• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Kolaborasi Untuk Kemandirian Bahan Baku Obat Dalam Negeri

 

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Pusat Teknologi Farmasi dan Medika–PTFM BPPT lakukan Penandatangan Kesepakatan Kerjasama dengan PT. Mersifarma Tirmaku Mercusana dan Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung tentang Pengkajian dan Penerapan Teknologi dibidang Bahan Baku Obat dan Sediaan Farma, di Jakarta (20/02).

 

Dalam sambutannya Deputi Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB BPPT) Soni Solistia Wirawan mengatakan, penandatanganan kesepakatan bersama hari ini merupakan langkah awal positif untuk menuju hilirisasi hasil-hasil riset produksi antibiotik amoksisilin yang sudah cukup lama dikembangkan oleh BPPT dan ITB, dalam rangka membangun industri BBO dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan impor dan bersama-sama berkolaborasi membangun komitmen untuk mengembangkan bahan baku obat dalam negeri, khususnya amoksisilin.

 

BPPT lanjut Soni, melalui program Flagship 2020-2024 telah menetapkan BBO amoksisilin sebagai salah satu program kajian prioritas, hari ini kesepakatan bersama antara BPPT-ITB dan Mersifarma telah terbangun dengan baik.

 

Soni menyebut ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian serius setelah MoU ini ditanda tandatangani, yaitu :Tindak lanjut dari MoU segera dilakukan, mulai dari diskusi lanjutan, kajian teknologi dan kajian-kajian pendukung lain, sebagai acuan perumusan Perjanjian Kerjasama (PKS) dan subtansi koknrit kerjasama ini.

 

Sementara, Direktur Utama PT. Mersifarma Tirmaku Mercusana, F. Tirto Koesnadi mengatakan penandatangan nota kesepahaman ini merupakan langkah strategis dan nyata dalam membangun kemitraan dan kerjasama dengan para pemangku kepentingan utamanya BPPT, Institut Pendidikan Sekolah Farmasi ITB yang didalamnya juga melakukan penelitian dan pengembangan.

 

Kerjasama ini menurut Tirto merefleksikan komitmen untuk membangun sinergi dan kolaborasi dan bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam bidang kemandirian bahan baku obat khususnya amoxiilin antibiotik yang saat ini masih sangat besar jumlah yang dipakai dan dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia, tentunya diharapkan akan terus lahir bahan baku obat lainnya yang saling melengkapi guna mendukung program-program pemerintah didalam bidang kesehatan.

 

Senada dengan Tirto, Dekan Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung Daryono Hadi mengatakan kerjasama ini merupakan langkah yang sangat baik dalam rangka pengkajian untuk produksi amoxiilin , menginisiasi dan membangkitkan nasionalisme  terkait dengan bahan baku obat ini tidaklah mudah diperlukan sinergi antar instansi, lembaga dan pemerintah khususnya dalam hal menfasilitasi dan joint venture untuk bahan baku obat.

 

Karenanya, perlu adanya industri farmasi nasional untuk berkerjsama dengan perusahaan-perusahaan yang sudah mampu untuk memproduksi bahan baku obat tersebut, ujarnya.

 

Diharapkan dengan adanya kerjasama ini bisa menjadi pintu pembuka yang efektif untuk tahapan berikutnya semoga upaya-upaya yang  dilakukan ini, bisa menjadi landasan kuat guna percepatan pembangunan industri BBO nasional. (Humas/HMP)

 

Tag:

TAB, PTFM, Deputi TAB, Mersi, ITB, Bahan Baku Obat, Soni S. Wirawan, Tirto Koesnadi, Daryono Hadi


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung B.J. Habibie Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2020 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT