• 021 316 9457
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Wujudkan Pembangunan Nasional, Melalui Inovasi dan Lompatan Teknologi

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) adalah institusi yang merupakan sebuah legacy dari B.J Habibie yang pada tahun 1978 B.J Habibie diberi mandat oleh Presiden untuk membuat Indonesia bisa mandiri dalam menguasai dan mendayagunakan teknologi, serta menjamin keberhasilan penyerapannya, kata Kepala BPPT Hammam Riza saat di wawancara Elshinta secara daring pada acara Power Breakfast (15/03).

 

Hal ini dirasa penting, karena lanjut Hammam, begitu banyak ahli-ahli dan konsultan-konsultan yang ingin terlibat didalam pembangunan nasional di negeri sendiri dalam kiprahnya mengembangkan teknologi seperti dibidang infrastruktur, pengolahan sumber daya alam, pemanfaatan sumber daya manusia Indonesia, itulah wujud upaya dari B.J Habibie untuk membangun industri strategis melalui lompatan teknologi.

 

Karenanya, banyak para ahli-ahli diberikan kesempatan untuk menimba ilmu guna membantu terbangunnya industri strategis khususnya industri dirgantara yang merupakan salah satu kekuatan dari BPPT mulanya.

 

Seperti tertuang dalam Undang-undang SISNAS Iptek No. 11 tahun 2019 yang intinya adalah melaksanakan serta mendayagunakan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai landasan ilmiah didalam perencanaan pembagunan nasional.

 

Terlebih jika Indonesia ingin maju menjadi negara terbesar pada 2030 maka ekonomi Indonesia harus tumbuh dengan cepat dengan berbasis pada inovasi teknologi. Karena itu, BPPT terus mendorong upaya-upaya untuk membangun ekosistem inovasi, jelasnya.

 

Hammam menuturkan bahwa BPPT tidak dapat berkerja sendiri, namun tujuan tersebut harus bisa dicapai dengan sebuah ekosistem yang terdiri dari akademisi, industri, Pemerintah, organisasi profesi serta tentu saja dengan media.

 

Disini media menjadi bagian penting bagi ekosistem inovasi karena nantinya akan menyampaikan capaian, hasil serta kemampuan bangsa dalam mengembangkan berbagai sektor pembangunan nasional.

 

Mengutip arahan Presiden RI Joko Widodo saat membuka Rakernas BPPT 2021 bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam melimpah yang dapat dimanfaatkan untuk kesejateraan masyarakat namun tanpa penguasaan dan pemanfaatan teknologi secara bijak maka hal tersebut tidak akan memberikan maksimal, kita bergerak dari efisiensi dari driven ekonomi menjadi innovation driven ekonomi.

 

Karenanya seluruh upaya dalam membangun ekosistem ini haruslah dapat menghasilkan produk-produk yang menjadi kebanggaan karya anak bangsa. Kedepan diharapkan bahwa BPPT akan terus mengawal sekaligus menjalankan Undang-undang SISNAS Iptek yang harus diwujudkan melalui pemanfaatan teknologi yang mensubtitusi impor, teknologi tepat guna teknologi yang memberikan penguatan nilai tambah terhadap sumber daya alam hingga kepada frontier teknologi. Terlebih kita berada di jaman revolusi industri 4.0, ujarnya.

 

Pada wawancara itu pun Hammam menjelaskan beberapa capaian dan inovasi BPPT diantaranya Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) atau Drone, tipe Medium Altitude Long Endurance (MALE) atau disebut PUNA MALE, pengembanga wahana anjungan lepas pantai, pembangkit listrik tenaga sampah, teknologi penghapusan merkuri pada pertambangan emas skala kecil, mendorong penggunaan energi baru terbarukan seperti biofuel, serta fast charging station. (Humas BPPT)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung B.J. Habibie Lantai 14
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9457
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2021 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT