• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Orasi Ilmiah di Makassar, Kepala BPPT: Tingkatkan Kualitas SDM Iptek untuk Penguasaan Teknologi di Era 4.0

 

BPPT, MAKASSAR - Indonesia saat ini tengah menghadapi Revolusi Industri 4.0, pemerintah pun bersiap untuk mendorong kemajuan perekonomian bangsa melalui pemanfaatan teknologi. Pemerintah juga kini berfokus dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) di era disrupsi digital ini, termasuk SDM bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Sebagai institusi pemerintah yang fokus pada bidang kaji-terap teknologi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) memiliki peran untuk mendorong perwujudan impian Presiden Joko Widodo (Jokowi), seperti yang telah disampaikan dalam Visi Indonesia beberapa waktu lalu.

 

Pembangunan SDM memang menjadi salah satu fokus dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Dalam kuliah umum saat melakukan lawatan ke Universitas Sekolah Tinggi Teknologi Kelautan Balik Diwa Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (16/11/2019), Kepala BPPT membahas terkait bagaimana bangsa ini menghadapi era industri 4.0 melalui semangat visioner 'Bapak Teknologi' Bacharuddin Jusuf Habibie.

 

Menurutnya, pemikiran dari Presiden ke-3 RI yang akrab disapa Eyang Habibie itu merupakan semangat bagi para generasi penerus bangsa, dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara maju dan berdaya saing. "Eyang Habibie, Founding Father BPPT memiliki pemikiran yang sangat visioner, melompat jauh ke depan untuk membawa bangsa dan negara kita ini, sejajar dengan bangsa-bangsa dan negara maju lainnya di dunia," ujar Hammam, dalam sambutannya.

 

Semangat Eyang Habibie, kata Hammam, tentunya menjadi dorongan bagi para generasi muda khususnya milenial untuk memajukan Indonesia seperti negara lainnya di dunia. Hammam menegaskan, Indonesia di masa depan harus maju seperti beberapa negara yang terletak di kawasan Asia Timur, "Seperti Jepang, Korea bahkan Cina yang melesat jauh kemajuannya,".

 

Di hadapan para Civitas serta mahasiswa kampus tersebut, Hammam juga menjelaskan slogan Eyang Habibie yang sangat terkenal dan memiliki Filosofi Transformasi Industri yakni 'Bermula dari Akhir dan Berakhir di Awal'. "Ini merupakan slogan yang sangat inspiratif dan logic dalam mempercepat capaian pembangunan industri nasional," kata Hammam.

 

Dalam mewujudkan impian Eyang Habibie saat itu, maka didirikan institusi bernama BPPT sebagai salah satu legacy penting yang memiliki tujuh peran. Dalam Undang-undang (UU) Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sisnas Iptek) No 11 Tahun 2019, sebagai lembaga kaji terap teknologi BPPT memiliki peranan terkait perekayasaan teknologi, kliring teknologi, audit teknologi, difusi teknologi, alih teknologi, intermediasi teknologi, serta pengoperasian komersialisasi.

 

Pada kesempatan itu, Hammam juga menyampaikan terkait bagaimana persepsi generasi milenial melihat dunia di era revolusi industri 4.0. Menurut hasil survey WEF Global Shapers Survey 2017 yang dihimpun dari 186 negara, sebanyak 78,6 % milenial berpendapat bahwa teknologi dapat 'menciptakan lapangan kerja'. Sementara milenial yang berpendapat bahwa revolusi industri 4.0 akan 'menghilangkan lapangan pekerjaan' hanya berada pada angka 21,4 %.

 

Selain itu, terkait tren kemajuan teknologi di masa depan, sebanyak 28 % milenial memprediksi 'kecerdasan buatan atau Artificial Inteligence (AI) akan menjadi tren, kemudian 11,5 % memilih bioteknologi dan 9,3 % lainnya memilih robotik. Hammam pun menjelaskan alasan dibalik cukup tingginya jumlah persentase milenial yang memprediksi AI sebagai tren teknologi di masa depan.

 

"Karena AI dianggap sebagai teknologi utama yang masih terkait dengan perkembangan teknologi lainnya, seperti robotik hingga Internet of Things (IoT)," tutur Hammam. BPPT pun saat ini terus memegang komitmen dalam upaya mendorong peningkatan kualitas SDM, khususnya SDM Iptek. Langkah ini dilakukan pula dengan menggandeng lembaga riset lainnya serta perguruan tinggi demi menghasilkan SDM Iptek yang unggul untuk mewujudkan Indonesia Maju.

 

"Dalam upaya peningkatan daya saing bangsa, BPPT beserta lembaga riset lainnya dan Perguruan Tinggi sebagai pencetak SDM IPTEK harus terus berupaya meningkatkan kompetensi dan profesionalitas SDM yang dimiliki dan dihasilkan," jelas Hammam.

 

Hal ini tentu saja untuk menjadikan BPPT sebagai Research Power House Institution yang bisa menghasilkan SDM yang mumpuni, smart dan menguasai Iptek sesuai dengan apa yang dibutuhkan bangsa dan negara. "Tentunya ini merupakan upaya BPPT bersama seluruh komponen bangsa dalam mendukung program pembangunan nasional," papar Hammam.

 

Perlu diketahui, sejak didirikan oleh Eyang Habibie, BPPT memiliki misi untuk meningkatkan kontribusi Iptek dalam produktivitas ekonomi melalui transformasi industri di Indonesia melalui filosofi 'Berawal di Akhir dan Berakhir di Awal'.

 

Filosofi ini merupakan cara yang efisien, dinamis dan kreatif dalam proses kaji-terap, demi menghasilkan inovasi teknologi yang diyakini mampu mengejar ketertinggalan bangsa Indonesia di bidang Iptek. Terkait pengembangan SDM Iptek, Hammam berharap peningkatan kinerja SDM Iptek Indonesia mampu menghasilkan berbagai inovasi teknologi berdaya saing tinggi.

 

"BPPT berharap pembangunan SDM Iptek tanah air, mampu secara signifikan memberikan kontribusi Iptek bagi perekonomian nasional melalui peningkatan daya saing menuju kemandirian teknologi industri, khususnya dalam menyongsong Era Industri 4.0," tutur Hammam.

 

Penguatan SDM Iptek sebagai Penghela Pertumbuhan Ekonomi Menuju Indonesia Maju dan Mandiri, merupakan cerminan tekad BPPT dalam menjawab tantangan besar terkait bagaimana meningkatkan peran inovasi teknologi bagi kemandirian dan daya saing bangsa. Hal ini tentu saja diharapkan dapat mendongkrak peningkatan perekonomian Indonesia secara signifikan. (Humas/HMP)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2020 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT