• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

SP.059/VIII/2020 - BPPT Hadirkan Mobile Laboratory Biosafety Level 2 (BSL-2), di Labkesda Tangerang Selatan

SIARAN PERS BPPT

SP.No. 59/HMP/HMS/HKH/VIII/2020

Tangerang Selatan, 30 Agustus 2020

BPPT Hadirkan Mobile Laboratory Biosafety Level 2 (BSL-2), di Labkesda Tangerang Selatan

 

 

BPPT terus mendukung upaya penanganan laju penyebaran dan peningkatan virus SARS-CoV-2 atau Corona Virus Disease-19 (COVID-19), yang sampai saat ini masih meresahkan kita semua dan belum menunjukan tren penurunan. 

 

Hal ini ditunjukkan dengan kehadiran inovasi Mobile Laboratory Biosafety Level-2 (Mobile Lab BSL-2), yang ditempatkan di Labkesda Dinas Kesehatan Tangerang Selatan, (30/08).

 

Kepala BPPT Hammam Riza dalam sambutannya menyampaikan bahwa Mobile lab BSL-2 BPPT saat ini dimanfaatkan untuk melakukan pengujian sampel terduga COVID-19. 

 

"Dengan kapasitas pengujian hingga 600 sampel per 24 jam, diharapkan mobile lab BSL-2 BPPT ini dapat meningkatkan kapasitas pengujian sampel terduga COVID-19 di Indonesia," ungkap Hammam usai acara serah terima Mobile Lab BSL-2 ke PT Bank BNI (Persero).

 

Salah satu kunci penanganan wabah COVID-19 di Indonesia adalah peningkatan kapasitas tracing melalui peningkatan jumlah pengujian sampel terduga COVID-19. 

 

Dikatakan Hammam, pengujian sampel dengan metoda polymerase chain reaction (PCR) telah menjadi golden standard di dunia, karena tingkat akurasi dan sensitivitasnya yang tinggi. Pemerintah telah menunjuk beberapa laboratorium yang mampu melakukan pengujian dengan metoda ini sebagai laboratorium rujukan. 

 

Sebagaimana yang telah dinyatakan oleh World Health Organization (WHO) dan Kementerian Kesehatan RI, pengujian sampel terduga COVID-19 dengan metoda PCR harus dilakukan di laboratorium yang memenuhi standar keamanan hayati level-2, atau BSL-2, guna menjamin keamanan personil penguji dan lingkungan sekeliling laboratorium.

 

"Menyoroti kebutuhan laboratorium seperti ini untuk penanganan wabah COVID-19 di Indonesia, BPPT melakukan kerekayasaan untuk menghasilkan inovasi berupa sebuah laboratorium dengan standar BSL-2 yang aman dan akurat untuk pengujian sampel terduga COVID-19, serta dapat dipindah-operasikan dengan mudah ke berbagai daerah yang membutuhkan, dengan didesain dan dibangun sepenuhnya oleh tangan para perekayasa/peneliti BPPT dan mitranya yang tergabung dalam Task Force Riset dan Inovasi untuk Penanganan COVID-19 (TFRIC-19)," urainya.

 

Mobile Lab BSL-2 lanjutnya, dibangun dengan berdasarkan 3 konsep: mobile, aman dan akurat, serta telah divalidasi oleh Asosiasi Biorisiko Indonesia. Ia pun memberi apresiasi kepada PT BNI (Persero) yang telah memanfaatkan produk Mobile Lab BSL-2 karya anak bangsa, untuk mendukung upaya peningkatan kapasitas pengujian Nasional untuk percepatan deteksi dan skrining terhadap dampak penyebaran pandemik Covid-19 di Indonesia.

 

Perlu diketahui Mobile Lab BSL-2 ini sebelumnya telah diresmikan operasionalnya oleh Menteri Riset dan Teknologi dan disaksikan antara lain oleh Ketua Gugus Tugas Pengendalian COVID-19 Nasional dan Panglima TNI Angkatan Darat pada Juni 2020 lalu di RS. Moh. Ridwan Meuraksa, Jakarta Timur.

 

Lebih lanjut sebagai rangkaian acara, pada kesempatan ini BPPT juga melakukan penandatangan Kerjasama dengan BUMN PT. PINDAD (Persero) dalam hal Pengembangan dan Penerapan Teknologi dalam mengembangkan Mobile Laboratory Biosafety Level 2.

 

"Kerjasama ini dilakukan guna mewujudkan ekosistem riset, inovasi dan industrialisasi. Sehingga kita ke depan dapat bangga memanfaatkan alat kesehatan produksi dalam negeri, sekaligus turut mendukung percepatan penanganan Covid-19 dan memperkuat daya saing industri nasional," tegasnya.

 

 

Inovasi Mobile Lab BSL-2

 

Mobile Lab BSL-2 merupakan salah satu hasil Inovasi BPPT dan TFRIC-19 yang patut mendapatkan apresiasi dan menjadi kebanggaan. 

 

Mobile Laboratorium ini di desain oleh putra putri Indonesia, dalam waktu relatif pendek. Dengan semangat kebersamaan yang tinggi, para perekayasa berhasil mendisain Mobile BSL-2 dalam waktu 10 hari, dan proses manufaktur bersama mitra selama 19 hari. 

 

Lab Mobile BSL-2 ini juga dilengkapi dengan aplikasi Pantau Covid (PC-19) yang akan memudahkan  masyarakat untuk melakukan swab test, dan registrasi online, serta mendapatkan jadwal waktu dan urutan untuk swab test

 

Untuk mendukung kelengkapan data dan proses pelaporan hasil, Lab Mobile BSL-2 ini juga dilengkapi dengan aplikasi SIM BSL2, suatu aplikasi perangkuman data hasil pemeriksaan PCR yang telah mendapatkan verifikasi dari tenaga medis dan siap untk diteruskan ke dalam sistem pelaporan nasional.

 

Pengembangan  Mobile Lab BSL-2 ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas pengujian Covid-19. Dengan adanya laboratorium portabel seperti ini, pengujian dapat dilakukan di berbagai daerah yang belum memiliki laboratorium standar BSL-2. Dengan fasilitas ini, sampel Covid-19 dapat segera dianalisis tanpa perlu mengirimkan sampel ke pusat atau ke kota yang lebih besar.

 

Mobile Lab BSL-2 dibangun dengan memanfaatkan container 20 feed, laboratorium disain untuk 2 ruangan, yaitu anteroom dan main room, yang dilengkapi dengan negative pressure dan sistem interlock. Fasilitas Biosafety CabinetAutoclave dan PCR, serta peralatan pendukung lain, menjadikan Lab BSL-2 ini telah memenuhi bersyaratan Biosatey Level 2 plus (BSL-2 enhance).

 

Dengan sistem yang diterapkan dan tipe reagen yang digunakan, mobile Lab BSL-2 ini mempunyai kapasitas pemeriksaan swab hingga 600 spesimen per 24 jam. Dilengkapi dengan 2 swab chamber diharapkan Lab Mobile BSL-2 ini dapat memberikan penguatan kapasitas pemeriksaan specimen Covid-19 di berbagai wilayah.

 

Hadir dalam acara ini antara lain Menristek/BRIN Bambang P.S. Brodjonegoro, Menteri BUMN , Walikota Tangsel . (Humas BPPT)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung B.J. Habibie Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2020 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT