• 021 316 9457
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Peran Standardisasi Material Medis, Tingkatkan Daya Saing dan Kemandirian Industri Alat Kesehatan

“Produk implan tulang dan gigi yang beredar di dalam negeri masih didominasi oleh produk impor dengan harga yang tidak murah sehingga kondisi tersebut menjadi penyumbang defisit BPJS yang semakin meningkat setiap tahun. Oleh karena biaya pembelian implan dan pajak import mendorong dikembangkannya implan secara lokal dengan biaya yang lebih terjangkau sebagai substitusi impor”.

 

Kata Kepala BPPT Hammam Riza di acara webinar Peran Standardisasi Material Medis Dalam Menjamin Ketersediaan Kebutuhan Implan Tulang Nasional Yang Berkualitas (21/07).

 

Produk implan tulang yang berteknologi menengah dan tinggi sudah mulai dikembangkan dan diproduksi sangat dibutuhkan akibat kecelakaan lalu lintas terus meningkat seiring dengan semakin meningkatnya penggunaan kendaraan bermotor serta usia harapan hidup bangsa Indonesia.

 

Dukungan BRIN dan Kementerian Kesehatan dalam program Prioritas Riset Nasional (PRN), BPPT sebut Hammam ditunjuk sebagai koordinator PRN implan tulang dan koordinator PRN implan gigi dalam melakukan kerekayasaan implan tulang dan gigi.

 

Ia menyebut, PRN implan tulang menyepakati tujuh teknologi kunci dikerjakan bersama-sama perguruan tinggi yakni Fakultas Kedokteran UI, Fakultas Kedokteran UNAIR, Balai Besar Keramik Kementerian Perindustrian, P2MM-LIPI, serta rumah sakit: RSCM, RSUD Sutomo, PT. Zenith Allmart Precisindo dan PT. Pudak Scientific.

 

Adapun tujuh teknologi kunci tersebut meliputi implan traumatic: plate and screw system, Arthopalsty system, Spine system, External Fixation system, Nail system, Bonegraft dan Bone cement polimer. Sedangkan PRN Implan Gigi mengusung empat teknologi kunci yakni Implan gigi Titanium, dental filler dan mahkota gigi, dental cement dan membrane jelasnya.

 

Dalam melakukan inovasi dan layanan teknologi implan tulang dan gigi menurut Hammam, sangat diperlukan persyaratan dan spesifikasi produk yang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) serta perlu dipersiapkan infrastruktur Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK) seperti laboratorium uji dan lembaga sertifikasi produk. “Serta kemampuan industri nasional dalam membuat produk implant tulang dan gigi sesuai SNI”, ujarnya.

 

Selain itu, Hammam mengungkapkan bahwa Pusat Teknologi Material (PTM) BPPT ditunjuk BRIN sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI) material medis sebagai pengakuan telah melakukan capacity building ditunjang oleh Laboratorium Teknologi Material terakkreditasi ISO 17025 dengan fasilitas pengujian lengkap untuk uji statis dan dinamis material implan tulang dan gigi.

 

Fasilitas tersebut siap menunjang kebutuhan laboratorium uji material implan tulang dan gigi yang terakreditasi sebagai Lembaga Penilaian Kesesuaian untuk implant tulang dan gigi guna meningkatkan daya saing dan kemandirian industri alat kesehatan nasional, pungkasnya.

 

Sementara Deputi Bidang TIEM BPPT Eniya Listiani Dewi menyampaikan bahwa PTM telah mulai melakukan penelitian dan pengembangan material Stainless Steel 316L (SS 316L) sejak 2003 dan paduan Titanium Ti-6Al-4V Extra Low Interstitial (ELI) sejak tahun 2016 serta untuk material komponen implan tulang BPPT menggandeng mitra industri PT. Zenith Allmart Precisindo.

 

PTM sebagai unit yang juga menaungi PUI material medis selalu berupaya mensupervisi agar material implant tulang maupun gigi yang dikembangkan sesuai dengan standar.

 

Guna menjamin ketersediaan implan yang berkualitas, lanjut Eniya perlu menjaga kesinambungan dan daya saing industri alat kesehatan nasional dalam memproduksi implan berkulitas dan mengontrol pasar lokal dari peredaran produk implan luar yang tidak sesuai standar.

 

Untuk itu, diperlukan konsolidasi dan harmonisasi dari berbagai pihak seperti pemerintah sebagai regulator, lembaga penelitian dan pengembangan, universitas, rumah sakit dan pelaku industri dalam implementasinya.

 

Eniya berharap dengan adanya kesepahaman proses standardisasi (teknis dan medis) material implan ikut memperkuat dalam proses perizinan di Kementerian Kesehatan, sehingga produk yang beredar di masyarakat adalah aman bagi pengguna implan tulang tersebut. (Humas BPPT)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung B.J. Habibie Lantai 14
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9457
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2021 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT