Tel: (021) 316 9534   Email: humas@bppt.go.id

PENGEMBANGAN JARINGAN INOVASI DALAM PENGUATAN SISTEM INOVASI

Penguatan sistem inovasi di Indonesia sudah diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025, dan lebih dijabarkan lagi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2015. Elemen-elemen sistem inovasi itu sendiri di Indonesia sebenarnya sudah lengkap ada, namun keterkaitan dan interaksi serta linkagenya belum berkembang dengan baik. Karena itu diperlukan suatu jaringan inovasi yang dapat menciptakan keterkaitan yang erat diantara aktor inovasi.

 

Berkaitan dengan pengembangan jaringan inovasi, Pusat Pengkajian Kebijakan Difusi Teknologi (PPKDT) BPPT mengadakan Focus Group Discussion (FGD) mengenai Pengembangan Jaringan Inovasi dalam Penguatan Sistem Inovasi, Selasa (14/6). FGD ini penting sebagai wahana untuk sharing pengalaman dan best practices dari berbagai instansi seperti ITB, LIPI dan Ristek. Tujuannya tentu saja untuk penguatan jaringan inovasi, yang terdiri dari hubungan antar lembaga dan antar aktor, jelas Direktur PPKDT, Derry Pantjadarma.

Dari interaksi antar aktor tersebut, diharapkan akan muncul berbagai ide dan gagasan yang bisa dikembangkan menjadi kegiatan inovatif yang melibatkan berbagai instansi dalam upaya penguatan sistem inovasi baik pada tataran nasional maupun daerah, lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Kepala BPPT Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi (PKT), Tatang A Taufik dalam sambutannya menekankan pentingnya pelaksanaan FGD tersebut sebagai upaya BPPT untuk berkontribusi dalam penguatan SIN, yang merupakan agenda prioritas BPPT untuk bisa membantu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berkibar dari penguatan jejaring inovasi.

Jaringan inovasi, merupakan ruh dari sistem inovasi. Oleh karena itu, salah satu upaya yang kami lakukan dalam penguatan sistem inovasi di Indonesia adalah dengan mendorong penguatan jaringan inovasi dalam arti yang luas. Jaringan inovasi ini sendiri tidak akan terjadi jika tidak ada saling percaya untuk berkembangnya inovasi, difusi dan proses pembelajaran. Salah satu pekerjaan rumah kita adalah memahami siapa saja yang menjadi simpul dalam jaringan inovasi dan bagaimana upaya kita menjalin linkage yang semakin baik ke depan, baik dalam tata kelembagaan maupun perorangan, jelas Tatang.

Dalam memperkuat jejaring inovasi di Indonesia, Tatang berpendapat bahwa keheterogenan yang dimiliki Indonesia selain dapat memperkaya juga dapat menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia untuk dapat menciptakan jejaring inovasi yang mapan. Dinamikanya banyak, tetapi tentu saja yang sangat penting adalah bagaimana kita pada hari ini berbagi pengalaman, sharing knowledge dan yang sangat penting adalah what to do next. Karena kalau tidak demikian hanya akan berhenti pada tataran wacana saja. Dan sharing knowledge ini juga menjadi satu tahapan yang paling primitif dalam membangun jejaring dan menjadi awal membangun trust, terangnya.

Hadir menjadi narasumber dari Kementerian Riset dan Teknologi , Sri Setiawati, Dwi Larso dari Institut Teknologi Bandung dan Sri Mulatsih dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Setiap narasumber memaparkan tentang jaringan inovasi yang ada di instansinya masing-masing.

Diharapkan dalam upaya penguatan sistem inovasi pada tataran nasional maupun daerah, kita (ITB, LIPI, Ristek, BPPT-red) hanyalah sebagian kecil dari pemrakarsa penguatan sistem inovasi. Ke depan kita juga perlu dalam mendorong penguatan sistem inovasi ini untuk mengajak kementerian dan lembaga lain baik pada tataran pusat maupun di daerah, tutup Tatang. (SYRA/humas)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 9534

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id