Tel: (021) 316 9534   Email: humas@bppt.go.id

HAKTEKNAS KE-16, MOMENTUM HASILKAN INOVASI YANG LEBIH APLIKATIF, MEMBERI SOLUSI NYATA DAN INOVATIF

Potret daya saing indonesia berdasarkan laporan World Economic Forum (WEF) tahun 2010 mengalami peningkatan tajam dari 2009 lalu dari posisi 54 menjadi posisi 44. Dalam laporan juga disebutkan bahwa kemampuan inovasi kita cukup tinggi pada posisi 36, ini menunjukkan bahwa kapasitas lembaga litbang kita untk mengembangkan teknologi dan inovasi dinilai cukup tinggi. Sementara itu peringkat Indonesia untuk kesiapan teknologi yang merupakan indikator sejauh apa penggunaan teknologi oleh industri dan masyarakat pada posisi 91. Ini menunjukkan bahwa kemampuan inovasi itu belum diiringi dengan pendayagunaan secara optimal terutama oleh sektor industri yang merupakan motor penggerak ekonomi utama, ungkap Menteri Riset dan Teknologi RI, Suharna Surapranata pada acara Launching Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional Ke-16 di BPPT, (14/7).

Lebih lanjut Suharna mengatakan bahwa selama sektor industri belum memanfaatkan inovasi teknologi secara intensif untuk mengembangkan produk nasional yang kompetitif di pasar global, maka daya siang Indonesia sulit diharapkan untuk naik. Untuk itu kita perlu meningkatkan interaksi antara lembaga penelitian dan perguruan tinggi sebagai penyedia teknologi dengan industri sebagai pengguna. Inilah yang menjadi fokus kebijakan pembangunan iptek kita untuk menciptakan ruang agar terjadi kolaborasi antara aktor inovasi nasional dengan melakukan koordinasi dan intermedaisi antar penyedia dan pengguna teknologi, jelasnya.

Senada dengan Menristek, Kepala BPPT, Marzan A Iskandar yang juga hadir pada acara Launching Hakteknas tersebut mengatakan bahwa upaya-upaya untuk memanfaatkan inovasi untuk kesejahteraan rakyat harus dilakukan dengan cara mendekatkan kegiatan inovasi dengan apa yang menjadi aktivitas rakyat sehari-hari. Kita harus berupaya untuk mengusahakan kolaborasi dari para aktor inovasi yaitu kalangan perguruan tinggi, lembaga penelitian juga pemerintah yang mendukung dengan berbagai kebijakan serta industri yang memanfaatkan inovas, ungkapnya.

Dengan kesenjangan kemampuan inovasi dan penggunaan teknologi oleh industri dan masyarakat, menurut Marzan, harus diatasi dengan mendekatkan hasil inovasi dengan aktivitas industri yang merupakan mainstream pembangunan nasional. Sistem Inovasi lah yang menjadi kuncinya. Melalui sistem inovasi kita berupaya mendekatkan para pelaku inovasi, yang pada gilirannya nanti akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, daya saing dan kesejahteraan rakyat.

Hakteknas Ke-16

Tema Inovasi untuk Kesejahteraan Rakyat dalam peringatan Hakteknas ke-16 ini dipilih dengan harapan agar SDM dan litbang iptek kita mampu menghasilkan riset yang lebih aplikatif, memberi solusi nyata dan inovatif terhadap permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat, dunia usaha dan pemerintah untuk meningkatkan kontribusi iptek bagi kesejahteraan rakyat daya saing industri dan kemandirian bangsa, ungkap Mensritek.

Disamping itu, lanjutnya, hakteknas juga merupakan wahana untuk menampilkan berbagai capaian kegiatan litbang iptek sebagaimana diamanatkan dalam UU No 18 Th 2002 sekaligus menunjukkan tekad dan komitmen yang tinggi untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa inovasi.

Selain itu, tambah Kepala BPPT, Hakteknas kali ini momentumnya sangat tepat karena Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono baru saja meluncurkan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025, dimana didalamnya ada komponen ketiga yaitu pengembangan SDM dan kapasitas iptek nasional. Tentu saja strategi ketiga dari MP3EI ini tulang punggungnya adalah komunitas iptek yang dikordinatori oleh Kemenristek, jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Menristek, Mulyanto menyampaikan bahwa acara puncak Hakteknas yang jatuh pada tanggal 10 Agustus 2011 akan diselenggarakan di Puspiptek Serpong, dan dihadiri oleh Presiden RI yang diagendakan akan memberikan anugrah iptek kepada pemerintah daerah, lembaga litbang, peneliti, perekayasa, inovator dan masyarakat sebagai bentuk apresiasi pemerintah atas komitmen mereka dalam litbang dan iptek untuk mendorong laju pembangunan masyarakat.

Dalam rangkaian acara puncak akan dilaksanakan pula Innovation Lecture yang akan disampaikan oleh Presiden RI ke-3, BJ Habibie yang akan memberikan pencerahan terkait persiapan dan persyaratan yang diperlukan Indonesia untuk menjadi Innovation Driven Country serta bagaimana mengembalikan mainstream pembangunan yang berfokus pada iptek, ungkapnya. (SYRA/humas)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 9534

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id