• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Gunakan KR Baruna Jaya 1, BPPT Siap Lakukan Pemetaan Jalur CBT dan Pemeliharaan Buoy

BPPT dengan menggunakan K.R Baruna Jaya 1 akan lakukan survei kelautan guna melakukan pemetaan Cable Base Tsunameter (CBT) koridor Lampung Barat (Krui) dan Selatan Jawa (Pelabuhan Ratu) pada 1-5 November 2019, demikian disampaikan Arnold Dannari Perekayasa BPPT yang juga Kepala Tim Jalur Kabel Advance CBT Koridor Krui dan Pelabuhan Ratu, saat ditemui di K.R Baruna Jaya 1, di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon (31/10).

Adapun Jarak yang akan dipasangkan CBT menurut Arnold sejauh 631 km. Selain untuk menentukan jalur CBT juga untuk menentukan jenis kabel yang akan digunakan, ungkapnya.

Sehingga kata Arnold, dari pemetaan ini akan diketahui jenis kabel yang akan digunakan apakah jenis kabel double armor atau kabel single armor, karena daerah karang akan beda dengan daerah yg pasir, jelasnya.

Dikesempatan yang sama juga, Adam Budi Nugroho Perekayasa BPPT yang juga Ketua Tim Survei Observasi Laut dan Pemeliharaan Buoy serta Sitem Mooring Milik Jamstec Jepang menyampaikan, BPPT melalui Balai Teknologi Survei Kelautan bersama Jamstec Jepang telah melakukan pemeliharaan MET Buoy dan Mooring.

Kegiatan tersebut kata Adam merupakan salah satu bagian dari kerjasama internasional antara BPPT dan Jamstec dengan menggunakan K.R Baruna Jaya 1 .

Dikatakannya dikegiatan tersebut juga akan dilakukan pemeliharaan dengan memasang dua buoy MET-Oceanografi serta mengangkat tiga buoy sebelumnya. Kegiatan tersebut dalam rangka pemeliharaan rutin setiap dua tahun, tuturnya.

Disebutkannya juga kegiatan pemeliharaan tersebut meliputi pemeliharaan sensor yg ada di buoy diantaranya batre, sensor observasi dan sensor meteorologi.

Bagi BPPT, ini merupakan bagian dari transfer teknologi dan pengetahuan mengenai buoy dan sistem mooring yang nantinya bisa di aplikasikan ke InaTWES, pungkasnya.

Sementara, Iwao Ueki peneliti dari Jamstec Jepang menyampaikan kegiatan yang dilakukannya bersama BPPT adalah bagian dari program Global Tropical Moored Aray Eastern Indian Ocean Upwelling Initiative dan Program International Climate Monitoring System.

Kedepan kata Ueki, Jamstec tetap akan belerjasama dan akan terus melakukan monitoring secara realtime.

Adapun data monitoring tersebut, katanya dapat digunakan oleh lembaga terkait seperti BMKG serta para peneliti guna memonitoring cuaca dan prediksi cuaca secara general. Jadi data monitoring tersebut dapat di akses dan terbuka untuk umum, ungkapnya.

Ueki menyebut tujuan akhir dari kegiatan tersebut adalah guna mentransfer teknologi dari Jamstec ke BPPT, agar BPPT dapat mengembangkan teknologi mooring sistem di Ina TEWS. (Humas/HMP)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT