Print

Himpenindo BPPT, Tingkatkan Peran dan Kontribusi dalam Pembangunan Nasional

Guna meningkatkan kinerja jabatan fungsional peneliti di lingkungan BPPT Himpenindo BPPT adakan Workshop Sosialisasi Regulasi Jabatan Fungsional Peneliti, di Gedung Pusat Inovasi dan Bisnis Teknologi, Puspiptek,Tangerang Selatan (7/01).

 

Acara yang dibuka oleh Sekretaris Utama BPPT, Dadan Moh Nurjaman ini bertujuan untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul, kompeten, professional dan mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi guna mengembangkan berbagai inovasi teknologi yang dapat menghasilkan berbagai produk dan teknologi yang memiliki daya saing tinggi di pasar global.

 

Dikatakannya, bahwa bagaimana peneliti BPPT dapat meningkatkan peran dan kontribusinya dalam mendukung pembangunan nasional sesuai dengan peran BPPT bersama para perekayasa dan pejabat fungsional BPPT lainnya.

 

Jumlah peneliti di BPPT sebut Dadan sangat minim hanya 151 peneliti, dengan jumlah tersebut diharapkan ada kontribusi yang nyata dari para peneliti terhadap output, outcome dan impact dalam melaksanakan tujuh peran dan program kegiatan flagship BPPT.

 

Ini menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia khususnya para peneliti untuk meningkatkan pertumbuhan ekonominya melalui pemanfaatan iptekin (ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi) guna meningkatkan nilai tambah kekayaan sumber daya alam yang luar biasa dan sumber daya manusianya yang sangat potensial, jelasnya.

 

Ketua Himpenindo BPPT Suhendar I Sachoemar mengatakan, Himpenindo BPPT dibentuk untuk mewadahi komunikasi para peneliti yang berada di BPPT baik secara internal dilingkungan BPPT maupun eksternal dengan institusi lain. Suhendar berharap, Himpenindo mampu menjadi wadah komunikasi para peneliti BPPT dalam mendukung peningkatan kinerja, profesionalisme dan kompetensi kepakarannya untuk mendukung pembangunan nasional dan karir jabatan fungsionalnya.

 

Keberadaan peneliti diharapkan dapat memperkuat dan mendukung pencapaian target-target program BPPT dalam mendukung pembangunan nasional yang dibutuhkan bangsa dan negara serta mendukung Program Pembangunan Nasional dalam RPJM 2020-2024 dan menyongsong era industri 4.0, ujarnya.

 

Sebagai informasi, saat ini jumlah peneliti BPPT berjumlah 151 orang atau 10 %  dari jumlah perekayasa BPPT yang berjumlah 1514 orang termasuk 15 orang Prof Riset yang tersisa dari 32 orang  dikarenakan pensiun.

 

Diharapkan ditahun-tahun mendatang jumlah peneliti BPPT dapat bertambah hingga 300 orang atau 20% dari jumlah perekayasa sesuai dengan SK Kepala BPPT No. 32 Tahun 2017 tentang Pengusulan dan Penempatan Pejabat Fungsional Peneliti di Lingkungan BPPT. (Humas)

 

Tag: BPPT; Dadan Moh Nurjaman; Suhendar I Sachoemar; Pusbindiklat; Himpenindo