• 021 316 9457
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

SP.045/IX/2020 - 14 Data Baru WGS (Whole Genome Sequencing) Virus SARS-CoV-2 Telah Ditemukan oleh BPPT TFRIC-19

SIARAN PERS BPPT

SP.No. 45/HMP/HMS/HKH/IX/2020

Jakarta, 11 September 2020

14 Data Baru WGS (Whole Genome Sequencing)  Virus SARS-CoV-2 Telah Ditemukan oleh BPPT TFRIC-19

 

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berhasil deteksi 14 whole genome sequencing (WGS) virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 yang mewabah di Indonesia.

 

Dikatakan Kepala BPPT Hammam Riza,  pihaknya bersama Task Force Riset Inovasi Teknologi untuk Penanganan Covid-19 (TFRIC-19), secara keseluruhan sudah mengumpulkan data WGS virus SARS-CoV-2 dari suspected Covid-19  Indonesia. 

 

Hammam lantas menuturkan bahwa hingga kini BPPT dan TFRIC-19 sudah menemukan 14 data baru urutan keseluruhan genome SARS-CoV2.

 

"Ada dua belas (12) data WGS baru yang berhasil kami temukan lagi. Ini melengkapi dua (2) data dari TFRIC19 yang sebelumnya telah dikirimkan ke bank data dunia atau GISAID (Global Initiative on Sharing ALL Influenza Data). Jadi ada 14 data WGS dari kami yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan vaksin Covid-19," urai Hammam di Kantor BPPT, Jakarta, Jumat (11/09).

 

Dengan adanya koleksi 14 WGS yang telah ditemukan, berguna untuk memberikan gambaran profil genetik virus SARS-CoV-2 yang beredar di Indonesia. 

 

Makin banyaknya data WGS yang dimiliki oleh Indonesia imbuh Hammam, tentu semakin besar manfaatnya bagi kita. Khususnya dalam mengetahui transmisi virus di Indonesia dan pengembangan obat hingga vaksin untuk mendukung penanganan Covid-19.

 

Perlu diketahui sebelumnya telah ada data WGS di laman GISAID, bahwa dari Indonesia telah terkumpul koleksi data WGS lainnya yang ditemukan oleh LBM Eijkman 10, LIPI 2, UGM 4, ITD Unair 14, dan BPPT bersama TFRIC-19 sebanyak 14.

 

Perlu diketahui bahwa BPPT diamanatkan sebagai koordinator percepatan pengembangan produk dalam negeri, guna mengatasi wabah Covid-19 yang menjadi pandemik di Indonesia melalui TFRIC19, guna penguatan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) dalam mengatasi wabah covid-19 yang terus merebak. 

 

TFRIC-19  terdiri dari  banyak pakar lintas institusi. Adapun Tim WGS yang merupakan Sub Task Force 4 dari TFRIC-19 (Analisis dan Penyusunan Data Whole Genome COVID-19 Origin Orang Indonesia yang Terinfeksi),  yang dipimpin oleh Dr. Marselina Tan (SITH-ITB) dan  didukung oleh tim dari SITH-ITB dan SF-ITB, FK-UNPAD, PTFM BPPT, Labkes Prov Jabar, Balitbangkes, Sayurbox, Universitas YARSI, Wakayama College.

 

Hammam kemudian menekankan bahwa BPPT dan TFRIC-19 akan terus berupaya untuk menambah jumlah data WGS dari Indonesia.

 

"Dengan adanya 14 WGS baru yang ditemukan BPPT bersama TFRIC-19, maka Indonesia telah memiliki total 44 koleksi data. Data WGS baru ini telah dikumpulkan ke GISAID agar semakin banyak informasi terkait Covid-19 yang tersedia dan dapat membantu berbagai pihak dalam penanganan pandemi. Semakin banyak WGS yang kita submit ke GISAID, maka informasi dan data terkait dengan virus SARS-CoV-2 dan mutasinya di Indonesia dapat diketahui secara global,” pungkasnya. (HMP/HUMAS BPPT)

 


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung B.J. Habibie Lantai 14
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9457
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2020 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT