• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Menristek/BRIN Dukung Penguatan Daya Saing Melalui Inovasi

Saat ini Indonesia menghadapi kondisi yang sangat berat, menurut Global Competitiveness Index (GCI), posisi Indonesia menurun dari peringkat 45 ke 50, kata Menteri Riset dan Teknologi/BRIN Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro di acara Rapat Kerja BPPT tahun 2020 dengan tema Penguatan Daya Saing Melalui Inovasi Transformasi Digital dan Kualitas SDM, di Jakarta (24/02).

 

Inovasi merupakan hal penting, menurut Bambang beberapa hal yang menjadi kendala di Indonesia yakni sumber daya manusia baik dari segi jumlah dan kualitasnya belum standar jika dibandingkan dengan perkembangan dinegara maju.

 

Sesuai dengan prioritas lima tahun kedepan dari pemerintah yang berfokus pada Sumber Daya Manusia (SDM) maka di komunitas Ristek harus sangat serius membenahi SDM dibidang ristek sebagai sumber lahirnya inovasi dikemudian hari, jelasnya.

 

Lanjutnya, sektor swasta seharusnya menjadi dominan dalam pengembangan riset dan inovasi teknologi, tetapi selama ini di Indonesia justru peran swasta sangat minim yakni hanya 20 % dari sumber dana riset sebesar 0,25 % dari produk domestik bruto.

 

Bambang menyebut, 80% pendaan riset datang dari APBN hanya 20% dari swasta artinya yang sibuk melaukan riset itu hanya pemerintah justru ini yang membuat riset dan inovasi tidak maju, karena riset tidak didorong oleh suatu kebutuhan yang real.

 

Itulah yang membedakan dengan negara-negara di Asia seperti Korea Selatan, Thailand dan Jepang dimana pihak swasta menjadi dominan dalam pembiayaan riset hingga mencapai 70-80%, karena swastalah yang tahu apa yang menjadi kebutuhan dipasar yang membutuhkan riset dan inovasi bukan pemerintah, jelasnya.

 

Bambang berharap dalam konteks Litbang Jirap, BPPT lebih dominan pada lembaga kaji terap artinya adalah konsekuensi sebagai lembaga kaji terap yang harus dapat menghasilkan inovasi dalam bidang industri dan membuat Indonesia menjadi negara maju berbasis inovasi dengan penekanan pada sektor manufaktur.

 

Sementara, Kepala BPPT Hammam Riza dalam laporanya mengatakan Rapat Kerja BPPT ini menjadi sangat penting dalam menentukan langkah BPPT ke depan,  karena tahun 2020 ini merupakan awal dari RPJMN 2020-2024.

 

Kebijakan dan keputusan yang akan diambil dalam Raker BPPT 2020, akan menjadi dasar seberapa besar BPPT akan berkontribusi dalam pembangunan nasional pada lima tahun mendatang, ujarnya.

 

Program yang dilakukan BPPT pada tahun 2020-2024 senada dengan arahan kebijakan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berfokus pada peningkatan inovasi dan teknologi tepat guna dengan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, hilirisasi produk serta substitusi impor dan peningkatan TKDN, pungkasnya. (Humas/HMP)

 

Tag:

BPPT, Kepala BPPT, Rapat Kerja BPPT 2020, Hammam Riza, Menristek/Kepala BRIN, Bambang Brodjonegoro


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung B.J. Habibie Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2020 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT