• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

BPPT Lakukan Teknologi Modifikasi Cuaca Untuk Mengatasi Kekeringan Lahan di Jawa Barat dan Pemenuhan Energi Listrik di Jawa-Bali

Bandung, (25/2019). Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) memulai operasi TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca) di  daerah tangkapan air waduk Kaskade Citarum, Jawa Barat. 

Kegiatan ini merupakan kerjasama antara BBTMC-BPPT dengan Perum Jasa Tirta II, PT Indonesia Power dan PT Pembangkitan Jawa Barat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Balai Besar Wilayah Sungai Citarum, Pusat Sumber Daya Air Kementerian PUPR serta Badan Meteorologi, Klimatologi dan Gefisika (BMKG). 

Waduk Kaskade Citarum terdiri dari Waduk Saguling, Waduk Cirata dan Waduk Jatiluhur  yang merupakan tulang punggung dari ketersediaan pasokan listrik di wilayah Jawa Bali. Waduk Saguling memiliki kapasitas produksi  4 x 175.8 MW, sedangkan Waduk Cirata 8 x 126 MW dan Waduk Jatiluhur 187 MW. 

Selain untuk produksi listrik, air yang bersumber dari Waduk Kaskade Citarum juga digunakan untuk pertanian di Jawa Barat, termasuk memenuhi kebutuhan air baku bagi industri, masyarakat Jakarta dan sekitarnya.

Seperti diketahui, BBTMC BPPT sejak sebulan yang lalu hingga saat ini melaksanakan tugas operasi TMC penanggulangan karhutla di Sumatera dan Kalimantan. Selama pelaksanaan TMC terjadi hujan yang cukup  merata sehingga mengurangi jumlah hotspot secara  signifikan.

Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Pengembangan Sumber Alam (TPSA) Yudi Anantasena disela kegiatan tersebut mengatakan, tahun ini diprediksikan terjadi El Nino lemah bahkan cenderung netral, namun efeknya sangat terasa terlihat dari minimnya curah hujan yang terjadi di daerah tangkapan air waduk Kaskade Citarum selama musim kemarau bahkan hingga saat ini.

Sementara, Kepala Balai Besar TMC-BPPT Tri Handoko Seto menyampaikan, operasi TMC direncanakan dilaksanakan dalam 20 hari kegiatan penerbangan. Namun jika masih ada kebutuhan, BPPT siap untuk menambah hari kegiatan.

Dikatakannya penerbangan perdana TMC di daerah tangkapan air waduk Kaskade Citarum menggunakan pesawat jenis CASA ‪212-200‬ registrasi PK-PCT milik PT Pelita Air Service. 

Guna membantu pengamatan cuaca dan kondisi awan di wilayah target Seto menyebut sudah ditempatkan personil di dua lokasi Pos Pengamatan Meteorologi (Posmet), yaitu di daerah Ciwidey dan Purwakarta.

Nantinya hasil pengamatan cuaca dan potensi awan hujan akan dilaporkan setiap saat oleh petugas di Posmet kepada Tim Pelaksana di Posko, untuk dianalisis dan dijadikan sebagai masukan guna menentukan strategi pelaksanaan penyemaian awan setiap harinya, jelasnya.

Selain itu, BPPT juga bekerjasama dengan BMKG, Stasiun Klimatologi Bogor untuk analisa data cuaca dan radar. Dalam mengukur keberhasilan kegiatan TMC yang nantinya dilakukan monitoring hujan di daerah target oleh Tim Monitoring dan Evaluasi, ungkapnya.

Sebagai informasi hadir di acara tersebut, Dirjen sumber daya alam Kementerian PUPR, Komandan Lanud Husein Sastranegara Bandung, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Citarum, Jajaran Direksi dan Pejabat Perum Jasa Tirta 2, PT Indonesia Power dan PT Pembangkitan Jawa Bali UP Cirata. (Humas/HMP)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2020 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT