• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

SP.020/III/2020 - Peresmian Komisioning Pembangkit Listrik Tenaga Biogas Dari Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (POME) Kapasitas 700

SIARAN PERS BPPT

SP.No. 20/HMP/HMS/HKH/III/2020

Jumat, 06 Maret 2020

PERESMIAN KOMISIONING PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA

BIOGAS DARI LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT (POME) KAPASITAS 700 kW

 

Energi merupakan salah satu kebutuhan pokok yang meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan industry. Namun sayangnya hingga saat ini kita masih bergantung kepada minyak bumi.

 

Sehingga beban impor minyak mentah dan BBM sangat tinggi yaitu 42-50 juta USD. Sementara itu gas alam kita juga semakin terbatas ketersediaannya, berdasarkan outlook BPPT tahun 2019, kalau tidak ada ditemukan sumber gas baru maka tahun 2027 terancam menjadi net importer gas.

 

Subsidi BBM dirasakan sangat memberatkan, khususnya LPG yang sangat besar mencapai Rp. 75 Trilyun. Hingga saat ini limbah cair pabrik kelapa sawit (Palm Oil Mild Efluent, POME) masih dibuang dan belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal dari POME tersebut dapat diproses menjadi bahan bakar antara lain biogas, hydrogen, methanol, dll. Atau dikonversi menjadi listrik.

 

Perpres No. 22 tahun 2017 tentang rencana umum energy nasional (RUEN), target biogas pada bauran energy EBT 23% tahun 2025 membutuhkan biogas sekitar 489,8 juta m3.

 

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan, bila seluruh limbah POME dapat diproses menjadi listrik maka akan mendapatkan 1,5 GW yang dihasilkan. Bila limbah POME tersebut diproses dan dimanfaatkan biogas sebagai bahan bakar, maka dapat dihasilkan setara dengan 3,24 juta ton LPG atau 56,54% dari total kebutuhan LPG nasional.

Keuntungan lain dengan mengolah limbah POME sebutnya, berarti kita peduli dan berkomitmen secara nyata terhadap keseimbangan lingkungan hidup serta Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya point ke 12, 13 dan 15.

 

BPPT ujar Hammam, telah menyelesaikan pembangunan pilot project Pembangkit Listrik tenaga Biogas dari limbah POME dengan kapasitas 700 kW dan telah beroperasi dengan baik hingga 890 kW atau 121% dari kapasitas design.

 

Hal ini merupakan prestasi dalam rangka proven technology biogas covered lagoon yang dilengkapi dengan system pengaduk khusus sehingga produksi biogas dapat berjalan optimal sepanjang tahun. Merupakan solusi terhadap teknologi sejenis yang tidak dilengkapi system pengaduk dan berakibat penurunan produksi biogas.

 

Untuk meningkatkan kualitas biogas, Hammam menjelaskan bahwa pilot plant ini dilengkapi dengan unit pemurnian dan bioscrubber yang dapat menurunkan impurities sehingga gas yang dihasilkan dapat diumpankan ke engine untuk menghasilkan listrik dengan aman.

 

Biaya pembuatannya adalah Rp. 27 Milyar dengan TKDN 60%, siap untuk direplikasi di PKS lain di seluruh Indonesia. Seluruh aktivitas pilot plant ini dapat dipantau dan dikendalikan dari control room di sini maupun dari Jakarta dan PUSPIPTEK Serpong, karena telah dilengkapi system yang terkoneksi secara real time sesuai kaidah industry 4.0, urainya

 

BPPT bersama PTPN 5 yang telah memfasilitasi lokasi ini dan bersedia untuk mengoperasikan pabrik ini dan rencana akan dilaksanakan kerjasama KSO. Tambah Hammam, keuntungan lain yang dapat dinikmati adalah pengurangan emisi yang sangat signifikan dan potensi penjualan kredit karbon sebesar 18.000 t-CO2/tahun atau sekitar Rp. 2,5 Milyar.

 

Kedepan, rencana pengembangan teknologi biogas mendatang adalah meningkatkan produksi biogas dengan teknologi codigestion yaitu limbah padat EFB dan POME dalam satu system.

 

Selanjutnya akan dilengkapi dengan teknologi upgrading untuk menghasilkan bio-methane dan bio-CNG yang dapat dimanfaatkan untuk bahan bakar kendaraan bermotor maupun industry dengan distribusi menggunakan bottling maupun jaringan gas, pungkasnya. (Humas BPPT).


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung B.J. Habibie Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2020 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT