Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

KEPALA BPPT RESMIKAN 4 INKUBATOR DAERAH DI PROVINSI JAWA TENGAH

Permasalahan klasik seperti hubungan kurang harmonisnya antara IPTEK dan Industri atau belum banyaknya hasil penelitian yang termanfaatkan oleh industri, telah banyak mengemuka sejak lama. Oleh karena itu dukungan pemerintah tersebut direalisasikan melalui peran Lembaga Intermediasi di Indonesia sebagai wahana pembinaan calon pengusaha atau pengusaha yang berbasis teknologi untuk menjadi wirausaha inovatif yang berdaya saing, tangguh, dan mandiri.

Jumlah entrepreneur di Indonesia hanya mencapai 0,18 % dari jumlah penduduk. Bandingkan dengan India yang mendekati 12 %, Amerika Serikat 11,5 %, China 10 %, Singapura 7,2 %, dan Malaysia 3 %. Global Entrepreneur Monitor menyebutkan jumlah ideal entrepreneur di sebuah negara minimal mencapai 2 % dari total penduduknya, sehingga perekonomian negara yang bersangkutan memiliki peluang yang besar untuk menjadi lebih maju, ungkap Marzan A. Iskandar pada acara pembukaan Pameran Produk Inovasi (PPI) Provinsi Jawa Tengah di Pusat Rekreasi dan Pameran Pembangunan (PRPP), Semarang (30/9).

Hal ini, lanjut Marzan, menjadikan salah satu contoh betapa pentingnya penciptaan wirausaha berbasis teknologi baru (technopreneur). Maka untuk memajukan ekonomi suatu negara sangatlah perlu dukungan penuh dari segala pihak, khususnya dari pemerintah, jelasnya.

Berkenaan dengan hal tersebut, BPPT melalui unit kerja Balai Inkubator Teknologi (BIT) memprioritaskan program penciptaan technopreneurdalam kerangka Sistem Inovasi Daerah. Dalam proses pembentukan technopreneur di inkubator ini, terjadi proses pra inkubasi, inkubasi, dan pasca inkubasi.

Khususnya pada pra inkubasi ini,kemitraan ABG sangatlah penting, untuk menjamin kesukesannya. (A) Akademisi sebagai penghasil teknologi, (B) bisnisman sebagai pengguna teknologi, bermitra untuk dapat menghasilkan produk inovatif. Sementara itu (G) Government sebagai fasilitator yang mendukung fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan seperti peralatan produksi, pendampingan teknologi, mentoring bisnis dalam wadah inkubator ini.

Dukungan pemerintah dengan membangun wadah Inkubator ini menjadi sangat penting dalam rangka penciptaan technopreneur inovatif baru, jelas Marzan. Pada kesempatan tersebut Kepala BPPT juga meresmikan empat lembaga inkubator daerah yaitu Semarang Center of Excellent, Pertiwi Techno Center (Kab. Tegal), Pekalongan Techno Batik Center dan Banyumas Techno Business Center.

Peresmian tersebut ditandai dengan penyerahan buku panduan pembentukan dan pengelolaan inkubator daerah kepada masing-masing daerah yang diwakili oleh Bupati kepala daerah terkait. Disamping itu, Kepala BPPT juga sekaligus membuka acara Technopreneur Camp yang diselenggarakan atas kerjasama BIT-BPPT dengan Balitbang Provinsi Jawa-Tengah pada hari Sabtu tanggal 01 Oktober 2011, yang diikuti oleh perwakilan dari 35 klaster industri yang berada di provinsi Jawa Tengah.

Technopreneur Camp ini adalah proses pra inkubasi dalam bentuk pelatihan dan seleksi calon pengusaha yang nantinya akan diinkubasi di inkubator-inkubator daerah dan diharapkan akan lahir menjadi Technopreneur pemula berbasis sumber daya unggulan daerah.

Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo yang juga hadir pada acara tersebut menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Jateng saat ini telah mencapai 6,4%. Untuk itu mari bekerja keras untuk memberdayakan potensi yang dimiliki. Dengan membuka acara tentang inovasi hari ini merupakan momen yang tepat. Dengan potensinya sebagai wilayah agraris, saya harapkan sektor tersebut dapat diinovasikan dengan teknologi sehingga maju efisien dan memberi nilai tambah. Ini penting dilakukan karena dengan teknologi dan inovasi maka biaya menjadi murah dan efisien. Dengan inovasi juga jetahanan pangan Jateng akan kuat. Hari ini saja kita sudah surplus beras sebanyak 2,9 juta ton, ungkapnya.

Kepada BPPT, kami ucapkan terima kasih atas bimbingannya kepada kami untuk terus berinovasi dan mengaplikasikan teknologi. Komitmen pemerintah harus fokus dan bersungguh-sungguh karena  kitalah yang harus mempunyai kemauan dan bekerja keras dalam mewujudkan ketahanan pangan yang mandiri. Dengan jumlah penduduk 33 juta jiwa, saya berharap penduduk Jateng mau untuk maju dan menumbuhkembangkan kreasi dan berinovasi khususnya di sektor pertanian. Satu kali bicara seribu kali kerja, tegasnya. (SYRA/humas)

 

 

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id