• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Peringatan Hari Lahir Pancasila, Menjadi Momen Penting Dalam Memasuki New Normal Untuk Indonesia Maju

Berbeda dari peringatan tahun-tahun sebelumnya, para pimpinan institusi negara di hari Senin 1 Juni 2020 ini, mengikuti upacara Peringatan Hari lahir Pancasila secara daring (online), dari berbagai tempat.

 

Pada kesempatan ini, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menuturkan, nilai-nilai Pancasila harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya dalam kebijakan dan keputusan yang diambil oleh pemerintah. 

 

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza usai mengikuti upacara via aplikasi daring itupun lantas menyampaikan, bahwa makna peringatan Harlah Pancasila kali ini sangatlah kuat.  Bangsa Indonesia yang tengah diuji wabah virus Covid-19, justru dapat meningkatkan persatuan dan kesatuan. 

 

“Wujud Pancasila justru semakin menguat di tengah wabah Covid-19.  Berbagai institusi dengan semangat gotong royong pun, terus berjuang untuk melakukan penanggulangan wabah virus Corona di negeri kita. Apresiasi setinggi-tingginya untuk berbagai pihak yang terus berjuang bersama dan bersatu menangani wabah Covid-19,” ungkap Hammam usai upacara peringatan HariLahir Pancasila yang digelar secara virtual, (1/6/2020).

 

Menurut Hammam, upacara Hari lahir Pancasila secara virtual ini patut dijadikan sebuah motivasi bersama untuk menghadapi awal era normal yang baru, atau new normal. 

 

Ada dua hal penting yang dapat kita maknai. Pertama adalah semangat Pancasila sebagai pemersatu bangsa. Kedua adalah semangat transformasi digital dalam menghadapi era new normal.

 

“Pancasila sebagai pemersatu tak bisa diragukan, No Doubt. Transformasi Digital untuk hadapi new normal, ini menjadi sebuah tantangan,” tegas Hammam.

 

Tetap Produktif dalam Rantai Kerja Daring 

Di tengah pandemi Covid-19, para pegawai BPPT kami selalu tekankan untuk tetap berada dalam kondisi sehat, dan situasi aman serta harus tetap fokus dalam menghasilkan inovasi.

 

"Steve Job sang founder Apple, memiliki slogan Stay Hungry and Stay Foolish, untuk tetap berinovasi. Hal yang sama, saya tegaskan ke jajaran BPPT, agar selalu Stay Healthy Stay Safe, Stay Hungry Stay Foolish," urainya.

 

Pola kerja secara online, maupun koordinasi secara virtual kata Hammam, berjalan secara intens di BPPT. Sehingga program kerja BPPT terus berjalan. Khususnya agar produk inovasi dan teknologi dapat didayagunakan dan dikuasai, sebagai upaya menghela pertumbuhan ekonomi nasional.

 

Sebagai bukti adalah keberhasilan tim kerja BPPT, dalam membangun ekosistem inovasi, dan menghasilkan berbagai produk inovasi Alat Kesehatan (Alkes) untuk mendukung penanganan Covid-19 yang telah diluncurkan oleh Presiden RI Joko Widodo, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional 2020 (20/05).

 

Diantaranya adalah RDT Kit, PCR Test Kit, Artificial Intelligences (AI) untuk deteksi Covid-19, Mobile Lab Bio Safety Lab lvl.2, dan Emergency Ventilator yang merupakan produk inovasi BPPT bersama Task Force Riset dan Inovasi Teknologiuntuk Penanganan Covid-19 (TFRIC-19). 

 

"Ini membuktikan bahwa produktivitas kerja dapat berjalan secara baik, bahkan meningkat, saat dilaksanakan secara digital, seperti video call, maupun rapat virtual. Alhamdulillah kita semua bersama dalam dua bulan ini selama pembatasan sosial, justru intensitas koordinasi secara virtual, bersama para pakar lintas keilmuan berjalan lebih efektif dan efisien. Bahkan berawal dari maraton rapat secara virtual ini  BPPT danTFRIC-19, mampu menciptakan dan memproduksi beragam alat kesehatan untuk mendukung penanganan pandemi Covid-19,” paparnya.

 

Ditegaskannya, koordinasi secara virtual dapat menghilangkan batasan ruang dan waktu. Sebagai contoh sebuah pelaksanaan rapat konvensional, akan sulit untuk menyatukan top level manajemen dari 50 institusi terkemuka.  Sementara dengan rapat virtual, jajaran BPPT dengan mudah dapat berkoordinasi dengan seluruh top level manajemen dari institusi yang terlibat dalam TFRIC-19.

 

Perlu diketahui BPPT dan TFRIC-19 berhasil mengharmonisasikan sinergi yang kuat, dari11 institusi pemerintah, 18 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta, 11asosiasi profesi atau komunitas, 3 rumah sakit, 2 industri lokal dan 6 usaha rintisan (start up). 

 

Keberhasilan tersebut imbuhnya, merupakan bukti transformasi digital dapat menjamin proses rantai kerja tetap berjalan dengan baik, bahkan lebih mudah. Melalui rapat secara virtual pun, rasanya lebih gampang menemui dan menyatukan para pimpinan lembaga,  yang biasanya memiliki kesibukan tinggi.

 

“Peringatan hari lahir Pancasila menjelang era New Normal, mengharuskan kita untuk tetap produktif. BPPT telah membuktikan bahwa di bidang teknologi, produktivitas dengan selalu menjaga mengedepankan seluruh protokol kewaspadaan, protokol kesehatan dapat kita lakukan pun secara daring atau online seperti ini. New normal mengharuskan BPPT terus dapat berpikir strategis, menguatkan organsiasi, menguatkan legacy eksistensi BPPT, sebagai agenda besar dalam mengawal transformasi industri dan transformasi teknologi digital secara nasional,” pungkas Hammam. (Humas BPPT)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung B.J. Habibie Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2020 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT