi Pengembangan Sumber Daya Energi. pada tahun 2014. Pada tahun yang sama, dia diangkat menjadi Direktur Pusat Teknologi Material. Satu tahun kemudian, Eniya dilantik sebagai Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi BPPT dan sejak 29 Februari 2018 hingga saat ini, menjabat sebagai Deputi Bidang Teknologi Informasi, Energi dan Material. Eniya pun lantas dipercaya menjadi Komisaris Utama BUMN, PT. Garam sejak 29 Desember 2017 lalu.

Rangkaian riset yang dikerjakan terkait dengan material untuk energi baru hidrogen diantaranya adalah material polimer dan katalis untuk oksigen baterai, fuel cell, produksi biohodrogen dan elektrolisa, yang nantinya akan menunjang impiannya, untuk menciptakan Hydrogen City, dimana semua sumber daya energinya untuk kelistrikan dan transportasi berasal dari energi hidrogen. Kegiatan riset bersama dengan tim yang terkait nano-material polimer elektrolit, nano-katalis pereduksi oksigen, pengembangan teknologi manufaktur fuel cell, pengembangan produksi hydrogen adalah sebagai berikut; 1.Elektron Transfer pada Katalis Kompleks dan Proton Transfer pada Elektrolit Padat; 2.Teknologi Material pada Omaf® DMFC; 3.Manufaktur MEA untuk Fuel Cell; 4.Komponen dan Desain PEMFC; 6.Proses Produksi Hidrogen dari Air dan Limbah Biomasa.

Sebagai informasi, Prof. Eniya juga aktif sebagai Ketua Umum Himpunan Polimer Indonesia 2017-2020, serta sebagai Founder dan President Indonesian Association of Fuel Cell and Hydrogen Energy sejak 2015 hingga sekarang. Di skala internasional, Eniya menjabat sebagai Board of Director International Association of Hydrogen Energy (IAHE) dan Indonesian Chapter Chair untuk APEC Research Center for Advanced Biohydrogen Technology (ACABT).

Hasil karyanya telah mendapatkan penghargaan baik di tingkat nasional maupun international. Penghargaan sebagai Ikon Berprestasi Indonesia 2017, Wirakarya 2016, Pahlawati Riset dan Teknologi 2016, Soegeng Sarjadi Award 2014, Duta Iptek Indonesia 2012, Habibie Award 2010 Bidang Ilmu Rekayasa, Pegawai Berprestasi 2010 di BPPT, Patent Innovation (Inovasi HKI) 2010 Award (2nd) 2010, Ristek-Medco Energy Award (2nd) 2008, PII-Engineering Award, Adikara Rekayasa Engineering (2nd) 2006, Indonesia Young Best Scientist Award XII (Peneliti Muda Terbaik Indonesia Bidang Teknik  dan Rekayasa) 2004, Asia Excellence Award 2009, ASEAN Outstanding Engineering Achievement Award (1st) 2006, KOUKENKAI Award 2003, MIZUNO Award 2003.

Apa yang telah dicapai oleh saudara Eniya, diutarakan Kepala BPPT tentunya merupakan bagian dari sumbangsih BPPT untuk negeri.  BPPT terus berusaha untuk memberikan sumbangsih bagi kemajuan bangsa dan Negara, melalui ilmuwan yang dimiliki.

“Saya mengucapkan selamat atas diraihnya penghargaan anugerah BJHTA 2018, semoga penghargaan ini dapat semakin memicu semangat untuk terus mengembangkan diri dalam menghasilkan karya nyata teknologi,” tutupnya. (Humas/HMP)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id