• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Drone Tipe Alap-alap BPPT Dapatkan Sertifikasi Kemenhan

 
 
 
Setelah sukses melakukan uji coba misi pemetaan jalur kereta api cepat Cirebon Brebes (61km) pada bulan Juli 2017, serta daerah terdampak bencana di Lombok atas permintaan BNPB ke BPPT pada Agustus 2018, Pesawat Udara nir Awak (PUNA) atau Drone tipe Alap-Alap PA-06D diajukan ke Puslaik Kementerian Pertahanan untuk disertifikasi sebagai produk militer dengan jenis sertifikat Type Certificate (TC). 
 
 
Dikatakan Deputi Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa BPPT, Wahyu Widodo Pandoe, Drone tipe Alap-alap ini dalam sertifikasinya, ditujukan untuk misi pemetaan.
 
"BPPT mengajukan PUNA Alap-Alap dengan misi pemetaan udara yang memiliki kemampuan pemetaan seluas 1700HA per jam," ungkapnya dalam acara Serah Terima Sertifikat Type (Type Certificate) dan Sertifikat Kelaikan Udara Militer (Certificate of Airworthinness) dari Baranahan Kementerian Pertahanan RI, yang digelar di Kantor BPPT, Jakarta, Kamis (03/01/2019).
 
 
Lebih lanjut dikatakan Deputi TIRBR bahwa dalam misi pemetaan, tersebut, kemampuan pemetaan seluas 1700HA per jam atau satu kali terbang (yaitu selama 5 jam operasi pemetaan). Drone BPPT ini dapat memetakan seluas lebih dari 8500HA, pada ketinggian 1500 ft. Sebagai gambaran, luas wilayah DKI adalah 66150 HA. Jadi untuk 1 jam dapat memetakan 1700 hektar. Kalau dilakukan maksimum endurance, yaitu 5 jam, dapat memetakan 8500 hektar.
 
 
"Untuk altitude atau ketinggian terbangnya, Alap-alap ini mampu mencapai 12.000 feet, dengan jangkauan datalink 100 km (LOS). Untuk kecepatan saat cruise : 55 - 65 knot dan untuk takeoff landing memerlukan landasan pacu sepanjang 150-200 meter," paparnya.
 
 
Deputi Wahyu lalu menginformasikan bahwa proses sertifikasi memerlukan waktu 3 bulan sejak didaftarkan sampai lulus sertifikasi pada bulan Desember 2018. TC atau Sertifikat Type diberikan kepada BPPT sebagai lembaga yang melakukan perancangan dari PUNA Alap-alap tersebut. 
 
 
"Setelah mendapatkan TC, PUNA Alap-Alap PA-06D diharapkan dapat diproduksi di dalam negeri dan dimanfaatkan oleh TNI," pungkasnya.
 
Sebagai informasi, spek Drone atau PUNA tipe Alap-Alap PA-06D adalah sebagai berikut: Bentang sayap : 3.2 m, berat maksimum saat takeoff (payload) : 31 kg, serta endurance : 5 jam terbang. 
 
 

Adapun serah terima sertifikat ini akan dilakukan oleh Kepala Pusat Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan RI Kepada Deputi BPPT Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa BPPT (TIRBR). 

 
 
Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Sarana Kementerian Pertahanan RI Laksamana Muda Agus Setiadji mengatakan bahwa teknologi Drone atau PUNA BPPT ini merupakan salah satu  teknologi yang dapat menunjang sistem deteksi keamanan di indonesia. 
 
 
 
"Diharapkan kedepan adanya sertifikasi ini akan berlanjut dan menjadi referensi untuk PUNA menjadi produk massal. Dengan adanya keterlibatan BPPT semoga kedepan juga kami dapat terus bersinergi," pungkasnya. (Humas/HMP)
 

Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT