• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Dukung Ketahanan Energi, BPPT Dorong Pemanfaatan Minyak Sawit Untuk Green Fuel

 

Sejatinya sumber bahan bakar nabati atau Biofuel di indonesia sangat berlimpah bahkan akhir akhir ini salah satu sumber nabati seperti minyak sawit bahkan sudah oversupply kalau dihadapkan antara produksi dan pasar yang menyerap.

 

Terkait hal tersebut BPPT mengadakan workshop dengan tema Pemanfaatan Minyak Sawit untuk Green Fuel dalam Meningkatkan Ketahanan Energi dan Kesejahteraan Rakyat, di Jakarta (16/07).

 

Tujuan seminar ini adalah untuk memberikan rekomendasi penyusunan kebijakan dalam penyelesaian permasalahan dibidang kelapa sawit baik disektor hulu dan hilir serta  menyebarkan informasi inovasi-inovasi di bidang teknologi pemanfaatan minyak sawit untuk Green Fuel yang telah dihasilkan oleh Lembaga-lembaga riset, Universitas, dan Perusahaan seperti BPPT, ITB, Pertamina

 

Kepala BPPT Hammam Riza dalam sambutannya menyampaikan, workshop ini sebagai langkah antisipasi oversupply CPO dan ancaman larangan penggunaan minyak sawit di Eropa dan Amerika, mendorong diversifikasi penggunaan BBM berbasis minyak sawit sebagai energi terbarukan yang ramah lingkungan sekaligus mengurangi impor untuk memperbaiki neraca perdagangan Indonesia.

 

Untuk itu, dalam upaya mengurangi impor perlu dilakukan diversifikasi BBM dengan sumber energi lain terutama bahan bakar nabati atau green fuel. Ditegaskan Hammam, BPPT siap bersinergi dan berkontribusi dalam Flagship Prioritas Nasional tentang bahan bakar nabati dari minyak sawit dan minyak inti sawit bersama Kemenristekdikti, ITB, Pertamina, LIPI dan pihak-pihak terkait lainnya.

 

Saat ini kata Hammam, BPPT juga sedang menyiapkan teknologi mengkonversi biomassa berbasis kelapa sawit (tandan kosong, dahan, batang) menjadi Bio Crude Oil (BCO) yang nantinya dilakukan upgrading dan refinery untuk menghasilkan produk-produk green BBM dan harapannya BCO ini dapat lebih murah dari crude fossil oil.

 

Lanjut Hammam, BPPT juga melakukan pengembangan teknologi mengkonversikan biomassa berbasis kelapa sawit melalui gasifikasi termal. Melalui teknologi tersebut limbah kelapa sawit dapat dikonversi menjadi sysngas yang dapat diolah menjadi bahan dasar industri kimia seperti methanol maupun untuk bahan bakar seperti Dimethyl Ether sebagai alternatif dari LPG, ujar Hammam.

 

Dikesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, sawit memberikan potensi kontribusi yang besar diantaranya untuk perekonomian termasuk serapan tenaga kerja.

 

CPO juga mampu memberikan kontribusi yang banyak bagi Indonesia, diantaranya kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja tinggi, selain itu sawit juga berkontribusi dalam menekan impor karena akan membuat neraca transasksi berjalan menjadi defisit, ujar Luhut.

 

Guna mengatasi hal tersebut, pemerintah akan mengoptimalkan biodiesel 30% (B30). Dengan demikian, impor bisa dihemat, jadi peran kelapa sawit sangat penting, jelasnya.

 

Sebagai informasi acara terebut juga dihadiri Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, para Deputi Kepala BPPT, Bupati Kabupaten Pelalawan H.M Harris serta para stakeholder dan mitra BPPT. (Humas/HMP)

 

Unduh Materi Workshop disini


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT