• 021 316 9457
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Outlook Inovasi, BPPT Paparkan Fokus 8 Bidang Pengembangan Teknologi Bangun Indonesia Maju

Kepala BPPT Hammam Riza menyebut bahwa BPPT saat ini  terus melaksanakan program pengkajian dan penerapan yang berdampak pada sektor ekonomi, dengan fokus pada delapan bidang teknologi diantaranya, bidang Energi, Kesehatan dan Pangan, Transportasi, Rekayasa Keteknikan, Pertahanan dan Keamanan, Kemaritiman, Mitigasi Bencana, serta Teknologi Informasi dan Komunikasi (Transformasi Digital).

 

"Ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) dikatakan Hammam, saat ini sudah dijadikan sebagai landasan ilmiah dalam pembangunan, sesuai dengan amanat UU. No. 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (SISNAS IPTEK). Hal ini turut berdampak pada kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan (litbangjirap) yang harus berorientasi kepada kebutuhan masyarakat, dan dampakanya pada pertumbuhan ekonomi Indonesia," kata Hammam dalam konferensi pers Outlook BPPT 2021 dan Capaian BPPT 2020, di Gedung BJ Habibie, Kamis (21/1/2021).

 

Di bidang energi, BPPT akan fokus pada tahap akhir PLTP Kamojang dan binary cycle di Lahendong serta pemanfaatan bahan bakar nabati. Setelah sukses dengan penerapan Biodiesel B-30 di tahun 2019 hingga 2020, di Tahun 2021 BPPT akan meningkatkan kapasitas biodiesel hingga mencapai B-50. Upaya ini dilakukan dengan melaksanakan uji jalan serta pembangunan pilot plant fluid catalytic cracking 300L/hari.

 

Fokus kegiatan di bidang kesehatan dan pangan dibagi menjadi empat kegiatan. Utamanya masih berkutat dengan penanggulangan Covid-19 di Indonesia melalui inovasi alat kesehatan dalam hal 3T+D (tracing, testing, treatment, dan detecting). Kemudian guna menjawab isu masalah nasional di bidang impor alat kesehatan, BPPT berupaya menghasilkan bahan baku obat seperti amoksilin dan insulin serta pengadaan implant tulang traumatik dan gigi berbahan dasar titanium lokal.

 

Pengembangan lainnya dilakukan untuk mewujudkan ketahanan pangan dan gizi melalui inovasi pencegahan stunting untuk menjamin pertumbuhan generasi penerus Indonesia dalam menyambut bonus demografi di tahun 2045.

 

Bidang Transportasi menjadi fokus ketiga dari BPPT. Dengan dua kegiatan utama yakni isu transportasi massal serta kendaraan ramah lingkungan yang mulai dikembangkan pada akhir tahun 2020. Transportasi massal akan diisi oleh kegiatan desain kereta api cepat serta membangun laboratorium sistem propulsi untuk melengkapi roadmap kereta api cepat Indonesia. BPPT juga mendampingi LAPAN dalam pengembangan pesawat N219 Amphibi yakni pesawat yang mampu lepas landas di perairan.

 

Infrastruktur Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) juga menjadi perhatian BPPT beberapa tahun terakhir. Di tahun 2021 ini, BPPT akan fokus pada penyempurnaan charging station, pengembangan motor propulsi, produksi dan pengujian baterai, hingga pendampingan fasilitas pembangunan uji mobil listrik untuk lebih mempersiapkan Indonesia dalam pergeseran tren ke arah kendaraan ramah lingkungan.

 

Pada fokus bidang Rekayasa Keteknikan, BPPT ditunjuk melakukan salah satu Program Prioritas Pemerintah yakni pembangunan pabrik garam industri terintegrasi dalam rangka mengatasi isu impor garam yang dihadapi pemerintah dikarenakan keterbatasan kemampuan produksi.

 

Selanjutnya bidang Rekayasa Keteknikan dilakukan untuk penanganan lingkungan dengan menghasilkan inovasi teknologi dalam penyediaan air bersih, penanganan sampah serta limbah terintegrasi yang ramah lingkungan. Untuk menjaga keberlangsungan pertambangan emas skala kecil, BPPT juga melakukan pengembangan dan difusi teknologi pengolahan emas non-merkuri dengan tujuan pengurangan dan penghapusan merkuri di Indonesia sesuai dengan Konvensi Minamata.

 

Selain itu, rekayasa keteknikan juga dilakukan guna penanganan limbah medis Covid-19. Hal ini ditujukan untuk memberikan pembelajaran dan solusi kepada penyedia layanan kesehatan untuk tidak mengolah limbah medis ini, sehingga tidak berbaur dengan limbah masyarakat yang kerap ditemukan di beberapa daerah di Indonesia.

 

Fokus bidang kelima adalah pertahanan dan kemananan. Bersama dengan Konsorsium PUNA MALE Elang Hitam, BPPT akan melanjutkan pengembangan ke tingkatan kombatan sesuai dengan arahan Presiden RI dalam menjaga teritori Indonesia di area perbatasan. Tahun ini BPPT akan melaksanakan integrasi dan uji terbang Elang Hitam tipe 1, serta dilanjutkan dengan melaksanakan kegiatan desain, analisis, manufaktur wahana Elang Hitam tipe 2 dan 3.

 

Fokus bidang keenam, yakni bidang kemaritiman. BPPT diproyeksikan akan menghasilkan tiga alat angkut maritim, diantaranya model kapal mini, harbor tug dual fuel dan wahana angkut Anjungan Lepas Pantai Paska Operasi (ALPO). Dilanjutkan dengan kegiatan desain National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).

 

Bidang mitigasi bencana menjadi fokus selanjutnya. Kegiatan INATEWS (Indonesia Tsunami Early Warning System) yang menjadi super program di tahun 2020 akan ditingkatkan lebih lanjut dengan penambahan Ina-Buoy, Ina-CBT, Ina-CAT dan Ina-TOC. Penanggulangan Karhutla disertai bencana hidrometeorologi juga menjadi salah satu program di fokus bidang ini.

 

Program mitigasi tersebut saat ini telah dilengkapi dengan teknologi kecerdasan artifisal di dalam sebuah sistem terintegrasi yakni PEKA-Tsunami dan PEKA-Api yang saat ini diwadahi oleh Pusat Inovasi Kecerdasan Artifisial (PIKA) BPPT.

 

Kegiatan selanjutnya di bidang mitigasi bencana adalah dengan pengembangan rumah komposit tahan gempa dua lantai. Rumah ini telah didesain untuk beradaptasi di lingkungan yang berpotensi gempa sehingga bisa dikonstruksikan mengikuti rekam jejak gempa yang dialami di daerah teretentu. Rumah ini juga telah teruji tahan api dan mempunyai konstruksi panel knock down sehingga mudah dan cepat untuk dibangun.

 

Fokus bidang teknologi ke delapan atau yang terakhir, adalah bidang transformasi digital atau informasi dan elektronika. Kegiatan ini akan fokus pada pengembangan Kecerdasan Artifisial (KA). Pembentukan PIKA BPPT dan pengembangan big data melalui  NeoNet dan NODC merupakan salah satu upaya dalam mendukung dokumen Strategi Nasional KA tahun 2020-2045.

 

Program Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) juga akan dilanjutkan BPPT dalam mendukung efisiensi kerja lembaga pemerintahan dan layanan publik serta mewujudkan integrasi satu data yang diagendakan pemerintah. BPPT selain melaksanakan audit SPBE juga memberikan layanan tanda tangan elektronik (TTE) sebagai bagian pendukung pelaksanaan SPBE di Indonesia.

 

Kegiatan lainnya yakni pengendalian penyakit melalui teknologi informasi dengan menggunakan Sistem Informasi Zoonosis and Emerging Infectious Deseases (SIZE) atau pengendalian penyakit zoonosis.

 

"Kedelapan fokus bidang ini akan dilaksanakan BPPT pada tahun ini dan akan dijadikan Program Prioritas BPPT tahun 2021," pungkasnya. (HUMAS BPPT)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung B.J. Habibie Lantai 14
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9457
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2021 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT