Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

KTN 2018 : Fokus Teknologi Hankam, Kebencanaan dan Material, Dukung Revolusi Industri 4.0

 

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), menggelar Kongres Teknologi Nasional (KTN) 2018. Penyelenggaraan KTN kali ketiga ini bertajuk "Strategi Implementasi Kebijakan Nasional untuk mendukung Kemandirian Teknologi", yang berlangsung mulai hari ini Selasa (17/07) sampai 19 Juli 2018, di Auditorium Gedung II BPPT Lantai 3, Jl. M. H. Thamrin No 8, Jakarta.

Ditegaskan Kepala BPPT Unggul Priyanto dalam sambutannya, KTN 2018 ini difokuskan pada bidang Teknologi Industri Pertahanan, Kebencanaan dan Material.

“Fokus KTN kali ini penting, utamanya dalam mendukung era Revolusi Industri ke empat (Industri 4.0,- red). Topik ini juga sesuai guna mewujudkan akselerasi program prioritas pembangunan pemerintah,” ungkapnya.

 

Perkembangan dunia dijelaskan Kepala BPPT, dipengaruhi oleh 4 (empat) penggerak: populasi, teknologi, globalisasi, dan perubahan-iklim yang semakin memicu tingkat kerentanan daya dukung kelestarian pembangunan. Kondisi perekonomian dunia saat ini harus menghadapi berbagai ketidakpastian. Selain adanya berbagai isu geopolitik, perkembangan teknologi juga turut memberikan dampak pada perubahan sosial dan ekonomi.

“Untuk menjawab tantangan tersebut dan dalam rangka mendukung misi pemerintahan memperkuat kemampuan, kapasitas dan kemandirian industri dalam negeri, mewujudkan kemandirian dan daya saing bangsa, maka perlu dipersiapkan berbagai terobosan inovasi teknologi antara lain di bidang teknologi industri pertahanan–keamanan, kebencanaan dan material,” tegasnya.

Gelaran KTN 2018 ini pada hari ketiga nanti, akan memberikan Rekomendasi Teknologi yang diperlukan, untuk memperkuat peran dan eksistensi teknologi dalam mendukung pengembangan industri nasional, peningkatan daya saing dan kemandirian bangsa, sesuai dengan program pemerintah yang tertuang dalam Program Nawacita dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahap II 2020 -2024.

“BPPT mengajak berbagai pihak, para pemangku kepentingan dari dalam dan luar negeri seperti kementerian atau lembaga terkait, pejabat pemerintah, perwakilan lembaga legislatif, badan usaha, industriawan, akademisi, para pakar dan praktisi serta  stakeholder lainnya untuk dapat berpartisipasi dalam kongres teknologi ini,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof. M. Nasir juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Kongres Teknologi 2018 ini. Menurutnya kongres teknologi merupakan wadah penting bagi kemunculan ide terkait inovasi teknologi untuk pembangunan Indonesia.

Menteri Nasir kemudian menghimbau para akademisi untuk mempublikasikan hasil penelitiannya dan menghasilkan inovasi sehingga bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Indonesia memiliki lebih dari 5.400 riset yang telah dipublikasikan, jumlah ini terus meningkat per Juli lalu. Riset yang bermanfaat adalah riset yang dipublikasikan dan menghasilkan inovasi. Selamat kepada BPPT untuk penyelenggaraan KTN 2018, mari kita dorong agar jangan sampai riset berhenti sampai publikasi. Harus inovasi menjadi output,” tutupnya.

Sebagai informasi, pembukaan KTN 2018 ini juga dihadiri oleh (Wakapolri) Komjen Syafruddin dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Heru Winarko, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei, serta Ketua Tim Pelaksana Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) Laksamana TNI (Purn) Sumardjono. (Humas/HMP)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id