• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

SISTEM INOVASI, TINGKATKAN DAYA SAING INDUSTRI

BPPT adalah lembaga pemerintah yang bertugas melaksanakan tugas kepemerintahan di bidang pengkajian dan penerapan teknologi. Tugas ini tidak identik dengan kegiatan penelitian dan kerekayasaan semata, tetapi kita memiliki wewenang yang lebih luas yang mencakup tugas kepemerintahan lainnya. Selain itu, BPPT juga memegang posisi kunci dalam upaya memperkuat sistem inovasi untuk peningkatan daya saing industri, ungkap Kepala BPPT, Marzan A Iskandar saat menyampaikan pidato tahunan dalam rangka HUT ke 33 BPPT (22/8).

Berkaitan dengan upaya penguatan sistem inovasi tersebut, BPPT telah melakukan beberapa proses perubahan yang meliputi positioning, redefenisi visi dan misi, penajaman peran dan ruang lingkup kegiatan, redefinisi strategi pelaksanaan program. Kesemua proses perubahan tersebut berada di bawah payung program Reformasi Birokrasi (RB) yang sudah dilakukan oleh BPPT sejak 2008 lalu dengan agenda-agendanya meliputi kelembagaan, budaya organisasi, ketatalaksanaan, regulasi dan deregulasi birokrasi serta sumberdaya manusia.

Kata kunci dalam positioning BPPT saat ini adalah networking. Untuk membangun jaringan kerja yang luas, kita harus bekerja sama dengan berbagai pihak baik dari lembaga pemerintah, industri, BUMN, lembaga riset terkait dalam dan luar negeri maupun pemerintah daerah. Selain itu untuk mencapai visi BPPT sebagai pusat unggulan teknologi yang mengutamakan kemitraan dan pemanfaatan hasil teknologi secara maksimum, kemitraan juga menjadi poin utama. Jadi tidak ada lagi kegiatan di BPPT yang dilakukan sendiri tanpa mitra, jelas Marzan.

Evaluasi pelaksanaan peran BPPT, menurut Marzan, dari lima peran yang dimiliki BPPT ada dua peran yang dirasa belum dijalankan secara maksimal yaitu peran intermediasi dan technology clearing house. Sementara untuk pelayanan teknologi, yang dirasakan masih belum maksimal pelaksanaannya adalah alih teknologi. Ke depannya kita perlu tingkatkan hal-hal yang dirasa masih kurang maksimal. Semuanya itu tentu saja dilakukan sebagai upaya kita untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia, tegasnya.

Lebih lanjut Marzan menjelaskan bahwa untuk memastikan produktivitas dan efektivitas dalam bekerja, BPPT telah menerapkan Sistem Tata Kerja Kerekayasaan (STKK). Selain itu dalam setiap kegiatan BPPT juga digunakan kerangka kerja sistem inovasi untuk memastikan azas manfaat dan kemitraan. Sekarang ini seluruh kegiatan BPPT menggunakan sistem inovasi sebagai dasarnya dengan meilbatkan aktor inovasi dari kalangan bisnis, pemerintahan dan akademisi, lanjutnya.

Ada beberapa capaian yang telah diraih BPPT hingga saat ini, diantaranya yaitu BPPT merupakan lembaga pemerintah non kementerian yang memiliki jumlah paten HKI terbanyak. Capaian lainnya yaitu BPPT kembali berhasil meraih opini WTP dan tingkat penilaian sangat baik untuk LAKIP. Ini merupakan prestasi yang cukup membanggakan dan harus terus kita tingkatkan ke depannya, ungkap Marzan.

Terkait dengan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang merupakan on top dari pembangunan di Indonesia, sangat erat kaitannya dengan BPPT terutama dari strategi ketiga yaitu mempercepat kemampuan SDM dan Iptek. Kontribusi BPPT dalam MP3EI diantaranya dilakukan melalui penguatan kapasitas inovatif, meningkatkan intensitas dan kualitas peran BPPT dalam melaksanakan peran negara sebagai upaya meningkatkan daya saing industri. Kontribusi yang lain yaitu dengan implementasi RB dan memperkuat infrastruktur fasilitas kerja kerekayasaan di Serpong yang bertujuan selain untuk mencapai visi 25/25 juga sebagai dukungan program Menristek menjadikan Puspiptek sebagai Indonesia Science Technopark, ungkap Marzan lebih lanjut.

Kemudian agar dapat berkontribusi secara optimal pada penguatan sistem inovasi untuk daya saing industri, menurut Marzan BPPT harus terus melakukan program BPPT perubahan, pembenahan internal, serta meningkatkan kinerja. Perubahan akan terus kita lakukan, berubah, berubah, berubah! tegasnya.

Pada kesempatan tersebut juga diberikan piagam penghargaan kepada pegawai BPPT yang memasuki masa purna bakti atas pengabdiannya dan penghargaan kepada pegawai berdedikasi dan berprestasi. Pegawai berprestasi tersebut diantaranya yaitu Anto Satriyo Nugroho (PTIK-TIEM) menerima Satya Karya Teknologi Tingkat I Utama, F. Heru widodo (UPTHB-TPSA) menerima Satya Karya Teknologi Tingkat I Pratama, Nasril (MEPPO- TIRBR) menerima Satya Karya Teknologi I Naraya, Suhendar (PTA-TAB) menerima Satya Karya Teknologi Tingkat II Utama, Triyanto (BUH-Setama) menerima Satya Karya Teknologi Tingkat II Pratama, Heri Karyono (BUH-Setama) menerima Satya Karya Teknologi Tk II Naraya, Achmad Kamil (Pusbindiklat-Setama) menerima Satya Praja Teknologi Utama, Sriyono (SDMO-Setama) menerima Satya Praja Teknologi Pratama dan Retno Herwati (SDMO-Setama) menerima Satya Praja Teknologi Naraya.

Pidato tahunan dalam rangka HUT ke 33 BPPT selain diadakan di Jakarta, juga diadakan di Puspiptek Serpong (23/8), tepatnya di Gedung Teknologi II.  Hadir pada acara seluruh pegawai BPPT yang berkantor di Puspiptek Serpong. Acara kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama seluruh keluarga besar BPPT. (KYRAS/humas)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT