• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Menristek dan Kepala BPPT Ikuti Uji Jalan LRT Jabodebek dari Stasiun Harjamukti ke Ciracas

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro, didampingi Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza, pagi ini meninjau proyek LRT Jabodebek. 

 

Tinjauan itupun berlanjut hingga uji jalan rangkaian kereta LRT Jabodebek, bertolak dari Stasiun Harjamukti ke Ciracas, hingga kembali ke Stasiun Harjamukti.

 

Usai mencoba kereta LRT, Menristek  Bambang mengaku puas dengan LRT Jabodebek. Menurutnya, kereta yang dibangun oleh PT INKA, dan didampingi oleh BPPT mulai dari desain hingga pengujian ini, jalannya sangat mulus dan tidak bising.

 

"Operasional sangat mulus jalannya lancar, hampir tidak ada noise," ujar Bambang di Stasiun LRT Harjamukti, Depok, Kamis (28/11/2019).

 

Menanggapi pernyataan Menristek, Kepala BPPT menyebut pihaknya sejak awal pembangunan LRT ini, terus melakukan pendampingan teknologi kepada PT INKA. 

 

"Mulai dari desain kereta LRT, uji beban, uji persinyalan, hingga ke uji bangunan stasiun LRT, BPPT terus mendukung PT INKA," jelas Hammam kepada awak media.

 

Audit teknologi sebut Hammam, juga dilaksanakan oleh BPPT, agar LRT Jabodebek ini sesuai dengan standar internasional.

 

Tim BPPT lanjutnya sejak 2018 lalu, telah melakukan pengujian terhadap carbody LRT Jabodebek di fasilitas PT INKA Madiun.


 

Aspek RAMS atau Reliability, Availability, Maintainability and Safety, jelas Hammam menjadi titik perhatian. Di dalam aspek RAMS, menurutnya, BPPT juga menyoroti perihal Review, Validasi, dan Verifikasi Desain dalam setiap langkah proses pengembangan teknis dan sistem kerja di dalam kereta api.


 


"Kontribusi utama BPPT secara teknis adalah agar aspek RAMS terpenuhi. Seperti untuk komponen utama yang disepakati, antara lain seperti Door System, dan Bogie.  Jadi selama proses rancang bangun dan rekayasa ini, maka Project Management pembuatan LRT, serta pengawasan terhadap Quality Process menjadi perhatian besar. Pengawasan Quality Process, melalui fasilitas pengujian BPPT,” rincinya.

 

Uji beban dan kebisingan atau noise sebutnya, juga dilakukan oleh BPPT dalam pembangunan LRT tersebut. Uji kekuatan struktur dan noise kereta LRT Jabodebek ini urainya, dilakukan guna memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna LRT.


"Uji beban atau kekuatan struktur LRT itu, bagaimana jika diberi beban yang besar, dapat terus berjalan dengan aman. Kemudian rekomendasi desain terkait kebisingan (noise) dan vibrasi untuk kenyamanan selama perjalanan LRT ditujukan agar penumpang dapat berkomunikasi dengan nyaman selama perjalanan di dalam LRT dan penduduk sekitar daerah yang dilewati LRT tidak terganggu kebisingan," paparnya.

 

Lebih lanjut Hammam menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan penguasaan dan pendayagunaan teknologi, hingga menjadi inovasi yg dipakai bangsa sndiri.

 

Contohnya kata Hammam untuk LRT ini, yang akan terus dikembangkan  agar grade of automation (GoA) dan SIL atau System Interlockingnya semakin meningkat gradingnya.

 

"Grade of automation kereta LRT ini sudah standar dunia. Iot dan AI, dapat dimanfaatkan agar kereta ini level otomatisasinya semakin tinggi.  semakin otomatis. Saat ini GoA di level 3 dan SIL nya level 4. Kedepan kita akan terus kuasai teknologi tersebut, untuk meningkatkan TKDN di dalam infrastruktur yang dibangun, guna mewujudkan Indonesia Maju," pungkasnya. 


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT