• 021 316 9457
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Mengusung Inovasi KMS, Eka Meifrina Raih Pustakawan Berprestasi Terbaik Tingkat Nasional 2020

Perpustakaan Nasional mengumumkan enam pustakawan terbaik yang mewakili daerahnya masing-masing dalam ajang Pemilihan Pustakawan Berprestasi Terbaik Tingkat Nasional 2020. Sebelumnya, Perpustakaan Nasional RI menggelar lomba Pustakawan Berprestasi Terbaik Tingkat Nasional Tahun 2020 yang diikuti 32 pustakawan terbaik di Indonesia yang mewakili setiap provinsi. Proses pemilihan berlangsung pada 18-23 Oktober secara virtual meliputi tes kognitif, presentasi, sekaligus wawancara. Pengumuman pemenang dilakukan di Jakarta dan disiarkan secara daring (23/10).

 

Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando mengucapkan selamat kepada para juara dan peserta. Menurutnya, seluruh peserta merupakan para pemenang khususnya di bidang kepustakawanan dan berhasil menunjukkan eksistensinya sebagai pustakawan.

 

Karenanya, Syarif Bando kembali menekankan bahwa kreativitas dan inovasi harus terus dilakukan dan dikembangkan. Saat ini, daya saing sumberdaya manusia Indonesia di wilayah Asia Tenggara (ASEAN) berada di peringkat keempat, di belakang Singapura, Malaysia, dan Thailand. Bahkan dokumen Global Competitive Report 2019 yang diterbitkan World Economic Forum menyimpulkan daya saing sumberdaya manusia Indonesia berada di posisi 50.

 

Kekuatan Indonesia yang paling besar adalah pasarnya yang sangat besar dan ekonomi makro yang stabil. Pada indikator yang lain, Indonesia masih bisa untuk lebih berkembang. Selain itu, Indonesia memiliki tingkat adaptasi teknologi yang cukup tinggi. Namun, kapasitas inovasi terbatas meski terus meningkat. “Hal yang perlu kita cermati adalah pasar yang besar, adaptasi teknologi dan kapasitas inovasi,” ujarnya.

 

Sementara itu, Pustakawan asal DKI Jakarta, Eka Meifrina Suminarsih terpilih sebagai juara pertama. Pustakawan Madya dan Koordinator Bidang Manajemen Pengetahuan dan Perpustakaan dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) ini mengusung inovasi 'Knowledge Management System'. Ia menjelaskan, para pustakawan yang mengikuti lomba merupakan juara 1 dari seluruh provinsi di Indonesia yang telah diseleksi di tingkat provinsi. Karena saya menjadi juara 1 pada pemilihan pustakawan berprestasi terbaik tingkat DKI Jakarta, maka saya diundang untuk mengikuti acara di tingkat nasional ini. Pada kegiatan ini saya bertemu dengan seluruh pustakawan yang memiliki kreatifitas dan inovatif dalam menjalankan tugasnya sebagai pustakawan yang melayani penggunanya, urainya. 

 

Peran perpustakaan dalam penerapan inovasi teknologi di Indonesia khususnya di BPPT lanjut Eka merupakan bagian dari pengetahuan tasit (pengetahuan yang ada dalam diri seseorang yang belum dituangkan dalam bentuk apapun) dan pengetahuan eksplisit (pengetahuan yang telah dituangkan dalam karya cetak dan karya rekam sehingga dapat diakses oleh orang lain).

 

Menurutnya, Perpustakaan BPPT merupakan perpustakaan khusus seperti tertuang dalam Undang-undang No. 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan dan Undang-undang No. 13 Tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya yang dijelaskan bahwa perpustakaan khusus merupakan perpustakaan yang memiliki tugas dan fungsi mengumpulkan, mengolah, menyimpan dan mendayagunakan seluruh hasil karya lembaga dalam bentuk tercetak dan terekam. Hal ini karena perpustakaan khusus merupakan pusat deposit karya intelektual lembaga dimana perpustakaan bernaung.

 

Oleh karena itu, Perpustakaan BPPT merupakan pusat deposit dan pusat repositori hasil inovasi BPPT dan kami berharap bahwa seluruh unit kerja dan pegawai BPPT akan menyerahkan hasil-hasil inovasi teknologi ke Perpustakaan BPPT sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Eka berharap kedepan seluruh pustakawan dapat terbuka dan beradaptasi terhadap perkembangan dunia, baik dalam hal teknologi maupun ilmu pengetahuan agar dapat terus berkarya guna memajukan BPPT dan masyarakat Indonesia.

 

Sebagai informasi, Inovasi Knowledge Management System BPPT  atau Sistem Manajemen Pengetahuan BPPT merupakan inovasi yang mengelola pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang agar dapat diakses oleh orang lain dengan menerapkan empat siklus KMS yaitu sosialisasi (mengolah pengetahuan tasit menjadi pengetahuan tasit yang baru, eksternalisasi (mengolah pengetahuan tasit menjadi pengetahuan eksplisit yang baru), kombinas (mengolah pengetahuan eksplisit menjadi pengetahuan tasit yang baru, dan internalisasi internalisasi (penciptaan pengetahuan eksplisit dengan menggabungkan, mengkategori, melakukan klasifikasi ulang dan mensintesa pengetahuan eksplisit yang ada). Inovasi ini telah mulai dibangun pada tahun 2016 dan terus mengalami pengembangan sesuai dengan budaya inovasi di BPPT. (Humas BPPT)

 


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung B.J. Habibie Lantai 14
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9457
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2020 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT