• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Dukung Pembangunan Ibukota Baru, BPPT Siapkan Beragam Teknologi

 

Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kertanegara yang berada di provinsi Kalimantan Timur baru saja diumumkan sebagai ibu kota baru Indonesia. Hal itu secara resmi disampaikan Presiden RI Joko Widodo dalam pernyataannya pada konferensi pers di Istana Negara, Jakarta Pusat, Agustus lalu.

Pembangunan pun tentunya terus dilakukan untuk menjadikan dua kabupaten tersebut sebagai ibu kota yang ideal menggantikan Jakarta. Menanggapi apa yang telah disampaikan Presiden Jokowi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pun siap mendukung  pembangunan ibu kota baru di Kalimantan, yang rencananya rampung pada awal tahun 2024. 

 

Seperti yang disampaikan Kepala BPPT Hammam Riza usai hadir dalam pertemuan yang dipimpin oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia Bambang Brodjonegoro (10/16). 

 "Pada forum rapat Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara tersebut, BPPT ditunjuk menjadi tim koordinasi strategis yang fokus kepada perencanaan wilayah, tata ruang dan pertanahan," terang Hammam di Kantor BPPT, Jakarta, Rabu, (16/10/2019).

 

Kepala BPPT juga menyebut  dukungan BPPT untuk rencana pembangunan ibu kota baru ini, bahwa pihaknya akan all out.

 "Kami akan kerahkan tidak hanya kepada satu bidang saja, tapi juga banyak sektor yang dapat disentuh oleh inovasi dan teknologi yang dimiliki BPPT," ujarnya.

 

BPPT juga akan memberikan kontribusi untuk membantu di bidang lingkungan hidup dan kebencanaan, karena saat ini pun BPPT sedang mengembangkan teknologi Early Warning System. 

 "Jadi kami memberi rekomendasi juga agar di ibu kota baru ini dapat memanfaatkan teknologi dalam setiap aspek kebencanaan, baik dari sisi mitigasi, saat bencana, hingga pasca bencana seperti evakuasi, dan lain-lain", tambah Hammam.

 

Hammam juga mengatakan, BPPT akan berkontribusi mendorong penerapan teknologi masa depan yang tepat, untuk diimplementasikan di ibukota baru, seperti teknologi pengelolaan sampah, air, energi, IT, transportasi, dan lainnya.  Lebih lanjut diutarakan oleh Hammam, membangun ibukota yang ideal berbasis pada penerapan teknologi, tentunya juga dapat menghela pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

 

Hal ini urai Hammam dapat dilakukan mulai dari mempersiapkan clustering pada industri baru hingga membangun daerah tanpa menyebabkan kerusakan terhadap lingkungan.

 "Bagaimana clustering terhadap industri-industri baru seperti kendaraan listrik, dan membangun sebuah daerah dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan, diharapkan tidak terjadi kerusakan terhadap hutan lindung," tegas Hammam.

 

Sementara Menteri PPN pada kesempatan itu mengatakan, pemetaan tugas masing-masing Kementerian dan Lembaga tidak serta merta membatasi ruang gerak dalam memberikan kontribusi, dan pandangan dalam pembangunan ibu kota baru. 

"Jika BPPT atau lembaga dan kementerian lain memiliki hasil penelitian, inovasi yang bagus untuk diterapkan di kota baru seperti transportasi, energi baru, ini kita terbuka sekali", pungkasnya. (Humas BPPT)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2020 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT