• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

SP.005/I/2020 - BISKUNEO, Solusi Pangan Darurat Bencana

SIARAN PERS BPPT

SP.No. 005/HMP/HMS/HKH/I/2020

Senin, 06 Januari 2020

BISKUNEO, Solusi Pangan Darurat Bencana

 

BPPT, TANGERANG - Bencana banjir yang melanda wilayah Jabodetabek membuat pemerintah terus berupaya untuk tidak hanya menangani musibah ini, namun juga memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak.

 

Salah satu wilayah yang terdampak dari tingginya intensitas curah hujan yang terus mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya ini adalah kawasan Lebak, Banten.

 

BPPT pun berupaya untuk memberikan bantuan kepada para korban, tidak hanya melalui 3 unit armada Arsinum Mobile, namun juga mengirimkan Biskuneo.

 

Biskuneo merupakan inovasi pangan darurat bencana yang diyakini mampu memenuhi pasokan makanan untuk para korban banjir.

 

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan bahwa mengkonsumsi 1 bungkus Biskuneo setara dengan mengkonsumsi seporsi nasi.

 

Sehingga diharapkan inovasi ini mampu menghadirkan solusi krisis makanan yang biasa terjadi pada situasi darurat bencana.

 

"Biskuneo ini mengandung 480 Kkal/100g dalam satu bungkusnya, mengkonsumsi sebungkus Biskuneo sama seperti satu kali makan sebungkus nasi, jadi ini tentunya akan  mengenyangkan," kata Hammam.

 

Hammam menyebut bahwa inovasi pangan satu ini sengaja dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan makanan pada kondisi darurat seperti saat ini.

 

Karena biskuit satu ini memiliki kandungan protein di dalamnya dan tentunya sangat baik untuk menjaga kesehatsn tubuh.

 

"Biskuneo yang dirancang khusus untuk keadaan darurat ini mengandung unsur penting seperti protein untuk membantu menjaga kekebalan tubuh. Jadi ini cocok bagi korban bencana alam karena dapat mencukupi kebutuhan harian mereka," jelas Hammam.

 

Terbuat dari bahan baku lokal berupa tepung ubi kayu, ubi jalar, jagung, tempe serta gula, tentunya Biskuneo telah mengandung nutrisi yang lengkap dan energi yang tinggi.

 

Hammam pun berharap inovasi pangan ini dapat memenuhi kebutuhan makanan para pengungsi di Lebak, Banten agar menjadi subtitusi kebutuhan logistik seperti mie instan dan nasi bungkus yang biasa dikonsumsi masyarakat yang berada di pengungsian.

 

"Semoga Biskuneo ini bermanfaat sebagai subtitusi untuk pengganti mie instan, dan melengkapi makanan lainnya seperti nasi," pungkas Hammam.

 

Tag:

TAB, Bakti Teknologi, Biskuneo


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2020 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT