• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Wujudkan Jejaring Dan Inovasi Bidang Kesehatan, BPPT- AMED Gelar Simposium Internasional

Penelitian dalam bidang kesehatan saat ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Capaian ilmu pengetahuan dan teknologi telah banyak diaplikasikan untuk meningkatkan inovasi dalam bidang kesehatan dan inovasi bidang kesehatan memerlukan keahlian multidisiplin.

 

Jaringan yang kuat antar peneliti yang terlibat dalam bidang terkait merupakan kunci untuk keberhasilan pengembangan ini serta kolaborasi antara pemerintah, akademisi dan industri (ABG) juga kunci keberhasilan diseminasi hasil inovasi ke masyarakat luas.

 

Guna terwujudnya jejaring dan inovasi tersebut, BPPT bersama Japan Agency for Medical Research and Development (AMED) menyelenggarakan simposium internasional bertajuk Asia Infectious Disease Project Joint Symposium Toward the Social Implementation of Health Technology Through the Asian Research Network.

 

Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB) BPPT Soni Solistia Wirawan dalam sambutannya mengatakan, bahwa sumber daya hayati yang melimpah di Indonesia adalah pertimbangan utama dan sumber daya dalam pengembangan teknologi produksi bahan baku obat-obatan dan obat tradisional.

 

Bersama dengan kementerian terkait, lembaga penelitian, universitas lokal dan internasional, BPPT disampaikan Soni siap berkolaborasi untuk mengembangkan sumber daya hayati guna menjadi obat yang bermanfaat, dengan prinsip kebersamaan, kesetaraan dan menghormati kepentingan lokal dan nasional.

 

BPPT juga telah melakukan implementasi teknologi untuk produksi bahan baku farmasi berdasarkan sumber daya hayati seperti pengembangan teknologi untuk produksi bahan baku obat antibiotik beta-laktam, termasuk amoksisilin dan sefalosporin, permen karet xanthan, garam farmasi dan dekstrosa monohidrat. BPPT juga mengembangkan teknologi untuk persiapan obat tradisional dan ekstrak tanaman obat standar, ujarnya.

 

Lanjutnya, melalui proyek SATREPS, BPPT bersama dengan mitra telah melakukan penemuan obat untuk mencari kandidat obat antimalaria. Proyek ini dimulai pada 2015 hingga April 2020 mendatang. 

 

Sementara disela acara tersebut, Kepala Balai Bioteknologi BPPT Agung Eru Wibowo menyampaikan, acara ini diharapkan terjadi pertukaran informasi hasil-hasil riset yang telah dilakukan dalam mengatasi penyakit infeksi di Asia.

 

Selain itu juga diharapkan dapat terjadi pertukaran informasi serta penguatan jejaring dan kolaborasi riset, sehingga kerjasama-kerjasama riset bidang kesehatan yang melibatkan berbagai lembaga riset dari negara-negara Asia dapat terwujud

 

Terkait peran BPPT Agung menyebut, bahwa salah satuh prioritasnya adalah ketersediaan bahan baku obat. Sekarang BPPT juga sudah mencanangkan program prioritas nasional melalui program flaghship untuk pengembangan bahan baku obat.

 

Kolaborasi riset SATREP adalah bagian dari penguatan flagship, selain  pengembangan bahan baku obat yang seperti antibiotik kita juga mengembangkan  bahan baku obat yang lain untuk mendukung farmasi, seperti pengembangan obat  penyakit infeksi berbasis sumberdaya hayati, jelasnya. 

 

Sebagai informasi, hadir pada acara tersebut perwakilan dari beberapa institusi kunci dalam bidang regulasi dan riset akan memaparkan hasil riset dan kebijakan terkait. Peneliti-peneliti kompeten dalam bidang pengembangan bahan baku obat dan perwakilan Kementerian Kesehatan dari beberapa negara Asia, termasuk India, Malaysia, Vietnam, Kamboja, Filipina, Jepang, dan Indonesia.

 

Adapun peserta simposium datang dari Balitbangkes, LIPI, BPOM, Kementerian Kesehatan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Eijkman Institute, Universitas Airlangga, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada dan IPB.  (Humas/HMP)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT