• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Jadikan Iptek Sebagai Garda Terdepan Pembangunan Nasional

Salah satu tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia guna meningkatkan pertumbuhan ekonominya agar terlepas dari jebakan negara berpenghasilan menengah dan menjadi negara maju melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan nilai tambah kekayaan sumber daya alam dan sumber daya manusianya yang sangat potensial, kata Kepala BPPT Hammam Riza saat memberikan ceramah di depan peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA LX) Tahun 2020 Lemhanas RI dengan tema Potret Pembangunan Teknologi dan Membangun Sistem Inovasi, yang dilakukan secara daring (23/06).

 

Lebih lanjut dikatakannya, guna menjadi negara maju Indonesia harus mampu menjadikan innovation-driven economy.  Saat ini Indonesia sedang mengalami bonus demografi sampai dengan tahun 2030, yaitu suatu kondisi dimana jumlah penduduk dengan usia produktif melebihi jumlah penduduk dengan usia belum produktif.

 

Melalui teknologi, bangsa Indonesia harus mampu meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam tersebut bagi sebesar-besarnya kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia.

 

Tentunya hal ini menurut Hammam, perlu dukungan dari seluruh komponen bangsa.  Pembiayaan kegiatan litbangjirap menjadi hal yang sangat penting jika Indonesia ingin menjadi negara dengan perekonomian berbasis inovasi. Tetapi kenyataannya pembiayaan total kegiatan litbangjirap di Indonesia masih sangat rendah, itupun masih didominiasi pembiayaan dari pemerintah. “Di negara-negara maju, pembiayaan kegiatan litbangjirap mayoritas berasal dari pihak swasta”, ujarnya.

 

Karenanya guna memperbaiki dan memperkuat iklim yang kondusif bagi pengembangan teknologi dan inovasi untuk pembangunan nasional maka lahirlah Undang-undang Sistem Nasional Ilmu Pengetahun dan Teknologi (Sisnas Iptek) tahun 2019.  Undang-undang ini mengubah paradigma lama dari Iptek untuk kemajuan Iptek menjadi paradigma baru Iptek untuk pembangunan nasional.

 

Dalam konteks ini, BPPT merupakan lembaga pengkajian dan penerapan yang berfungsi menumbuh kembangkan penguasaan teknologi dan meningkatkan pendayagunaan teknologi dan bertanggung-jawab menghasilkan inovasi dan mendorong keberhasilan penerapannya, jelasnya.

 

Selain itu, hasil penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan wajib digunakan sebagai landasan ilmiah dalam perumusan dan penetapan kebijakan pembangunan nasional, terangnya.

 

Guna mencapai negara berpendapatan tinggi maka diperlukan upaya-upaya terobosan terutama melalui ekonomi berbasis inovasi. Keberhasilan inovasi tergantung pada industri dalam negeri yang bersedia mengadopsi/menggunakan hasil invensi/inovasi dari perguruan tinggi atau lembaga litbangjirap.  Untuk itu perlu keterlibatan berbagai pihak (penta helix) dalam suatu ekosistem inovasi dan penguatan Sistem Inovasi Nasional dan Daerah menjadi suatu keniscayaan, pungkasnya. (Humas BPPT)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung B.J. Habibie Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2020 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT