• 021 316 9457
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Terus Cari CVR, Kapal Riset Baruna Jaya IV Temukan Lokasi Diduga Cockpit dan Ekor Pesawat Nahas Sriwijaya SJ-182

Operasi SAR Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Pontianak, terus digelar pemerintah. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pun turut mengerahkan armada Kapal Riset (KR) Baruna Jaya (BJ) IV.

 

Dikatakan Kepala BPPT Hammam Riza, bahwa KR Baruna Jaya IV yang masih berada di area pencarian, terus berupaya mencari CVR yang menjadi bagian dari black box pesawat nahas tersebut. 

 

"Pencarian CVR terus dilakukan menggunakan robot bawah laut yang biasa kita kenal dengan nama Remotely Operated Vehicle (ROV) sejak Rabu malam hingga Kamis dini hari pukul 02.00 WIB," ungkapnya di Jakarta, Kamis, (14/01/2021).

 

Hammam menuturkan bahwa dalam Operasi SAR ini pihaknya juga terus berkoordinasi, dengan seluruh institusi yang terlibat. 

 

"Setelah mendapatkan clearance dari Basarnas dan KNKT, tim survey Kapal Riset Baruna Jaya IV BPPT mendekati lokasi Jatuhnya Pesawat Sriwijaya SJ 182  dimana BPPT diberikan keleluasaan untuk masuk pada titik utama ditemukannya Flight Data Recorder (FDR) SJ182.  Saat ini Baruna Jaya IV kurang lebih berada di barat daya, sekitar 30 meter dari titik ditemukannya FDR," paparnya.

 

Menambahkan pernyataan Hammam, Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan, Djoko Nugroho yang berada diatas kapal itu pun menguraikan pengalaman BPPT, saat menemukan Black Box pesawat Lion Air PK LQP di perairan Karawang pada tahun 2018, bahwa FDR dengan CVR ditemukan dengan jarak kurang lebih 80 meter.

 

Dengan demikian imbuhnya, tim ahli perekayasa di Kapal Riset BJ IV yang bertugas, membuat area penyisiran 200 x 200 meter persegi dan kemudian membuat kotak grid 20x20 meter persegi dimana titik pusat dari area tersebut adalah koordinat ditemukannya FDR.

 

"Kami memulai penyisiran dari tengah. Dengan memulai dari kotak 20x20 m2 yang terdekat dengan posisi ditemukannya FDR, agar pencarian menggunakan ROV bisa lebih detail dan terukur. Tujuannya agar penyisiran berlangsung efektif dan tidak menyisir ke lokasi yang sama," jelasnya.

 

Penurunan ROV lanjutnya, dilengkapi dengan USBL yang dapat menunjukkan posisi koordinat, sehingga lintasan ROV dan setiap potongan benda yang ditemukan di dasar laut juga dapat ditentukan posisinya. 

 

Terkait hasil penyisiran ROV sampai dengan dini hari tadi, bahwa dalam radius 53 M persegi, berhasil ditemukan 34 titik potongan pesawat, dengan potongan terjauh berjarak 53 meter dari titik FDR ditemukan. 

 

Dari hasil pemantauan oleh Tim BPPT bersama KNKT yang berada di kapal BJ IV, 2 dari 34 titik kolasi potongan SJ182, diduga merupakan bagian cockpit pesawat.

 

"Melalui monitor ruang kendali ROV di kapal BJ IV, diduga bagian tersebut adalah throttle dan juga terdapat sebuah bagian besar yang diduga kuat merupakan ekor pesawat, dimana CVR dan FDR berada.

 

Terkait data penemuan lokasi 34 titik dari potongan-potongan bagian pesawat tersebut, BPPT sudah berkoordinasi dengan KNKT, dan selanjutnya data 34 titik tadi diteruskan kepada tim penyelam untuk  melakukan penyisiran secara detail  dalam radius 53 m. 

 

"Menindaklanjuti data lokasi 34 potongan bagian pesawat tersebut, mulai tadi pagi sampai dengan siang ini pasukan dari TNI Angkatan Laut terus melakukan penyelaman, dengan memprioritaskan pada 2 titik yang diduga bagian ekor dan cockpit pesawat," (HUMAS BPPT)

 


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung B.J. Habibie Lantai 14
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9457
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2021 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT