Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

40 Tahun BPPT: Kuasai Teknologi, Menjadi Bangsa yang Berlari

Memasuki usia yang ke 5 windu atau ke-40 tahun ini, BPPT berusaha untuk semakin meningkatkan kontribusinya dalam pembangunan nasional, khususnya dalam peningkatan daya saing dan kemandirian.

 

Dikatakan Kepala BPPT Unggul Priyanto, kontribusi tersebut  terus diperkuat dengan peran BPPT, yakni Kerekayasaan, audit teknologi, kliring teknologi, intermediasi teknologi, alih teknologi, difusi dan komersialisasi teknologi.

 

 

Dalam upaya meningkatkan peranan dan kontribusi dalam pembangunan tersebut dan mengacu  pada Tugas Pokok BPPT, maka telah dilakukan penyempurnaan terhadap visi dan misi.

 

“Visi BPPT adalah Menjadi lembaga unggulan Teknologi dalam pengkajian dan penerapan teknologi untuk meningkatkan daya saing menuju kemandirian bangsa,” ungkapnya.

 

Sementara untuk Misi, diurai Kepala BPPT yakni; pertama, Merumuskan dan merekomendasikan kebijakan nasional di bidang teknologi untuk peningkatan daya saing menuju kemandirian bangsa; kedua, Melaksanakan pengkajian dan penerapan teknologi untuk menghasilkan inovasi teknologi, audit teknologi, kliring teknologi, alih teknologi, dan layanan teknologi; ketiga, Melaksanakan tata kelola pemerintahan yang baik melalui reformasi birokrasi.

 

Bukti nyata dari visi dan misi tersebut, telah banyak inovasi dan layanan teknologi yang dihasilkan BPPT dan telah dimanfaatkan, baik oleh instansi pemerintah pusat dan daerah, industri maupun masyarakat luas. Sebagai capaian kinerja dari Misi pertama, BPPT  memberikan rekomendasi kebijakan teknologi, antara lain:

1.    Rekomendasi e-Pemilu, dan melakukan uji coba E-Pemilu pada Pilkada di Sulsel.

2.    Rekomendasi Pengolahan Emas bebas Mercury pada pertambangan emas skala kecil,

3.    Menyampaikan Hasil Kongres Teknologi Nasional  kepada berbagai institusi terkait berupa Rekomendasi Kebijakan Teknologi dalam bidang Pangan, Energi, Maritim,  Transportasi, Kesehatan, ICT, Maritim, Hankam, Material, dan Kebencanaan.

 

Inovasi BPPT

Kemudian, dalam melaksanakan Misi kedua, dari aspek inovasi yang telah dihasilkan BPPT , diantaranya :

1. Automatic Dependent Surveillance-Broadcast (ADS-B), yaitu Pemantau Penerbangan Nir Radar, dan sudah diproduksi  PT INTI serta mulai diimplementasikan tahun 2018  ini oleh Airnav di 7 lokasi Papua jalur Sentani – Oksibil – Wamena.

 

2. Pemanfaatan Karet Alam menjadi Rubber Air Bag sebagai bantalan dalam menaikkan dan menurunkan kapal, dan  saat ini  sudah diproduksi oleh PT. Samudera Luas Paramacitra – Cirebon.

 

3. Implan Tulang SS316L yang dapat mengurangi ketergantungan impor dengan harga lebih murah, dan sudah diproduksi oleh PT. Zenith. Saat ini ratusan implant hasil inovasi BPPT tersebut telah didonasikan untuk membantu korban gempa di Pulau Lombok.

 

4. BPPT telah berhasil mengembangkan Drone Alap-Alap yang mempunyai daya jelajah 100 km dengan ketinggian terbang 12.000 feet.  Selain digunakan untuk surveilance, Drone Alap-alap ini telah dimanfaatkan juga Pemetaan jalur Kereta Semi Cepat Cirebon – Brebes.

 

5. Dalam bidang kesehatan, bekerja sama dengan PT. Kimia Farma, BPPT berhasil meningkatkan nilai tambah garam rakyat menjadi garam farmasi  sebagai substistusi impor.

 

6. Dalam upaya menangani angka kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD), BPPT bekerjasama dengan Balitbangkes dan PT. Hepatika Mataram telah berhasil  mengembangkan Kit Diagnostik DBD dari virus Dengue strain lokal. Kit Diagnostik DBD tersebut dapat mendeteksi antigen dalam waktu 2 hingga 10 menit.

 

7. Pada tanggal  8 Agustus 2018, telah dilakukan peresmian unit produksi dan launching produk BioPeat yang merupakan terobosan teknologi dalam rangka memanfaatkan lahan gambut tanpa dibakar untuk pertanian dan perkebunan. Unit produksi yang dikembangkan BPPT bersama PT. Riau Sakti United Plantations (RSUP) ini memiliki kapasitas produksi sebanyak 600 ton/tahun, cukup untuk memenuhi kebutuhan 120 hektar kebun lahan gambut yang ditanami jagung, nanas maupun buah naga.

 

8. Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan, BPPT mengembangkan teknologi untuk memberdayakan sumberdaya pangan lokal dalam rangka diversifikasi pangan. Beberapa produk pangan lokal telah dihasilkan dan dikomersialisasikan seperti Beras Sehatku, Beras Sigerku, Beras Tiwulku berbahan baku ubi kayu, serta Beras Sagu dan Mie Sagu berbahan baku Sagu.

 

9. Inovasi teknologi Kerangka Sampel Area (KSA) merupakan kontribusi BPPT dalam memperbaiki metode pengumpulan data pertanian (fase tumbuh padi) kerjasama dengan Badan Pusat Statistik untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

 

10. Untuk memenuhi kebutuhan air minum, BPPT telah mengembangkan teknologi pengolahan air berbasis masyarakat menjadi air yang siap diminum (Arsinum) untuk daerah yang tidak terjangkau akses air minum PDAM. Teknologi Arsinum ini dapat mengolah air dari berbagai sumber seperti air tanah, air payau, air gambut maupun air laut. Penerapanya sudah dilakukan di beberapa daerah seperti di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sumbawa bahkan sampai di Papua.

 

Kemudian Misi kedua pada aspek peran Kliring Teknologi, BPPT telah berkontribusi dalam pembuatan FS Kereta Semi Cepat koridor Jakarta – Surabaya.  Sedangkan untuk Audit Teknologi dilakukan BPPT pada pembangunan Light Rail Transit (LRT) membantu PT. INKA dengan melaksanakan Verifikasi, validasi dan Integrasi  Design pada LRT Jabodebek.

 

Selain meluncurkan beragam Inovasi, BPPT terus bergiat memberikan Layanan Teknologi yang dilaksanakan melalui PNBP dari Satker Balai dan BLU Pusat Pelayanan Teknologi BPPT. Layanan teknologi yang memberi dampak nyata secara nasional yakni: (1). Layanan Teknologi Modifikasi Cuaca oleh B2TMC BPPT, dimana saat ini lebih banyak  pada penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla), pengisian air waduk, dan turut berperan dalam pengamanan Asian Games di Jakarta dan Palembang. (2). Layanan teknologi dari Balai Teksurla dimana Kapal Riset Baruna Jaya turut berperan dalam pencarian jatuhnya pesawat Air Asia, dan baru-baru ini bersama Tim Basarnas dan KNKT menemukan kapal KM Sinar Bangun di Danau Toba pada kedalam 450m dengan menggunakan teknologi ROV. Selain itu Baruna Jaya memberikan pelayanan kepada PT Telkom dalam survey pemasangan kabel bawah laut. Sementara itupun, pagu Pendapatan dari PNBP dan BLU mengalami peningkatan tiap tahunnya sehingga mulai tahun 2017 Pagu Anggaran BPPT menembus angka di atas 1 Trilyun .

 

Pengejawantahan Misi ketiga yaitu melaksanakan tata kelola pemerintahan yang baik melalui reformasi birokrasi, ditempuh BPPT dengan keberhasilan mencapai opini WTP selama 3 tahun berturut turut dari 2015, 2016 dan 2017. Nilai Capaian Reformasi Birokrasi BPPT terus meningkat dari nilai 53,04 pada tahun 2014 menjadi 75,74 pada tahun 2017. Akuntabilitas Kinerja BPPT juga terus meningkat, dari nilai 65,14 dengan kategori B pada tahun 2013, naik menjadi 71,78 yang diganjar kategori BB pada tahun 2017.

 

Tidak lantas berpuas diri, Kepala BPPT mengatakan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan kompetensi, profesionalisme, etos kerja dan revolusi mental untuk kejayaan BPPT, di usia ke 40 tahun ini.

 

“BPPT akan terus berupaya untuk mendorong penguasaan teknologi, untuk diterapkan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder,red), agar kita bisa berlari mengejar bangsa lain. Dirgahayu ke Empat Puluh Tahun BPPT, Terus Berinovasi,” pungkasnya.

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id