• 021 316 9457
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

SP.047/X/2020 - Bangun Ekosistem Industri 4.0, BPPT rangkul Industri dan Tekankan Peran Audit Teknologi

SIARAN PERS BPPT

SP.No. 47/HMP/HMS/HKH/X/2020

Jakarta, 12 Oktober 2020

Bangun Ekosistem Industri 4.0, BPPT rangkul Industri dan Tekankan Peran Audit Teknologi

 

BPPT bersama Ikatan Auditor Teknologi Indonesia (IATI) melaksanakan webinar dengan tema ‘Transformasi Teknologi: Peran Audit Teknologi Dalam Revolusi Industri 4.0’ pada tanggal 12 Oktober 2020. Webinar ini membahas kesiapan Indonesia dalam mengadopsi komponen Industri 4.0 seperti kecerdasan artifisial (KA), big data, internet of things (IoT), komputasi awan, robotika, serta strategi membangun ekosistemnya.

 

Revolusi Industri 4.0 membawa perubahan dalam sistem supply chain, dari konvensional menjadi e-commerce yang mampu memberikan layanan secara langsung, cepat, dan efisien. Penerapan revolusi ini juga merupakan sebuah upaya Indonesia dalam melakukan pemulihan ekonomi setelah terdampak pandemi COVID-19.

 

BPPT selaku lembaga kaji terap teknologi telah memulai pondasi Industri 4.0 dengan meresmikan Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial 2020-2045 yang membawa Indonesia sejajar dengan negara lain dalam adaptasi KA dengan memaksimalkan sdm bertalenta, sumber daya, infrastruktur KA di bidang prioritas, dan kode etik.

 

Kepala BPPT Hammam Riza menegaskan pentingnya membangun Ekosistem Industri 4.0 dengan konsep pentahelix, dimana pemerintah, perguruan tinggi, industri, komunitas, dan media bersama-sama berperan sesuai keahlian dan bidangnya. 

 

Dalam kesempatan ini, BPPT turut menggandeng pihak industri, Huawei, dalam Pengkajian Bersama Kecerdasan Artifisial dan Pengembangan Ekosistem Digital Indonesia. Kerja sama ini merupakan upaya Indonesia dalam mengejar pesatnya perkembangan teknologi informasi di dunia yang semakin kompetitif.

 

Menristek/Kepala BRIN Bambang P.S. Brodjonegoro dalam webinar ini mendukung ekosistem industri 4.0 yang sedang dibangun oleh BPPT dan Huawei. Ini merupakan wujud nyata dari open innovation sebagai upaya untuk bersaing dalam perkembangan teknologi yang semakin ketat.

 

Menteri Bambang berujar konsep open innovation berarti menghilangkan sekat antara penelitian dan industri. Jadi konsep demand driven bisa terwujud. Riset tahu keinginan pasar, dan industri bisa mengarahkan arah riset di Indonesia.

 

Perjanjian Kerja Sama BPPT dengan Huawei Indonesia

 

  1. Pengkajian bersama teknologi kecerdasan artifisial, Cloud/ komputasi awan, dan 5G secara global untuk mendapatkan pengalaman negara lain yang dapat diadopsi dalam Strategi Nasional sesuai kebutuhan industri Indonesia.
  2. Pengembangan kapasitas kemampuan teknologi kecerdasan artifisial, Cloud/ komputasi awan, dan 5G, untuk menaikan kemampuan tenaga ahli lokal dalam mendukung pertumbuhan digitalisasi yang berkesinambungan.
  3. Membangun ekosistem kecerdasan artifisial, Cloud/ komputasi awan, dan 5G untuk mempercepat pertumbuhan industri digital di Indonesia, menuju pengembangan Indonesia Cloud Systems.



Audit Teknologi



Salah satu dari tujuh peran BPPT adalah audit teknologi, seperti yang diamanatkan UU. Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Audit teknologi menurut UU SISNAS IPTEK diartikan sebagai proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif terhadap aset teknologi dengan tujuan menetapkan tingkat kesesuaian teknologi dengan kriteria dan atau standar yang telah ditetapkan serta menyampaikan hasilnya kepada pengguna yang bersangkutan.

 

Audit teknologi menurut Kepala BPPT Hammam Riza dibutuhkan untuk mengukur kesiapterapan teknologi tepat guna, baik itu teknologi canggih hingga yang paling sederhana, sebagai bagian dari percepatan kemandirian teknologi nasional.

 

Proses audit teknologi menurutnya merupakan sebuah evaluasi untuk mengukur tingkat kesesuaian teknologi dengan standar yang telah ditetapkan, kemudian hasilnya dijadikan sebuah rekomendasi kepada masyarakat dan industri untuk digunakan sebagai panduan dalam pembangunan nasional.

 

Ditambahkannya bahwa pelaksanaan audit teknologi mengacu pada kode etik dan standar pedoman audit teknologi yang merupakan dasar bagi auditor teknologi dalam melaksanakan tugas audit teknologi.

 

Produk inovasi sangat krusial yang merupakan kunci keunggulan negara guna dapat mempertahankan daya saing serta meningkatkan kemandirian. Indonesia membutuhkan kemajuan teknologi, penguasaan teknologi dan ingin memastikan keberhasilan penerapannya terhadap peranan dari auditor teknologi.

 

Karenanya auditor teknologi diharapkan dapat mengukur teknologi tepat guna yang bermanfaat bagi masyarakat akan menjadi sebuah upaya Indonesia keluar dari ketergantungan terhadap produk luar negeri.




Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung B.J. Habibie Lantai 14
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9457
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2020 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT