• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

IATI Dan IABI Sepakat Jalin Kerjasama Dukung Pembangunan Nasional Dibidang Teknologi

Dalam rangka upaya bersama dalam  mengawal pembangunan nasional di bidang teknologi guna mewujudkan Indonesia maju dalam bidang teknologi, Inisiasi Auditor Teknologi Indonesia (IATI) dan Ikatan Alumni Program Habibie (IABIE) lakukan penandatanganan Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding(MOU), di Jakarta (13/03).

 

Kepala BPPT Hammam Riza yang juga Ketua Umum Inisiasi Auditor Teknologi Indonesia (IATI) mengatakan, kerja sama ini dilakukan dalam hal pendampingan/perbantuan pemanfaatan sumber daya manusia dan pertukaran data dan informasi antara IABIE dengan IATI serta saling  memperkuat organisasi satu sama lain.

 

Organisasi IATI yang baru saja melantik pengurusnya beberapa waktu lalu menurutnya merupakan tahapan untuk bisa menjadi asosiasi profesi yang mumpuni yang tentu saja akan bermanfaat bagi kemajuan Indonesia, dengan kerja sama ini juga akan meningkatkan reputasi bagi kedua organisasi.

 

Hammam menyebut, banyak yang bisa dilakukan dengan kerja sama ini salah satunya adalah sebagai upaya bersama mengawal pembangunan nasional dibidang teknologi.

 

Jika bicara tentang pembangunan nasional, sesuai dengan Undang-undang no 11 tahun 2015, bahwa penyelenggara ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk lembaga penunjang seperti IATI dan IABIE, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari lembaga penelitian, pengembangan, pengkajian, penerapan, perguruan tinggi, dan badan usaha, ujarnya.

 

Adapun ruang lingkup kerjasama tersebut terkait dengan pertukaran data dan informasi, pendampingan teknis, pelaksanaan sosialisasi  dan pelatihan yang tentu saja sumber daya manusia ini yang harus dibangun dan dijadikan prioritas didalam implikasi dari kesepakatan kerja sama ini.

 

Hammam mencontohkan, seperti penugasan nasional yang diberikan kepada BPPT tidak akan dapat tercapai dalam sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) berdasarkan Perpres 95 tahun 2018 yang mengharuskan dilaksanakannya audit teknologi terhadap infrastruktur SPBE dan apliaksi umum SPBE, sedangkan kemampuan audit yang dimiliki BPPT itu tidak bisa melaksanakan keseluruhan audit secara nasional, karena membutuhkan sumber daya manusia yang tersertifikasi dan memenuhi kualifikasiuntuk melaksanakan audit teknologi di Indonesia.      

 

Semoga dengan adanya MoU ini dapat memberikan manfaat baik bagi organisasi dan masyarakat serta dapat menghasilkan terobosan-terobosan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya untuk pembangunan nasional, ujarnya.

 

Sementara,  Ketua IABIE, Bimo Sasangko mengatakan kerjasama ini merupakan suatu kehormatan bagi IABIE yang merupakan wadah atau suatu organisasi anak-anak intelektual Habibie.

 

Penandatanganan adalah guna mendukung IATI dalam mengembangkan sumber daya manusianya yang berbasis teknologi, oleh karena itulah IABIE  berada disamping IATI dengan mendorong para nggota dewan pakarnya untuk mendukung prose-proses auditor di Indonesia, pungkasnya

 

Sebagai informasi saat ini Jumlah dewan pakar IABIE sudah berjumlah  110 orang dewan pakar yang akan mendukung IATI serta BPPT secara penuh. (Humas/HMP)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung B.J. Habibie Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2020 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT