• 021 316 9457
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Tingkatkan Daya Saing Industri Jamu Modern Melalui Inovasi Teknologi

Jamu sebagai obat modern dikalangan masyarakat dipercaya dapat digunakan sebagai salah satu cara menjaga kesehatan serta menyembuhkan berbagai macam penyakit. Ada empat aspek yang menjadi fokus dalam modernisasi jamu serta pemanfaatan fitofarmaka khususnya modernisasi obat herbal utamanya yakni teknologi, ekonomi, kesehatan dan sosial budaya, demikian dikatakan Kepala BPPT Hammam Riza saat acara webinar dengan tema Jamu Modern dan Kosmetik Indonesia Penelitian dan Pasar Negara ASEAN, Rusia dan Eropa Timur (14/10).

 

Lebih lanjut dikatakannya, sebagai bagian dari sistem inovasi dan BPPT sebagai lembaga kaji terap teknologi tentu ingin agar kemampuannya dalam industri jamu dan obat fitofarmaka dapat menjadi penghela pertumbuhan ekonomi.

 

Karenanya, upaya kita untuk terus menghilirisasi sekaligus menghilangkan ketergantungan terhadap berbagai pasokan bahan baku impor dalam rangka menyediakan obat-obatan di Indonesia.

 

Dengan memanfaatkan keanekaragaman hayati, kita bisa meningkatkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dari obat-obatan. Khususnya fitofarmaka dalam program yang dibuat oleh Pemerintah, tentu ini akan membantu hilirisasi industri sehingga sumberdaya yang ada dapat dikelola secara mandiri.

 

“Inilah yang menjadi semangat kami dalam upaya melakukan kaji terap untuk pengembangan industri jamu dan obat herbal”, ujarnya.

 

Dalam penguatan industri jamu, adapun langkah yang dilakukan BPPT diantaranya melalui bioprospeksi tanaman obat, domestikasi tanaman obat hutan, perbanyakan benih tanaman obat, budidaya tanaman obat, pasca panen untuk produksi bahan baku obat simplisia, pengembangan ekstrak terstandar, optimasi proses ekstrasi skala pilot bersama mitra, formula Obat Herbal Terstandar (OHT) serta formulasi dan nano teknologi untuk sediaan herbal.

 

Semuanya itu menurut Hammam, merupakan bagian penting dalam upaya melaksanakan penguatan industri jamu dan obat herbal tentu saja dengan peralatan yang memiliki TKDN tinggi, karenanya harus bangga dengan buatan Indonesia. Selain itu, BPPT juga banyak berperan dalam membantu industri kecil menengah maupun industri strategis seperti di BUMN.

 

BPPT juga mengembangkan fraksinasi untuk minyak nilam, karena sangat terkait dengan kekayaan Indonesia yang memang menjadi negara eksportir terbesar untuk kebutuhan minyak nilam dan ini menjadi sebuah pangsa pasar yang diminati oleh Singapura, Amerika dan Eropa. Karenanya BPPT telah melaksanakan scaling up bekerjasama dengan Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala dan telah menghasilkan beberpa produk turunan nilam.

 

Indonesia juga memiliki keunggulan terhadap negara-negara lain dalam mendorong kemajuan industrinya dengan menerapkan teknologi. Karenanya kami mengusulkan agar kecerdasan artificial dapat menjadi driver dan diadopsi oleh industri jamu. Karena sesungguhnya strategi nasional kecerdasan artificial yang telah diluncurkan oleh Menristek/Kepala BRIN menempatkan riset dan inovasi industri sebagai salah satu pondasi.

 

Diharapkan melalui webinar ini dapat menguatkan kembali pada kemampuan dan kemandirian kita untuk bisa mengembangkan industri jamu modern serta turunan di dalam bahan baku obat maupun obat herbal terstandar, pungkasnya (Humas BPPT)

 


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung B.J. Habibie Lantai 14
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9457
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2020 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT