• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Sinergi Riset Inovasi Untuk Kemandirian Bangsa

Dalam waktu dua bulan para ahli lintas bidang dan lembaga mampu menciptakan dan memproduksi beragam alat kesehatan guna membantu menangani pandemi Covid-19 dan kualitas produk hasil inovasi anak negeri itu diklaim lebih baik ketimbang impor. BPPT melalui sinergi kelembagaan Task Force Riset dan Inovasi Teknologi untuk Penanganan Covid-19 (TFRIC-19) telah menghasilkan berbagai produk buatan dalam negeri guna mengatasi wabah virus Covid-19.

 

Karena sesungguhnya inovasi teknologi itu bermula dari riset kemudian dihilirisasi melalui tahapan-tahapan seperti pengembangan, penelitian dasar dan lain-lain agar menjadikan sebuah produk inovasi mampu bersaing, kata Kepala BPPT Hammam Riza saat webinar bersama Universitas Bina Nusantara (13/06).

 

Lebih lanjut diungkap Hammam, inilah mengapa riset dan inovasi itu harus berbentuk sebuah ekosistem, karena itu BPPT membentuk sinergi kelembagaan melalui TFRIC-19 yang terdiri dari banyak perguruan tinggi, institusi litbang, start up, komunitas dan media dengan tujuan melaksanakan reaksi cepat guna melakukan terobosan inovasi.

  

Maka sudah tidak lagi memiliki sekat-sekat di dalam mengolah sebuah pemikiran guna membangun ekosistem inovasi khususnya di dalam membuat alat kesehatan agar bisa memberikan sebuah kebanggaan menegakan kemandirian bangsa dalam memproduksi alat kesehatan, ujarnya.

 

Adapun produk inovasi buatan dalam negeri yang telah diluncurkan oleh Presiden RI Joko Widodo, secara virtual dari Istana Presiden pada 20 Mei 2020 diantaranya, RDT Kit, PCR Test Kit, Artificial Intelligences untuk deteksi Covid-19, Mobile Lab Bio Safety Lab lvl.2, dan Emergency Ventilator yang merupakan Pengembangan BPPT bersama Task Force Riset dan Inovasi Teknologi Untuk Penanganan Covid-19.

 

Terkait kecerdasan buatan atau Atificial Intelligence (AI) menurutnya, jika nanti kita menuju kepada kemampuan menemukan obat dan meningkatkan imunitas hingga sampai kepada vaksin maka kita sangat perlu memetakan, karena disitulah teknologi AI bisa dimanfaatkan dalam penemuan vaksin.

 

Disebutkannya, saat ini ada tiga vaksin yang sedang diuji coba dan uji klinis difase 3 menggunakan bantuan AI guna mempercepat bioinformatika. Oleh karena itu whole genome sequencing sangat penting karena nanti akan menjadi data dalam menyusun obat yang sesuai dengan Covid 19 ataupun vaksin.

 

Kepada semua stake holder saya mengajak untuk bisa bersama-sama dengan Kementerian Riset dan Teknologi dalam konsorsium riset inovasi nasional untuk dapat membangun dan mengembangkan kemampuan guna kemandirian bangsa, pungkasnya. (Humas BPPT)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung B.J. Habibie Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2020 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT