Print

Melalui Inovasi Teknologi, BPPT Siap Wujudkan Kemandirian Pangan Kabupaten Lingga

Dalam rangka penjajakan kerja sama sinergitas peningkatan peran inovasi teknologi pangan antar Lembaga, Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB) BPPT Soni Solistia Wirawan menerima kunjungan Bupati Lingga Muhammad Nizar di Gedung BPPT, Jakarta (10/06).

 

Seperti diketahui, Kabupaten Lingga memiliki sumberdaya alam yang berpeluang untuk meningkatkan produksi pangan lokal seperti sagu, dengan sub sektor perkebunan yang mampu mengentaskan kemiskinan dan menyerap tenaga kerja yang banyak.

 

Secara geografis Kabupaten Lingga juga memiliki posisi strategis untuk mengembangkan sektor perkebunan secara komprehensif dan berkelanjutan, tentunya dengan optimalisasi perkebunan sagu.

 

Sagu Lingga dapat dijadikan sebagai sumber pangan guna mendukung ketahanan pangan karena nilai gizinya tak kalah dengan sumber pangan lain seperti beras, jagung, ubi kayu dan kentang. Disisi lain, kebutuhan akan pati sagu ditingkat nasional dan internasional mengalami peningkatan yang cukup besar.

 

Soni mengatakan, ini merupakan titik awal dari rencana kerja sama antara BPPT dan Kabupaten Lingga, khususnya di sektor perkebunan dan pangan yang berfokus pada bidang perkebunan Sagu.

 

Menurutnya, selain sektor perkebunan dan pangan kita juga harus mulai bahan ke budidaya ikan Nila. Ia   berharap dari kunjungan kerja ini dapat menghasilkan sebuah kerja sama, khususnya dibidang inovasi pangan dan perternakan yang merupakan salah satu fokus teknologi di BPPT.

 

BPPT sebut Soni siap mendukung Kabupaten Lingga untuk inovasi teknologi pengolahan pangan lokal guna mendukung pemanfaatan sumberdaya lokal serta diversifikasi pangan dalam rangka mewujudkan kemandirian pangan seperti produk olahan pangan sehat, kaya serat dan rendah IG seperti beras analog, mie, macaroni.

Selain itu juga akan dilakukan kerjasama peningkatan SDM dalam bentuk pelatihan di bidang pertanian, perikanan dan peternakan serta beberapa kegiatan yang dapat dilaksanakan bersama seperti melalui seminar dan diseminasi teknologi.

 

Sementara, Bupati Lingga Muhammad Nizar mengatakan, potensi Kabupaten Lingga luar biasa namun untuk kemampuan SDM masih minim sehingga meminta dukungan BPPT dengan prarekayasanya dalam mengolah sumberdaya alam yang ada.

 

Menurut Rizal, sagu Lingga dalam perdagangan terkenal dengan sagu yang putih bersih, halus serta memiliki rasa yang khas, tetapi saat ini sagu yang diolah masih sebatas industri rumah tangga yang dijadikan produk pangan siap saji seperti lakse, mie sagu, keripik sagu, dan kue sagu.

 

Hasil kajian tentang keunggulan sagu Linga ini perlu ditindaklanjuti dengan dukungan kebijakan serta upaya yang konkrit untuk menigkatkan nilai kearifan lokal yang dimiliki, ujarnya.

 

Ia berharap, pertemuan ini dapat segera ditindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama dalam upaya mengatasi permasalahan yang ada dan bagaimana dapat menarik investor agar dapat menginvestasikan usahanya untuk kegiatan pengolahan sagu menjadi produk dengan pangsa pasar regular dan nasional sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani perkebunan. (Humas BPPT)