• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

SP.024/III/2020 - Work From Home, BPPT Pantau Kinerja ASN dengan Aplikasi Fabiola

SIARAN PERS BPPT

SP.No. 24/HMP/HMS/HKH/III/2020

Selasa, 17 Maret 2020

Work From Home, BPPT Pantau Kinerja ASN dengan Aplikasi Fabiola

 

Berdasarkan arahan Presiden RI  dan Surat Edaran yang berlaku dari Kementerian PAN&RB, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi juga menerapkan bekerja dari rumah (work from home).

 

Demi menjaga produktivitas kerja, Kepala BPPT menyampaikan bahwa pihaknya menggunakan aplikasi Fabiola. Sebuah aplikasi yang disusun oleh BPPT untuk presensi digital berdasarkan aspek deteksi wajah dan lokasi.

 

Seperti hari kedua pelaksanaan Work From Home ini, Hammam dapat mengetahui bahwa hampir 2000an orang pegawai BPPT,  telah melakukan absensi digital melalui ponselnya masing-masing. 

 

"Seiring himbauan social distancing dan work from home, BPPT sedang menjalankan absensi digital dan jarak jauh. Sistem aplikasi ini bernama Fabiola yang merupakan singkatan dari presensi berbasis Face Biometric , dan location authentication," kata Hammam di Kantor BPPT, Jakarta, Selasa (17/03/2020).

 

Penerapan bekerja dari rumah lanjutnya, merupakan bentuk digitalisasi pekerjaan dari rumah, sekaligus membangun manajemen pengetahuan kegiatan pengkajian dan penerapan teknologi. Sistem ini juga menggunakan teknologi face recognition yang selama ini sudah di kembangkan.

 

Fabiola atau aplikasi Face Biometric Location Authentication ini dapat mencatatkan kehadiran dan kepulangan kerja dari berbagai lokasi, memudahkan cara pencatatan kehadiran dengan perangkat mobile phone dengan akurasi 100% pada biometric pegawai, dan berbasis data pegawai.

 

Dengan aplikasi Fabiola kata Hammam, selain memantau kehadiran, pegawai juga wajib melaporkan apa saja kinerja yang telah diselesaikan. Bukti bahwa ASN telah berkinerja tersebut tambahnya, harus dilengkapi bukti foto pekerjaan yang telah dilakukan.

 

Perlu diketahui, kantor BPPT tidak hanya di Jakarta dan Puspiptek. Tetapi juga ada laboratoria dan fasilitas kantor BPPT yang ada di Yogyakarta, Surabaya, Bali, dan Lampung. 

 

"Jadi dengan absensi seperti itu, saat jam masuk kerja, ASN pertama melakukan check in, dan aplikasi memindai langsung lokasi karyawan, sembari memvalidasi kehadiran, via foto selfie yang bersangkutan. Selanjutnya pada saat absen pulang atau check out, ASN diminta juga melampirkan foto pekerjaan yang sudah diselesaikannya," paparnya.

 

Hammam menambahkan bahwa sebagai lembaga kaji terap (Jirap) teknologi,  aktivitas Jirap tersebut harus tetap berjalan. Perlu menjadi perhatian karena ada yang harus bekerja di laboratorium, dan ada yang dapat bekerja dari rumah. Hal tersebut jelasnya, diantisipasi dengan pembagian tugas yang tepat. 

 

"Imbauan ini dilakukan selama dua minggu ke depan sesuai imbauan social distance yang membatasi ruang gerak, interaksi, dan kerumunan," pungkasnya.

 

Sebagai informasi, pemantauan kinerja metode work from home di saat ini sangat penting, walaupun bekerja dari rumah efisiensi dan efektifitas kerja diharapkan tetap sama seperti bekerja di kantor.

 

Hal ini akan berbeda jika semua orang tetap bekerja seperti biasa dan penularan virus ini lebih mudah menyebar, maka bisa jadi orang yang terpapar corona menjadi lebih banyak dan rumah sakit yang tersedia tidak bisa menampung jumlah pasien yang berlebih.

 

Masalah COVID-19 merupakan bencana nasional non alam, sehingga semua stakeholder yang ada baik di pusat maupun daerah, institusi maupun masyarakat mutlak berpartisipasi agar wabah ini segera teratasi. (Humas BPPT)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung B.J. Habibie Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2020 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT