• 021 316 9457
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

SP.040/VIII/2020 - BPPT Bergerak Cepat untuk Indonesia Maju

SIARAN PERS BPPT

SP.No. 40 HMP/HMS/HKH/VII/2020

Jakarta, 24 Agustus 2020

BPPT Bergerak Cepat untuk Indonesia Maju

 

Serbuan corona virus atau Covid-19 di Indonesia berpengaruh pada menurunnya tingkat kesehatan maupun ekonomi masyarakat. Namun, dibalik itu sejumlah ilmuwan maupun pemerintah bekerja cepat untuk memulihkan kondisi tersebut.

 

Termasuk para perekayasa Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bergerak cepat melakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalah yang tidak hanya dihadapi Indonesia, juga dunia.

 

Kepala BPPT Hammam Riza mengungkapkan BPPT segera menanggapi ketika diumumkannya virus corona telah menimbulkan korban. “Setelah (pasien Covid-19) 01 dan 02 terjadi pada tanggal 15 Maret 2020, BPPT kemudian membentuk TFRIC-19 (Task Force Riset dan Inovasi Teknologi untuk Penanganan Covid-19),” katanya kepada Media Indonesia, Kamis (19/8).  

 

TFRIC-19 merupakan upaya BPPT mengumpulkan lima unsur pemangku kepentingan atau sinergi penta helix, yaitu pemerintah (kementerian/lembaga), perguruan tinggi, industri, komunitas atau asosiasi, dan pemilik modal.  

 

Kolaborasi penta helix tersebut, katanya, menghasilkan lima alat kesehatan (Alkes) dalam waktu singkat, hanya dalam masa dua bulan. Sebelumnya, untuk menghasilkan sebuah purwarupa membutuhkan waktu paling cepat dua tahun. 

 

“Salah satu kunci pendukung dalam sinergi tersebut adalah kerelaan untuk menghilangkan sekat antar institusi, antar kompetensi dan profesi dengan tujuan hasil akhir yang bermanfaat bagi Indonesia,” ujarnya.

 

Dua bulan setelah ditetapkannya pandemi Covid-19, pada 20 Mei 2020, Presiden Joko Widodo meluncurkan sembilan produk inovasi dan riset karya anak bangsa untuk menangani pandemi covid-19. Lima dari Alkes tersebut adalah hasil inovasi BPPT bersama TFRIC-19.

 

Kelima inovasi Alkes penanganan Covid-19 tersebut adalah Rapid Diagnostic Test (RDT) Kit dengan merek RI-GHA COVID-19, Polymerase Chain Reaction (PCR) Test Kit dengan merek BioCOV-19, Mobile Laboratory Biosafety Level-2 (BSL-2), Emergency Ventilator yang diproduksi oleh BUMN dan swasta, serta penggunaan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligences untuk deteksi Covid-19 menggunakan citra x-ray dan ct-scan organ paru-paru.

 

HUT 42 BPPT, Bangga Inovasi Indonesia

Pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-42, pada 21 Agustus 2020, BPPT bersama TFRIC-19 kembali meluncurkan inovasi Alkes untuk penanganan Covid-19 tahap ke-2, yakni pengembangan dari teknologi RDT Kit, diantaranya iCovid-19 Combo dan Total IgG/IgM, bahan baku Antigen iCovid-19, dan Biosensor SPR.

 

Kepala BPPT menjelaskan RDT iCovid19 diproduksi dalam dua bentuk, yaitu RDT Total Antibodi (mengukur antibody total, campuran dari IgG dan IgM). Kemudian, RDT Combo, dalam satu kaset berisi dua strip terpisah, untuk deteksi IgG dan IgM. 

 

Produk inovasi ini sedang mengajukan persyaratan mendapatkan Nomor Ijin Edar (NIE) ke Dirjen Farmalkes Kementerian Kesehatan.

 

RDT iCovid-19 merupakan hasil dari sinergi dan kerja sama antara BPPT, ITB, Unpad, dan diproduksi oleh PT Pakar Biomedika Indonesia yang akan menghasilkan 10.000 ribu kit pada akhir Agustus 2020.

 

Inovasi selanjutnya adalah bahan baku Antigen iCovid-19 dalam bentuk protein rekombinan N (nucleocapsid), dan S1 (spike) sebagai pengganti bahan baku impor. Bahan baku Antigen N dijelaskan Hamam, memiliki tingkat kemurnian >90% atau setara dengan produk komersial, sedangkan bahan baku S1 memiliki kemurnian 70%.

 

Kedua protein ini benar-benar diproduksi oleh Indonesia, melalui sinergi BPPT dan ITB selaku provider bahan baku lokal untuk RDT. Diharapakan bahan baku lokal ini dapat segera dimanfaatkan oleh industri farmasi tanah air dalam memproduksi RDT Kit-nya masing-masing.

 

“Uji validasinya di beberapa rumah sakit di Yogyakarta, Solo, Semarang dan Surabaya,” ucap Hammam. 

 

Lebih lanjut, Hammam menjelaskan bahwa BPPT telah membantu industri dalam menyediakan bahan baku antigen. Bahan baku yang seharusnya diimpor dapat diproduksi secara lokal.

 

“Kita bersama ITB dan UNPAD berhasil membuat bahan baku rapid test. Ini sebuah pencapaian bagi Indonesia.” ungkap Hammam kepada Media Indonesia, Kamis (20/8).

 

Perlu diketahui, pada Juni 2020, sebanyak 40.000 RDT Kit RI-GHA COVID-19 telah didistribusikan, dengan Nomor Izin Edar (NIE) dari Kementerian Kesehatan RI dengan nomor AKD 20303020697 ke berbagai rumah sakit. Pada Juli-Agustus 2020, ditargetkan 100.000-500.000 perangkat RDT diproduksi massal oleh PT Hepatika Mataram, BPPT dan industri lain. RDT Kit RI-GHA COVID-19 ini akan ditingkatkan skala produksinya hingga 30 juta kit/tahun dengan menggandeng PT Tempo Scan Pacific bersama industri lainnya.

 

Alkes untuk penanganan Covid-19 ketiga adalah Biosensor SPR, yang merupakan alternatif deteksi bagian virus covid-19 (protein spike virus atau nukleokapsid virus) menggunakan Chip SPR (Surface Plasmon Resonance). Metode ini merupakan gold standard dari WHO, yang salah satu keunggulannya adalah waktu pengerjaan dari chip ini yang hanya membutuhkan sekitar satu hingga dua jam per chip.

 

Pengembangan Inovasi Alkes untuk Covid-19

Di tengah gencarnya semangat anak negeri menemukan vaksin penanganan Covid-19, BPPT bersama TFRIC-19 juga turut menyumbangkan data Whole Genome Sequencing (WGS), profil karakteristik peta gen covid-19 yang sangat penting untuk acuan pengembangan vaksin, diagnostik dan produk berbasis gen lainnya. 

 

Hal tersebut turut menambah total data WGS Covid-19 Indonesia di bank data Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID) menjadi 16 data.

 

Masih tingginya kebutuhan laboratorium biosafety level-2 di Indonesia untuk pemeriksaan swab test atau PCR Test Kit, juga dirasakan Kepala BPPT menjadi salah satu unsur prioritas dalam mendukung upaya Presiden RI Joko Widodo untuk melaksanakan uji coba 20.000 spesimen setiap harinya.

 

Pada kesempatan peluncuran Alkes Tahap Ke-2 TFRIC-19, BPPT juga menghasilkan Mobile Lab Biosafety Level-2 varian Bis. Ditekankan Hammam, varian ini diharapkan dapat lebih menjangkau pemukiman masyarakat untuk mempercepat hasil PCR Test Kit. 

 

Pada Bulan Mei 2020, BPPT telah meluncurkan Mobile Lab BSL-2 dengan versi trailer (truk). Tingginya kebutuhan akan alat kesehatan saat pandemi Covid-19 menjadi cikal bakal lahirnya mobile lab BSL-2 varian bis ini.

 

Hammam menyampaikan bahwa BPPT terus berupaya melakukan langkah percepatan pembangunan dengan menjadikan inovasi sebagai driven pertumbuhan ekonomi guna menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju, mandiri dan berdaya saing. 

 

Untuk menuju ke sana, menurutnya, BPPT sebagai lembaga kaji terap teknologi harus bekerja lebih keras dan fokus dalam melakukan penguatan kelembagaan, pemberdayaan SDM, menciptakan produk flagship serta penguatan inovasi dan layanan teknologi karenanya dibutuhkan BPPT yang ‘Solid, Smart dan Speed’.


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung B.J. Habibie Lantai 14
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9457
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2020 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT